akhirnya keputusan ini diambil juga oleh kami. yup.. abang fathir di sunat!.
sebetulnya berat bagi abah dan ibu untuk memutuskan hal ini, apalagi umur abang fathir baru saja menginjak 8 tahun. ditambah selama ini abang masih sangat manja, lututnya lecet dikit saja jalannya langsung pincang kayak yang habis dioperasi saja ^__^! , tapi mengingat pipisnya yang sempat berdarah hingga 2 kali, dokter sempat menyarankan agar abang segera disunat.
untung saja abang mendapat libur kurang lebih 4 hari, karena sekolahnya memfokuskan pada persiapan ujian nasional bagi anak smp istiqomah -sekolahnya abang sekarang-.
jadi hari senin, 29 maret kemarin, abang menjalani operasi sunat di rs. balikpapan husada balikpapan.
tadinya kami fikir, salah satu dari kami bisa ikut masuk kedalam kamar operasi. tetapi rupanya tidak. abang saja yang diperbolehkan masuk keruang operasi. ibu dan abah hanya diperbolehkan menunggu diruang tunggu.
sedih juga sih.., soalnya abah dan ibu tidak bisa memberi dukungan secara langsung pada abang disaat hari terpenting dalam hidupnya itu. tapi mau gimana lagi, peraturannya telah dibuat seperti itu.
untung saja, kami masih bisa menitipkan kamera pada salah satu perawat disana. untuk sekedar dokumentasi abang saat disunat.
abang masuk kedalam ruang operasi ditemani seorang suster yang sangat ramah tanpa banyak bicara. 30 menit lamanya operasi sunat itu berjalan. ibu dan abah hanya bisa bedoa dan berharap didepan pintu ruang operasi.
akhirnya operasi itu selesai juga. kami diperbolehkan menemui abang diruang pemulihan sementara. abang terlihat sedikit pucat. sesekali abang meringis kecil. setelah diberi resep obat, abah langsung membayar biaya operasi dan menebus beberapa obat. setelah itu kami langsung pulang.
sesampainya dirumah, abang langsung tiduran. karena disuruh dokternya untuk banyak beristirahat. tapi namanya juga bang fathir, susah banget disuruh diam, jadinya sampai sekarang (hari kedua) luka bekas operasinya masih basah dan mengeluarkan sedikit darah fhhhh... :-(
hmm...ada yang tahu nggak cara mengeringkan bekas operasi sunat dengan cepat..????
(foto2 nya nyusul deh... )
Selasa, Maret 30
abang di sunat..
Kamis, Februari 25
abang b'day
Tanggal 25 februari kemarin abang fathir berulang tahun. kali ini ulang tahunnya tidak dirayakan seperti biasanya (karena permintaan abang fathir sendiri). jadi ibu hanya membuatkan kue ulang tahun saja untuk abang.
kuenyapun sederhana saja, terbuat dari brownis coklat lapis keju dengan toping whipping cream diatasnya. tapi soal rasa nggak kalah dengan cake bikinan hotel bintang 5 dong... uenak tenannnn *narsis.com* ^___^!
temennya abang yang diundangpun seadanya saja. cuman beberapa anak tetangga yang sedang bermain-main didepan rumah saat itu. 
karena tidak ada rencana untuk dirayakan, jadi ibu hanya menjamu para tamu kecil -temennya abang dan adek- itu dengan kue ulang tahun dan sirup leci yang ada dirumah.
acaranyapun hanya sebentar saja, tidak lebih dari 1 jam.
tapi abang -terutama adek- terlihat antusias saat meniup lilin ulang tahunnya. raut wajah mereka terlihat berbinar ketika lilin ulang tahun tersebut berhasil dipadamkan.
begitupun anak-anak yang ada diruangan itu, ikut tertawa-tawa saat melihat adek yang terlihat kesulitan meniup lilin ulang tahunnya abang.
sungguh.., pemandangan yang menakjubkan bagi ibu yang melihatnya. hanya dengan sebatang lilin saja sudah bisa membuat wajah anak-anak itu berseri-seri.
jadi..., ibu tidak mengerti, kenapa acara tiup lilin itu tidak diperbolehkan..? apa yang salah dari moment itu..? tho ibu hanya melihat ekspresi kegembiraan saja saat itu, tidak lebih.
sorenya setelah acara tiup lilin bersama anak tetangga sekitar, kami semua langsung berangkat menuju hotel novotel balikpapan untuk menginap. biarpun hanya semalam.. tapi lumayan deh untuk seru-seruan bareng disana. lucu juga sih... kayaknya kami cuman pindah tidur aja disana... soalnya letak novotel tidak jauh dari rumah hehe..
tapi abang dan adek senang banget kalau diajak nginep disana, soalnya mereka bisa berenang di kolam renang dan di bathtub sepuasnya.
Jumat, Februari 5
"bu, .. pipis abang berdarah..!".
"buuu, pipis abang berdarah..!", teriak bang fathir dari dalam kamar mandi. sontak ibu langsung berlari menuju kearah kamar mandi. benar saja, air kloset kamar mandi terlihat semerah darah, percikan darah segar lainnya tersebar disekeliling kolset dan lantai. hati ibu terkulai lemas...
saat itu juga abang fathir dibawa ke emergency rs balikpapan husada. hari itu malam senin, sekitar jam 7.30an. abang langsung mendapat perawatan medis dari perawat dan dokter yang jaga di ruang gawat darurat rs balikpapan husada.
abang fathir dianjurkan melakukan tes urin saat itu juga, untuk melihat berbagai kemungkinan yang terkandung dalam urinnya tersebut. lagi2 abang mengeluarkan darah segar dalam pipisnya. tapi reaksi abang tetap tidak berubah, dia masih ketawa-ketawa cengengesan sambil sesekali bertanya "bu.. abang nggak mau disuntikkkk..abang takuutt.." sahutnya berkali-kali. ibu tidak bisa berkata apapun, hati dan fikiran ibu masih diliputi beribu pertanyaan dan rasa cemas yang menyesakan dada.
kurang lebih setengah jam lamanya abah, ibu, abang dan adek menunggu didepan ruang laboratorium. rentang waktu yang terasa sangat lama bagi abah dan ibu. abang mulai terlihat sedikit lemas, dia tergolek dikursi penunggu sambil sesekali menggumam "abang takut.." sahutnya perlahan. abah terus membelai kepala abang yang bersender diatas pangkuannya, menjawab pertanyaan-pertanyaan bang fathir dengan raut wajah yang terlihat dipaksakan. sementara ibu tidak kuasa menahan tetesan air mata yang tidak henti-hentinya memenuhi ruang kelopak mata ibu. ibu lalu berjalan berputar-putar dikoridor rumah sakit untuk menghindar tatapan bang fathir dan juga abah, berusaha menenangkan diri dan berdoa bahwa semuanya akan berakhir dengan baik.
akhirnya hasil tes urin itupun siap. dokter jaga membacakan hasilnya didepan abah dan ibu. sementara abang dan adek terlihat asyik bermain berdua. dokter jaga itu mengatakan bahwa hasil dari tes urin tersebut menyatakan bahwa urin abang positip protein. angkanya menunjukan 250. lalu dokter itu menjelaskan berbagai kemungkinan yang bisa menyebabkan urin terdeteksi mengandung protein. salah satunya yaitu gagal ginjal yang membuat hati abah dan ibu bertambah lemas. tapi untuk lebih memastikannya dokter menganjurkan untuk melakukan tes lain dengan dokter spesial ginjal besok harinya. dan menyarankan agar abang untuk banyak beristirahat dulu dirumah. saat itu abang hanya diberikan obat antibiotik claneksi oleh dokter jaga tersebut. akhirnya kamipun pulang.
sesampainya dirumah abang langsung ibu beri obat antibiotik. malam itu abang kembali pipis berdarah, ruang kamar mandi sampai tercium sedikit bau amis. dalam hati ibu hanya menjerit "ya Allah... tolonglah anaku..". badan ibu sedikit bergetar, tanpa sadar ibu langsung keluar kamar mandi -memanggil abah untuk menggantikan posisi ibu menyirami ceceran darah dilantai dan kloset kamar mandi. ibu tidak sanggup melihatnya. ibu langsung masuk kamar dan menangis perlahan.
karena hari sudah larut malam dan juga karena kecapean, abang dan adek langsung tertidur pulas.
besok harinya, saat bangun pagi abang langsung masuk kamar mandi. pipisnya tetap berwarna darah. dan itu ke-4 kalinya -sejak semalam- pipis abang berdarah.
sekitar jam 9 pagi, kami sudah berada lagi di rs balikpapan husada, untuk bertemu dengan dokter spesialis ginjal disana. dokter tersebut langsung memeriksa seluruh badan bang fathir setelah selesai membaca hasil tes semalam. kemudian dokter tersebut menyarankan agar abang dirontgen, untuk melihat kemungkinan batu yang terkandung dalam kantong kemih abang.
kurang lebih 1/2 jam kemudian foto rontgen tersebut selesai, kami langsung masuk kembali keruang dokter tsb. dokter lalu memeriksa dan mengatakan bahwa semuanya baik2 aja. lalu dokter mengemukakan diagnosa awal penyakit abang tersebut dikaitkan dengan bukti secara fisik. abang didiagnosa ginjalnya terkena virus bukan gagal ginjal seperti perkiraan awalnya. karena melihat tanda2 fisik abang yang terlihat segar bugar, dan ceria. untuk lebih memastikannya abang diharuskan menjalani tes urin lagi 3 hari kemudian. sementara itu abang diberi suplemen untuk meningkatkan daya tubuh. abah dan ibu terlihat sedikit lega.
setelah 4 x pipis berdarah, pipis abang mulai terlihat mengalami perubahan, warna darahnya semakin memudar dan akhirnya sama sekali tidak terlihat. pipis abang kembali terlihat normal -bening. ibu dan abah sangat besyukur jadinya.
3 hari kemudian. kami kembali mengunjungi dokter yang sama, untuk melakukan tes urin-nya abang. dan hasilnya sangat memuaskan/melegakan kami semua. urin abang negatif protein.
(Alhamdulillah hirabbil alamin... puji syukur kehadiratmu ya Allah.. atas dikabulkannya doa-doa kami semua)
catatan penting :
seminggu sebelum kejadian pipis berdarah ini abang terkena batuk pilek. secara fisik abang tidak terlihat parah, jadi ibu tidak memberikan obat2an flu pd abang. tetapi dokter spesialis ginjal menduga bahwa virus tersebut telah menyerang fungsi ginjal abang untuk beberapa saat lamanya. karena beliau tidak melihat adanya batu ataupun pembengkakan pd tubuh abang seperti yang dialami oleh penderita nefrotic syndrom atau gagal ginjal lainnya.
jadi jika tiba2 anak anda pipis berdarah tanpa sebab, tanpa rasa sakit, tanpa disertai perubahan fisik yang mencolok, tidak usah panik dan cemas yang berlebihan. mudah2an bahwa pipisnya tersebut hanya sementara saja. oleh karena itu tetap berikan anak anda makanan dan minuman yang menyehatkan, suplemen peningkat daya tahan tubuh anak, banyak beristirahat agar daya tahan tubuh anak cepat meningkat/pulih. tapi tetap untuk lebih meyakinkannya segera bawa anak anda ke rs terdekat.
Senin, Juli 27
dongeng
ibu ayam lagi cari makan, cari ikan, cari daun-daun.
trus biawaknya sembunyi didalam daun..
trus ayamnya digigit, kakinya berdarah
sama abahnya fikri diobati tapi obatnya ga masuk kedalam badan ayam, jadi jalannya masih lompat-lompat, udah..!"
trus ulat kecil ini makan banyak2.
abis itu ulat kecil nyamperin semut2 besar. "hai semut kita main yuk..". semutnya langsung pada lari.
trus ulatnya makan lagi yang banyak. tapi semut besarnya masih suka ngeledekin.
trus ada juga semut yang sama kecil. keciiiilll banget. dan jalannya pelan. semut kecil dan ulat kecil itu berteman.
karena ulat kecil itu makan terus. jadinya sekarang badannya besar.
trus ulatnya ngantuk "hoeamm..aku ngantuk.. aku bobo dulu ya.."
trus ulatnya bangun "oh aku ada dimana..?".
trus ulatnya tinju2.
trus kepompongnya robek. ulatnya keluar.
trus ada angin yang sangat besar "huaaa aku terjatuh.." teriak ulat.
tapi ulatnya nggak jatuh. soalnya sekarang sudah jadi kupu2 yang cantik dan besar.
trus semut2 besarnya jadi malu.
trus akhirnya semut besar, kupu2 dan semut kecil berteman semuanya"
Baca selengkapnya......
Selasa, Februari 24
Flash back (hari jadi abang..!)
ibu sudah masuk kedalam ruangan bedah, hanya sehelai kain yang menutupi badan ibu. dan dada ibu mulai bergemuruh lagi..
saat itu punggung bawah ibu disuntik salah satu dokter yang ada di ruangan tersebut.
setelah itu ibu hanya berbaring pasrah dibawah lampu-lampu bulat yang menyorot panas diatas badan ibu.



ibu yang duduk selonjoran, antara ngantuk berat, capek, kesal, depresi juga (halah..) akhirnya pasrah dan menanti waktu pagi dengan tidak bergairah.

tapi biarpun kue ultahnya terlihat aneh, abang, adek dan anak-anak yang lain yang tidak sepeduli ibu pada kue ultah, terlihat gembira sore itu.


untuk para tetanggaku yang sudah ikut2an sibuk hari itu, semua temennya ibu dan abah yang sudah hadir, juga semua temennya abang fathir yang semangat datang ke rumah. makasih banyak, jazakumullahu khairan katsiran
(kayak pidato penerimaan piala citra ajah nih hihihih...)
Baca selengkapnya......
Jumat, Februari 13
Hari bersedih
Baca selengkapnya......
Senin, Agustus 4
pilih pahala atau uang...?
"abang mauuu...."teriak bang fathir sambil mengangkat tangannya keatas, "adek mauuuu..." teriak adek tidak kalah nyaring. "ya sudah, dua-duanya akan dapat pahala kebaikan kalau mau membantu ibu beliin jahe dirumah mbah.." sahut ibu sambil tersenyum. "sini biar abang aja yang beliinya.." sahut bang fathir sambil menyambar uang yang ibu pegang, lalu abang berlari menuju rumah mbah. "adek ikutt..." teriak adek sambil berlari mengikuti abang fathir dari belakang. "hati-hati ya..., adek nya dijagain bang" teriak ibu dari pintu rumah. hmmm... ibu terlihat senyum-senyum sendirian
Baca selengkapnya......
Minggu, Juli 20
Cita-cita..
Baca selengkapnya......
Selasa, Maret 4
Si gigi ompong


Baca selengkapnya......







