DaisypathAnniversary Years Ticker
Lilypie 6th to 18th PicLilypie 6th to 18th Ticker
Lilypie 3rd Birthday PicLilypie 3rd Birthday Ticker
Tampilkan postingan dengan label opiniku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label opiniku. Tampilkan semua postingan

Jumat, Desember 4

polisi tidur

kamu pasti sudah tau kan arti dari polisi tidur...?
ya, istilah ini digunakan pada sebuah jalan yang ditinggikan (gundukan) yang melintang ditengah jalan. kita bisa melihatnya dibanyak ruas jalan hampir diseluruh wilayah indonesia. kecuali mungkin dijalan tol maupun di jalan2 utama.

keberadaan polisi tidur ini sebagai rambu tanda bahaya bahwa disekitar situ terdapat banyak anak-anak kecil atau terdapat sebuah tempat usaha. jadi sejauh ini fungsinya untuk mengurangi laju pengendara dijalan tersebut.



kebanyakan polisi tidur ini bisa ditemui dijalan yang kecil, seperti misalnya jalan di tengah perumahan/komples, atau gang2 di perkampungan.
salah satunnya yaitu polisi tidur di gang menuju rumahku.

sebetulnya jarak antara rumahku dengan jalan utama kurang lebih sekitar 150 m, tapi jarak tempuhnya jauh lebih lambat dan juga berbahaya dibanding tempat lain dengan jarak tempuh yang sama. koq bisa?

karena kondisi jalan menuju rumahku harus melewati tanjakan terlebih dahulu diperparah pula dengan adanya polisi tidur disepanjang jalan tanjakan tersebut. tidak tanggung-tanggung ada 7 buah polisi tidur yang melintang diantara jalan di gang rumahku itu. jaraknya kurang lebih 5-10 m tiap2 gundukannya. ukuran gundukannya yang tinggi kadang membuat pengendara motor yg belum ahli atau sepeda anak2 terjatuh saat melaluinya.

bagi pengendara mobil keberadaan polisi tidur itupun cukup menyulitkan juga, karena posisinya yang dibawah tanjakan kadang membuat mobil2 yang akan melewatinya mati mesin atau bahkan mundur. bahkan bisa juga menggoret kolong jenis kendaraan tipikal rendah.

bagi si pembuat polisi tidur mungkin dia tidak merasa kesulitan dengan adanya gundukan beton yang melintang didepan rumahnya. tapi bagaimana dengan orang-orang yang posisi rumahnya paling atas dimana setiap harinya harus melalui jalan sempit menanjak ditambah harus melewati juga polisi tidur yang merepotkan..?


tolong dong bijak..
jangan karena alasan punya anak kecil dirumah, atau punya usaha, atau karena kepentingan pribadi lainnya lantas bisa membuat polisi tidur seenaknya, tanpa mengikuti aturan yang berlaku.

mana ada tetangga yang mau mencelakakan tetangganya..!





Baca selengkapnya......

Selasa, Agustus 11

kado istimewa diawal agustus..

sejak diberitakan penangkapan gembong teroris terkenal di indonesia yaitu Noordin m. top pada sabtu (8/8) di temanggung jawa tengah, hampir bisa dipastikan berita tersebut menjadi topik terhangat minggu ini ntah itu di media massa maupun dalam percakapan para bapak/ibu dikampungku.


setiap hari -hampir setiap jam- pemberitaan mulai dari kronologis peristiwa, sejarah pergerakan gerombolan teroris pimpinan noordin m.top di indonesia, sampai pada tanggapan dari berbagai kalangan baik yang pro maupun yang kontra, memperlengkap kehebohan berita tersebut.




tetapi dibalik pro kontranya masyarakat terhadap berita kematian Noordin m. top tersebut. tetap saja langkah yang telah dilakukan dansus 88 dengan menembak mati para teroris (dikabarkan salah satunya adalah noordin m. top) adalah awal sebuah kemenangan yang patut diacungkan jempol.


faktanya, apakah itu memang si otak pelaku pengeboman selama ini -noordin m.top ataupun bukan. tetap saja POLRI telah mampu mengembalikan kredibilitasnya, kekuatannya, sehingga setidaknya mampu menanamkan rasa kepercayaan dan rasa aman di dada masyarakat pada khususnya.


jadi seharusnya seluruh lapisan masyarakat juga media massa, baik tokoh politik, tokoh masyarakat, alim ulama, dan sebagainya, sebaiknya mendukung penuh langkah yang telah diambil POLRI ini, dengan mengeluarkan statement yg positif dan menyejukan.


bagaimanapun bangsa ini telah dirugikan bertahun-tahun, masyarakat telah dibuat resah selama ini.
saatnya sekarang seseorang maju dan menunjukan pada dunia. khususnya memberikan "peringatan" bagi mereka, para teroris dibumi indonesia (noordin m.top dan yang lainnya), bahwa "jika Lo macem2 dengan bangsa ini, Lo kami sikat..!!!".



good job POLRI. Two thumbs up 4 all of u guys..!!.




Baca selengkapnya......

Rabu, April 8

nggak milih, bukan berarti golput..

tinggal menghitung jam, pemilu akan digelar di indonesia. 44 partai dengan hampir 1,7 juta caleg akan memperebutkan puluhan ribu kursi anggota dewan (termasuk DPD/Dewan Perwakilan Daerah). Padahal, total jumlah kursi anggota dewan dan DPD yang tersedia hanyalah sekitar 18.000-an se-Indonesia.


nggak terbayang berapa banyak lembaran kertas berisi daftar caleg dan partai harus dicetak, berapa banyak spidol dan tinta jari yang dibutuhkan, berapa banyak kotak pemungutan suara yang harus dibuat, belum lagi uang saku bagi panitia dan para saksi di setiap TPS (tempat pemungutan suara) dan banyak hal lainnya. Tentunya membutuhkan biaya yang super duper banyak. jadi bisa dipastikan sangat..sangat..sangat mahal sekali biaya pemilu kali ini, dan pastinya juga lebih heboh dibanding pemilu sebelumnya.



tapi kehebohan pemilu sekarang ini sepertinya tidak akan saya -dan suami- rasakan kali ini :-(



Beberapa hari terakhir saya memang agak was-was, karena mendengar beberapa kawan saya sudah mendapat kartu tanda pemilih, sementara saya dan suami belum juga menerima kartu tersebut. padahal beberapa bulan sebelumnya suami saya sudah memberikan foto kopi-an KTP, dan kartu keluarga pada RT di tempat kami, sampai 2 kali malah (karena khawatir pak RT-nya lupa).





dan perasaan was-was itu semakin menjadi-jadi ketika para tetangga kami mulai mendapat kartu tanda pemilih tersebut, sementara saya dan suami masih belum mendapat kepastian apapun. Akhirnya tadi malam, kami berangkat menuju rumah pak RT, untuk mencari keterangan tentang kepastian "HAK" kami sebagai pemilih. dan benar saja pak RT cuman bilang "ini diluar wewenang saya, nama sampean dan istri tidak tercantum dalam daftar pemilu kali ini..". "data pemilih ini diambil dari kelurahan, nama sampean belum masuk sepertinya.." tambahnya lagi.



beribu protes sebetulnya ingin saya sampaikan, tapi mengingat pak RT nya sudah sangat sepuh, juga karena memang akan sia-sia saja, mengingat hasilnya sudah tidak bisa diganggu gugat lagi, akhirnya kami berpamitan pulang, dengan setumpuk kekecewaan dalam dada kami.



saat diperjalanan, kami mampir sebentar di rumah RT - komplek BDI- tempat kami tinggal dulu saat pertama kali datang ke balikpapan. untuk mencari tahu, barangkali saja nama kami terdaftar sebagai pemilih di tempat yang lama. tetapi sama seperti sebelumnya. pak RT nya cuman bilang bahwa nama kami tidak terdaftar di TPS setempat. bahkan pak RT nya bilang bahwa beliau kebingungan untuk menyebarkan kartu tanda pemilih yang masih bertumpuk dirumahnya pada warganya, karena banyak warga yang tercatat sebagai pemilih tetapi sudah tidak tinggal dilingkungan RT nya lagi.



iseng-iseng saya nelepon teman sekaligus tetangga rumah saya waktu masih tinggal BDI, ternyata teman saya itu -dan juga suaminya- tidak tercantum sebagai pemilih juga, padahal teman saya itu sudah lebih lama tinggal di Balikpapan dibanding kami. Tidak hanya itu, teman saya lainnya (yang masih tinggal di RT yang sama), diapun tidak mendapatkan hak pilihnya, padahal teman saya itu sudah lebih 4 tahun tinggal di RT tersebut. aneh bukan..?? beberapa orang yang masih tercatat sebagai penduduk RT setempat tidak mendapatkan hak suaranya, sementara bagi penduduk yang sudah lama pergi malah disediakan kartu tanda memilih.



saya jadi berfikir,
sebetulnya data tahun berapa sih yang dipakai oleh KPU..?
koq bisa-bisanya orang yang sudah bertahun-tahun lamanya pergi masih juga mendapatkan hak suaranya, sementara saya, suami, beberapa teman yang saya kenal, tetangga belakang rumah saya, dan mungkin masih banyak warga lainnya yang tidak disebutkan tetapi telah terdzalimi "HAK"-nya, yang dilihat dari persyaratan lebih syah dan masih berstatus warga setempat malah tidak mendapatkan hak suaranya???.



ngapain saja sih kerjaan orang yang ditugasin mendata pemilih..? apa kerjanya cuman copy paste saja dari komputer yang memuat data yang sudah sangat kadaluwarsa tersebut..?? atau apakah memang pemilu kali ini mah tidak disediakan petugas penyurvey penduduk..???




Its ok lah kalau kami tidak bisa ikutan pemilu cagub sebelumnya. kalau memang kami dianggap masih sebagai penduduk baru dilingkungan kami. Tetapi pemilu 2009 masih juga belum terdaftar..?? ooh... PLEASE deh..!!! kami akan genap 2 tahun jadi warga Balikpapan bulan November mendatang pak/bu..!!



ngapain dong saya dan suami bersusah-susah payah bolak balik ngurusin KTP dan segala tetek bengek urusan yang menyangkut kepindahan ke kantor kelurahan, ke kecamatan, dan kantor lainnya yang bersangkutan.



Bersabar berbulan-bulan lamanya menunggu permohonan kami dikabulkan untuk menjadi warga Balikpapan, mencoba menaati segala peraturan yang ditetapkan didaerah baru kami, berusaha untuk menjalankan segala kewajiban kami sebagai Warga Negara Indonesia yang baik. Sementara yang seharusnya menjadi HAK kami sebagai pemilih malah diabaikan, hanya gara-gara sebuah alasan konyol "belum terdaftar di kelurahan/catatan sipil..!!!"



dada saya terasa sesak. memendam rasa kecewa dan putus asa yang semakin membludak. tiba-tiba saya teringat percakapan dengan ibu mertua saya tadi siang, "disini juga banyak warga yang tidak mendapat kartu pemilih, ntah kenapa..? tapi anehnya si aa (-suami saya-) dan adek (sekarang lagi kul di jogja) malah terdaftar sebagai pemilih di TPS sini.." sahut ibu mertua saya dari ujung telepon.



lalu saya jadi teringat percakapan dengan bapak saya, lewat telepon juga. Beliau mengatakan bahwa adek dan ipar sayapun tidak mendapatkan hak suaranya lagi dalam pemilu kali ini. padahal adek dan ipar saya tersebut sudah mengurus KTP sebagai tanda bukti untuk menjadi warga setempat yang syah beberapa tahun yang lalu di kantor kelurahan yang hanya berjarak 10 meter dari rumahnya.



jadi KPU, selama 5 tahun ini ngapain ajah sih lo..???







Baca selengkapnya......

Selasa, Februari 24

Helm

Banyak banget hal kecil disekitar kita yang dianggap sepele atau bahkan tidak dipandang sama sekali, salah satu contohnya yaitu pemakaian helm (pelindung kepala) saat menjalankan kendaraan roda dua.

***

otak adalah organ terpenting dalam tubuh ini. Otak manusia berisi sekitar 100 miliar sel yang tersusun secara sangat canggih. fungsinya sebagai pusat pengendali.
kita bisa berfikir, berbicara, bergerak, dan banyak lagi berkat hasil kerja otak. Seluruh panca indera kita dikendalikan oleh otak.
Jadi jika sel-sel otak yang berkaitan dengan panca indera itu rusak, maka fungsi indera kita juga bakal rusak atau tidak berfungsi normal.



Mengingat begitu penting dan dominannya otak dalam keseharian kita, semestinya kita menghargai otak kita tersebut. Karena dia adalah aset untuk kita hidup dan terus berkembang.


Maka dari itu diciptakanlah sebuah benda yang dinamakan HELM. helm pada dasarnya diperuntukan bagi para pengendara roda dua (baik motor maupun sepeda), dan juga bagi orang-orang yang beresiko tinggi mengalami cedra dikepala, seperti misalnya para pembala mobil, atlet terbang layang, tukang bangunan dsb.


Seiring kemajuan zaman, helm pun dibuat secantik dan sekeren mungkin dengan tidak melupakan nilai keamanan dan kenyamanannya. Begitu banyak helm yang menawarkan beragam pilihan, mulai dari yang tampilannya macho sampai yang terlihat genit dengan warna-warni yang mencolok.


Tapi segitu banyaknya jenis helm tersebut, masih saja ada orang (khususnya pengendara sepeda motor) yang memilih untuk tidak memakai helm, dengan alasan biar rambut/jilbab ga kusut, ada juga yang memakai helm tapi jenis palsu alias helm catok - seperti helmnya para pekerja bangunan.
atau juga memakai helem hanya gara-gara takut ditangkap polisi, jadi si helm nya itu hanya berfungsi sebagai topi/hiasan kepala, cuman sekedar nempel dikepala saja.


Masih kurangkah Undang-undang yang mewajibkan penggunaan helm bagi para pengendara motor..?
masih belum cukupkah iklan layanan masyarakat yang terpampang di jalan-jalan ataupun yang tersiar di media massa yang memberitakan akan kegunaan helm..?
belum puaskah medengar kabar kematian orang-orang yang menyepelekan helm..?
ataukah apa karena banyak orang-orang indonesia yang merasa dirinya jagoan bak si pitung, super hero dari betawi itu kah?


adakah yang akan menjamin kita untuk tetap selamat saat mengendarai motor..?
kalau tidak...
gunakan helm-mu mulai dari sekarang..!!






Baca selengkapnya......

Kamis, Februari 12

egois

ya..ibu memang nyontek salah satu sub judul yang ada dalam bukunya stepheni meyer -ntah serial yang mana (lupa)-.


setelah membaca 3 bukunya -seri terakhir belum sempet kebeli- ibu mulai kesel dengan sikapnya si bela yang sok menjadi pusat dari segalanya.
seharusnya dengan kapasitas otaknya yang cemerlang, dengan kebiasaan menjaga ibunya bertahun-tahun -yang digambarkan sangat kekanak-kanakan itu- itu sudah menjadi cukup alasan bahwa dia seharusnya berbuat lebih bijak/dewasa dalam melakukan sesuatu.
apalagi ditambah kondisi tubuhnya yang sangat rapuh - dikit-dikit berdarah, dikit-dikit tulangnya remuk/patah, dikit-dikit benjol- dan berada dekat sekali dengan sekawanan vampire harusnya membuat dia sedikit sadar diri akan kelemahannya itu. tapi lagi-lagi si bela melakukan kesalahan yang sama, berbuat hal-hal yg konyol dan bodoh dan ga masuk akal, mungkin karena dia tau bahwa dia sangat dicintai dan juga dibutuhkan. (huh sebel..!)




ok, ibu tahu bela emang ceroboh -diluar kenyataan bahwa dia memiliki IQ jenius- dan juga pembawa sial (itu sih emang pasti..). tapi hal yang paling menyebalkan bagi ibu yaitu ketika dia tidak bisa memilih diantara dua pilihan -setidaknya sampai serial ke3 dalam bukunya-, antara edward atau jacob. dua pria yang mempunyai kepribadian dan latar belakang yang bertolak belakang. bagaimana mungkin disaat yang bersamaan dia bisa mencintai dua sosok mahluk legenda tersebut? ibu tidak percaya bahwa ada orang yang bisa mencintai 2 orang -dalam hubungan percintaan orang dewasa- dalam satu waktu dengan kadar yang sama. setidaknya harus ada salah satu yang memiliki poin lebih tinggi atau lebih rendah. dan sesulit apapun SEHARUSNYA bela menentukan pilihan...!



dan lagi-lagi karena kebodohannya atau mungkin lebih tepatnya keserakahannya. bella mengombang-ambingkan perasaan keduanya, mengulur-ulur waktu hanya demi kepuasan dirinya semata, berdalih atas nama belas kasihan atau apapunlah namanya.
tapi yang ada hanya memperpanjang penderitaan dari kedua belah fihak. (huh menyebalkan...!!)


setelah melewati buku ke-3 ini, ibu malah menyesal karena pernah berkeinginan untuk menjadi sosok Bella Swan. Hmm.. ibu lebih baik dari dia kayaknya... tapi tentu saja itu tidak mengubah keadaan, tau kan maksud ibu...?? (LOL)




Baca selengkapnya......

Jumat, November 21

Pelajaran ikhlas..

Ada banyak sekali kata ikhlas yang sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari.


Ibu pernah membaca sebuah surat yang bernadakan protes disebuah milist (yg ibu ikuti). Disebutkan bahwa sang nara sumber rada kecewa karena artikel yang beliau buat untuk milist itu dijiplak habis oleh member lain di milist itu juga, lalu dimuat di media massa tanpa meminta izinnya terlebih dahulu serta tanpa menyebutkan sumbernya.

Tau nggak tanggapan dari sekian banyak surat yg masuk?, intinya kebanyakan surat menyatakan bahwa, si nara sumber harus belajar menerima kenyataan tersebut dengan lapang dada alias ikhlas. Karena dengan ikhlas si nara sumber akan mendapatkan pahala yang luarrr biasaaa dari Sang Pencipta. Tidak ada seorangpun mencela tindakan si pelaku penjiplakan.




Baru-baru ini, dibeberapa stasiun tv. Muncul pula Iklan Layanan Masyarakat (ILM) tentang ibadah haji. Dalam ILM tersebut dibahas tentang teori ikhlas serta kebaikannya,
yang berinti sarikan (menekankan) bahwa para jemaah haji “harus ikhlas menerima jarak yang jauh antara pemondokan dengan tempat pelaksanaan ibadah haji”, untuk melengkapinya disebutkan pula bahwa “semakin jauh tempat beribadah akan semakin banyak pula pahala yang akan diraih oleh para jemaah tersebut”.


Jadi sebetulnya ikhlas itu apa sih..?


Ikhlas adalah : semata-mata bertujuan karena Allah SWT ketika melakukan ketaatan.
Ikhlas muncul dari diri masing-masing dengan sendirinya. Dengan ikhlas seseorang akan mengenyampingkan materi, popularitas, penghormatan atau peng-hargaan dirinya semata-mata karena mengharapkan ridha Allah SWT.


dari hal diatas,
ibu menyimpulkan bahwa si nara sumber yang kecewa itu bisa jadi ikhlas atau memang tidak ikhlas, atau awalnya ikhlas tetapi berakhir dengan tidak ikhlas, atau tidak ikhlas tetapi maksain jadi ikhlas (bingung..bingung deh..:-p). Tetapi diluar itu, harus ada aturan yang berlaku dan disepakati serta wajib ditaati oleh semua, agar jangan sampai ada fihak yang memanfaatkan “keikhlasan” seseorang.

Seperti pemondokan para jemaah haji indonesia yang paling jauh dibanding jemaah haji lainnya (berjarak 10 km dari tempat pelaksanaan ibadah), kasus 200 jemaah haji ONH + yang terlantar 2 hari dibandar udara Internasional Kualalumpur Malaysia, prasarana medis jamaah indonesia yang belum tertata baik, dan masih banyak contoh kasus lainnya yang sangat merugikan jamaah. Padahal ongkos berangkat haji jemaah indonesia adalah yang termahal di dunia.
Lantas semua contoh ketidak adilan diatas bisakah langsung terhapus hanya dengan kalimat “tolong di ikhlasin aja yah..”???.


Kalau ditanya ikhlas, tentu saja para jamaah itu akan ikhlas, karena niat awal mereka berkunjung kesana adalah Lillahita’ala, walaupun harus mengeluarkan segunung biaya dan harus melewati berbagai ujian. Tetapi bagi fihak yang melakukan kecerobohan/ketidak adilan apakah anda ikhlas dijuluki “si pencuri hak..?”.






Baca selengkapnya......

Kamis, Juli 3

Gara2 harga gas selangit, ibu mencak-mencak...

Saat ini harga isi tabung gas nembus angka Rp. 90.000,- / 12 kg di balikpapan, kaget campur kesel jadinya, gimana nggak gitu sebelumnya harga gas cuman Rp. 60.000,-/tabung, tiba-tiba cuman selang 1 bulan aja harganya sampe melambung jauh banget, dan yang tambah bikin sebelnya yaitu karena gas susah banget dicari, udahmah mahal.... langka pula, menyebalkan...!!!




Menurutku fihak yang paling bertanggung jawab dalam hal ini adalah :

1. Pemerintah,
karena telah mencabut subsidi gas untuk kalangan industri tetapi tanpa dibarengi dengan peraturan yang jelas, menyebabkan kalangan industri memborong gas yang seharusnya diperuntukan oleh kalangan rumah tangga, yang pada akhirnya kebijakan tersebut salah sasaran, dan ujung2nya masyarakat yang dirugikan.

Solusinya :

Buat peraturan dong, buat undang-undang yang jelas, siapa-siapa aja yang berhak menerima gas yang bersubsidi dengan yang nggak, bagi yg ngelanggar termasuk semua fihak yang bekerjasama dg sipelanggar kenai hukuman yg seberat-beratnya.
  • Awasi pendistribusian gas, bagi out let gas yg nimbun or ngejual ke fihak industri, beri hukuman yg berat, cabut izin usahanya.
  • Pendistribusian gas jangan hanya dimonopoli oleh pertamina aja, cobalah terbuka bagi perusahaan lain, jadi tidak ada kata stok gas yg menipis atau macet, dengan adanya produsen lain yg berjualan akan membuat persaingan bisnis yang sehat.
  • (langkah terakhir) Stop subsidi gas!!!. artinya kalau sudah tidak ada yang disubsidi orang tidak akan ada yang nimbun, tidak akan ada yg jual keluar negeri, soal harga jadi mahal???, akh... sekarang aja yg katanya untuk kalangan rumah tangga masih disubsidi tapi nyatanya harga tetep muahaaaaaaaaaalllll benerrrr....., yang ada malah para penimbuner, fihak industri nakal, dan orang2 jahat lainnya yang ongkah-ongkah kaki menikmati subsidi gas.

    2. Penimbuner

    fihak yang ingin mengambil kesempatan dalam kesempitan, fihak yg ingin mengeruk keuntungan dalam penderitaan orang lain, dengan cara menimbun gas yang seharusnya mereka jual, agar langka dipasaran yang otomatis akan menaikan harga jual gas mereka, padahal para penimbun tersebut membeli gas-gas tersebut dengan harga normal pada pertamina. dampaknya banyak banget bahkan bisa ngerusak stabilitas perekonomian. Bayangin aja, kalau seandainya saya adalah sebagai penjual nasi goreng dipinggir jalan yang berjualan dengan menggunakan gas sebagai alat memasaknya yang saya beli dengan harga yang selangit, tentunya saya akan menaikan nilai jual nasi goreng yang saya buat, kalau seandainya pembeli nasi goreng saya adalah para supir angkot, atau pedagang kecil-kecilan tentunya mereka pun akan mencari uang tambahan lain agar dapat membayar nasi goreng saya yang sudah saya naikan harganya, alhasil para supir angkot and tukang jualan tersebut akan menaikan tarif ongkos angkot dan atau harga jual barang2 mereka, ujung-ujungnya semua akan kena dampak kenaikan harga diberbagai bidang hanya gara-gara harga gas yang selangit yang diakibatkan penimbuner yang ingin mencari untung.


    Nah orang-orang seperti inilah yang seharusnya diberi hukuman yang seberat-beratnya, dan dicabut izin usahanya, karena sudah merusak hak hidup orang banyak.

    Baca selengkapnya......
  •