kamu pasti sudah tau kan arti dari polisi tidur...?
ya, istilah ini digunakan pada sebuah jalan yang ditinggikan (gundukan) yang melintang ditengah jalan. kita bisa melihatnya dibanyak ruas jalan hampir diseluruh wilayah indonesia. kecuali mungkin dijalan tol maupun di jalan2 utama.
keberadaan polisi tidur ini sebagai rambu tanda bahaya bahwa disekitar situ terdapat banyak anak-anak kecil atau terdapat sebuah tempat usaha. jadi sejauh ini fungsinya untuk mengurangi laju pengendara dijalan tersebut.
kebanyakan polisi tidur ini bisa ditemui dijalan yang kecil, seperti misalnya jalan di tengah perumahan/komples, atau gang2 di perkampungan.
salah satunnya yaitu polisi tidur di gang menuju rumahku.
sebetulnya jarak antara rumahku dengan jalan utama kurang lebih sekitar 150 m, tapi jarak tempuhnya jauh lebih lambat dan juga berbahaya dibanding tempat lain dengan jarak tempuh yang sama. koq bisa?
karena kondisi jalan menuju rumahku harus melewati tanjakan terlebih dahulu diperparah pula dengan adanya polisi tidur disepanjang jalan tanjakan tersebut. tidak tanggung-tanggung ada 7 buah polisi tidur yang melintang diantara jalan di gang rumahku itu. jaraknya kurang lebih 5-10 m tiap2 gundukannya. ukuran gundukannya yang tinggi kadang membuat pengendara motor yg belum ahli atau sepeda anak2 terjatuh saat melaluinya.
bagi pengendara mobil keberadaan polisi tidur itupun cukup menyulitkan juga, karena posisinya yang dibawah tanjakan kadang membuat mobil2 yang akan melewatinya mati mesin atau bahkan mundur. bahkan bisa juga menggoret kolong jenis kendaraan tipikal rendah.
bagi si pembuat polisi tidur mungkin dia tidak merasa kesulitan dengan adanya gundukan beton yang melintang didepan rumahnya. tapi bagaimana dengan orang-orang yang posisi rumahnya paling atas dimana setiap harinya harus melalui jalan sempit menanjak ditambah harus melewati juga polisi tidur yang merepotkan..?
tolong dong bijak..
jangan karena alasan punya anak kecil dirumah, atau punya usaha, atau karena kepentingan pribadi lainnya lantas bisa membuat polisi tidur seenaknya, tanpa mengikuti aturan yang berlaku.
mana ada tetangga yang mau mencelakakan tetangganya..!
Jumat, Desember 4
polisi tidur
Selasa, Agustus 11
kado istimewa diawal agustus..
saatnya sekarang seseorang maju dan menunjukan pada dunia. khususnya memberikan "peringatan" bagi mereka, para teroris dibumi indonesia (noordin m.top dan yang lainnya), bahwa "jika Lo macem2 dengan bangsa ini, Lo kami sikat..!!!".
Baca selengkapnya......
Rabu, April 8
nggak milih, bukan berarti golput..
sebetulnya data tahun berapa sih yang dipakai oleh KPU..?
koq bisa-bisanya orang yang sudah bertahun-tahun lamanya pergi masih juga mendapatkan hak suaranya, sementara saya, suami, beberapa teman yang saya kenal, tetangga belakang rumah saya, dan mungkin masih banyak warga lainnya yang tidak disebutkan tetapi telah terdzalimi "HAK"-nya, yang dilihat dari persyaratan lebih syah dan masih berstatus warga setempat malah tidak mendapatkan hak suaranya???.
Baca selengkapnya......
Selasa, Februari 24
Helm
***
kita bisa berfikir, berbicara, bergerak, dan banyak lagi berkat hasil kerja otak. Seluruh panca indera kita dikendalikan oleh otak.
Jadi jika sel-sel otak yang berkaitan dengan panca indera itu rusak, maka fungsi indera kita juga bakal rusak atau tidak berfungsi normal.
atau juga memakai helem hanya gara-gara takut ditangkap polisi, jadi si helm nya itu hanya berfungsi sebagai topi/hiasan kepala, cuman sekedar nempel dikepala saja.
masih belum cukupkah iklan layanan masyarakat yang terpampang di jalan-jalan ataupun yang tersiar di media massa yang memberitakan akan kegunaan helm..?
belum puaskah medengar kabar kematian orang-orang yang menyepelekan helm..?
ataukah apa karena banyak orang-orang indonesia yang merasa dirinya jagoan bak si pitung, super hero dari betawi itu kah?
kalau tidak...
gunakan helm-mu mulai dari sekarang..!!
Baca selengkapnya......
Kamis, Februari 12
egois
seharusnya dengan kapasitas otaknya yang cemerlang, dengan kebiasaan menjaga ibunya bertahun-tahun -yang digambarkan sangat kekanak-kanakan itu- itu sudah menjadi cukup alasan bahwa dia seharusnya berbuat lebih bijak/dewasa dalam melakukan sesuatu.
apalagi ditambah kondisi tubuhnya yang sangat rapuh - dikit-dikit berdarah, dikit-dikit tulangnya remuk/patah, dikit-dikit benjol- dan berada dekat sekali dengan sekawanan vampire harusnya membuat dia sedikit sadar diri akan kelemahannya itu. tapi lagi-lagi si bela melakukan kesalahan yang sama, berbuat hal-hal yg konyol dan bodoh dan ga masuk akal, mungkin karena dia tau bahwa dia sangat dicintai dan juga dibutuhkan. (huh sebel..!)
tapi yang ada hanya memperpanjang penderitaan dari kedua belah fihak. (huh menyebalkan...!!)
Baca selengkapnya......
Jumat, November 21
Pelajaran ikhlas..
yang berinti sarikan (menekankan) bahwa para jemaah haji “harus ikhlas menerima jarak yang jauh antara pemondokan dengan tempat pelaksanaan ibadah haji”, untuk melengkapinya disebutkan pula bahwa “semakin jauh tempat beribadah akan semakin banyak pula pahala yang akan diraih oleh para jemaah tersebut”.
Ikhlas muncul dari diri masing-masing dengan sendirinya. Dengan ikhlas seseorang akan mengenyampingkan materi, popularitas, penghormatan atau peng-hargaan dirinya semata-mata karena mengharapkan ridha Allah SWT.
ibu menyimpulkan bahwa si nara sumber yang kecewa itu bisa jadi ikhlas atau memang tidak ikhlas, atau awalnya ikhlas tetapi berakhir dengan tidak ikhlas, atau tidak ikhlas tetapi maksain jadi ikhlas (bingung..bingung deh..:-p). Tetapi diluar itu, harus ada aturan yang berlaku dan disepakati serta wajib ditaati oleh semua, agar jangan sampai ada fihak yang memanfaatkan “keikhlasan” seseorang.
Lantas semua contoh ketidak adilan diatas bisakah langsung terhapus hanya dengan kalimat “tolong di ikhlasin aja yah..”???.
Baca selengkapnya......
Kamis, Juli 3
Gara2 harga gas selangit, ibu mencak-mencak...
1. Pemerintah,
Solusinya :
fihak yang ingin mengambil kesempatan dalam kesempitan, fihak yg ingin mengeruk keuntungan dalam penderitaan orang lain, dengan cara menimbun gas yang seharusnya mereka jual, agar langka dipasaran yang otomatis akan menaikan harga jual gas mereka, padahal para penimbun tersebut membeli gas-gas tersebut dengan harga normal pada pertamina. dampaknya banyak banget bahkan bisa ngerusak stabilitas perekonomian. Bayangin aja, kalau seandainya saya adalah sebagai penjual nasi goreng dipinggir jalan yang berjualan dengan menggunakan gas sebagai alat memasaknya yang saya beli dengan harga yang selangit, tentunya saya akan menaikan nilai jual nasi goreng yang saya buat, kalau seandainya pembeli nasi goreng saya adalah para supir angkot, atau pedagang kecil-kecilan tentunya mereka pun akan mencari uang tambahan lain agar dapat membayar nasi goreng saya yang sudah saya naikan harganya, alhasil para supir angkot and tukang jualan tersebut akan menaikan tarif ongkos angkot dan atau harga jual barang2 mereka, ujung-ujungnya semua akan kena dampak kenaikan harga diberbagai bidang hanya gara-gara harga gas yang selangit yang diakibatkan penimbuner yang ingin mencari untung.







