DaisypathAnniversary Years Ticker
Lilypie 6th to 18th PicLilypie 6th to 18th Ticker
Lilypie 3rd Birthday PicLilypie 3rd Birthday Ticker

Sabtu, Februari 21

Balikpapan








Ada satu hal menarik tinggal di Balikpapan (BPN). Yaitu, kami bisa mendengar suara horn-nya kapal-kapal laut, saat tengah malam atau menjelang pagi.

Sungguh, kami tidak menyangka bisa menjadi bagian dari kota tepi pantai di Kalimantan Timur ini.




Dulu, saat ibu masih tinggal di Subang, ibu harus menempuh perjalanan belasan km untuk mencapai tepian pantai. Dan tentu saja pantainya Subang tidak selebar pantai di BPN. Tipikal Pantura lah...







Begitupun dengan abah, kampung tempat abah tinggal waktu kecil berada cukup jauh pula dengan pantai. Jadi bisa dibilang jarang sekali ibu ataupun abah melihat pantai.





Semenjak tinggal di BPN, setiap saat kami bisa melihat pantai dan lautnya yang terbentang luas. Apalagi jarak antara rumah dengan pantai cukup dekat, kurang lebih 1 km saja. Jadi nggak heran disaat suasana sepi kami bisa mendengar suara horn-nya kapal yang sedang lewat. bahkan dari salah satu kamar dibagian atas rumah kami, pemandangan laut BPN bisa terlihat jelas (walau dalam bentuk sudut kecil saja).




Tidak hanya itu pemandangan laut BPN juga bisa terlihat diantara deretan bangunan sepanjang jalan menuju sekolah abang fathir ataupun arah menuju kantornya abah.





Saat berbelanja di pasar tradisional maupun di Mall, saat jajan di warung/kafe, ketika di airport, di Hotel, belakang gedung olah raga, dan banyak tempat lagi, semuanya berlatar belakang sama, pantai...pantai...dan pantai..., dengan lautnya lepasnya yang tenang.




keren bukan..!








Baca selengkapnya......

Sabtu, Februari 14

Surat untuk abah

dear abah,


ibu tidak tahu apakah ibu nulis surat ini karena terpengaruh tanggal 14 februari, sebuah tanggal yang bermakna bagi segolongan orang. atau karena memang lagi ingin nulis saja.


hmm..ok deh.., mungkin sedikit terpengaruh, gimana nggak gitu coba... saat bangun tidur pagi ibu sudah mendapatkan sms berisikan "happy valentine" dari nomor asing yang tidak tercantum dalam daftar contact ibu. saat mengantar bang fathir sekolah, beberapa spanduk kecil dengan tulisan pink-nya yang menyala terpampang menarik perhatian diatas beberapa toko. begitupun lagu-lagu lembut penuh cinta yang diriquest seseorang untuk someone spesialnya mengalun merdu dibeberapa gelombang radio yang ibu dengar. bantal pink bulu berbentuk cinta bergelayutan dengan indahnya, bunga mawar imitasi aneka warna terbungkus plastik bening begitu mudahnya dijumpai hampir disepanjang toko selama perjalanan. belum lagi ketika menyalakan TV begitu banyak iklan dan program acara yang berhubungan dengan hari ini. Bahkan sampai sore, saat membuka milist..saat membaca postingan blog-nya orang lain.. hampir semuanya bertemakan sama, "Valentine" dalam beragam versi dan sudut pandang. Jadi gimana ibu tidak terpengaruh seharian ini...? Bagaimana remaja muslim sekarang tidak terbuai dengan moment 14 februari ini..? semuanya begitu mencolok, begitu mudah, dan ada disekeliling kita.



yahh...bagaimanapaun ibu hidup dizaman sekarang, zaman yang sedikit lebih maju dibanding abad sebelumnya, dimana semua informasi bisa didapat dengan mudah tanpa terkecuali. dan ibu tidak bisa membendungnya. ibarat seperti saat sedang berenang ditepi pantai -ketika semua ombak itu datang, ibu tidak bisa menolak kedatangannya, ibu hanya bertahan, berusaha agar tidak terseret lebih jauh arus gelombang, itu saja.


abah sayang,

ibu menulis surat ini bukan untuk mencari pembenaran atas apa yang sudah ibu dapatkan hari ini, juga bukan untuk menghakimi para remaja (muslim) itu.


Sepertinya memang tidak adil melihat kenyataan bahwa bangsa yang memperkenalkan budaya ini begitu menggagung-agungkan hari ini, sementara disaat yang bersamaan mereka sama sekali tidak berbuat apa-apa untuk mencegah kejahatan kemanusian di palestina yang terang-terangan sudah berlawanan dengan kasih sayang yang selalu mereka gembor-gemborkan setiap saat.


Benar-benar tidak adil ketika melihat hampir semua orang (muslim) dibuai dengan momen valentine ini. Sementara jauh-jauh hari sebelum hari kasih sayang ini ditetapkan, Rasul kita sepanjang zaman, Nabi Muhammad SAW, telah begitu banyak mencontohkan perilaku kasih sayangnya, tidak hanya terhadap keluarganya tetapi juga berlaku bagi musuh-musuhnya, orang yang terhina dalam masyarakat kala itu, semua binatang, dan mahluk hidup lainnya. sehingga tidaklah heran Allah SWT membuatnya menjadi suri tauladan, panutan, contoh yang benar dalam kehidupan ini, karena dedikasinya yang tinggi terhadap kasih sayang, baik secara vertikal maupun horizontal.


abah ganteng,

sudah lebih dari sehari ibu membuat surat ini, tetapi ibu masih belum bisa menuliskan kata-kata indah, kalimat yang penuh cinta untuk menunjukan perasaan ibu saat ini.
ibu hanya ingin berterimakasih atas perhatian dan pengertiannya abah yang begitu besar pada ibu dan anak-anak selama ini.
Makasih untuk semuanya. Mudah-mudahan Allah mendengarkan dan mengabulkan semua doa ibu. Mudah-mudahan kita akan terus bersama, bersama anak-anak, dan keluarga besar kita, didunia dan disyurga nanti.







dengan penuh cinta,

ibu

Baca selengkapnya......

Jumat, Februari 13

Hari bersedih

"bu sekarang adalah hari bersedih" ujar bang fathir mengagetkan ibu. Ibu yang sedang asyik menyetir mobil menoleh melalui kaca spion diatas kepala ibu. "kenapa bisa gitu..?" tanya ibu penasaran sambil memperhatikan raut muka bang fathir sesaat. "tadi ada perpisahan ibu guru..., bu umi pindah kelas ..." sahut bang fathir lagi. titik-tikik kecil air menghiasi ujung hidungnya dan bagian atas bibirnya.


Sekilas sosok bu Umi -wali kelasnya bang fathir- berkelebat dalam benak ibu. Seorang perempuan yang memiliki wajah ramah dan sabar, seorang guru yang bisa berkata tegas disaat saat tertentu, juga seorang ibu bagi semua muridnya ketika dikelas.





"oh... memang bu umi pindah kekelas mana..?" tanya ibu sedikit kaget -dan sedikit merasa kehilangan juga- tidak menyangka mendengar kabar sedemikian cepat tanpa ada pemberitahuan sebelumnya. "ga tau...." bahu bang fathir bergerak terangkat keatas. "tadi temen-temen abang banyak yang nangis.., ada yang bersuara gede banget..., ada yang setengah besar..." ujarnya lagi.


"trus...abang nangis juga..?" lagi-lagi ibu memperhatikan bang fathir melalui kaca spion. "nggak....,sedikit aja sih...cuman.... hiks..gitu ajah.." sahutnya sambil memperagakan menarik nafas berat. "abang nangisnya dalam hati saja.." suaranya memelan. Ibu tidak berkata apapun. tapi sesekali ibu masih memandangi bayangan bang fathir yang serius memperhatikan situasi dibagian luar kaca jendela mobil hitam transparan .



"ga enak yah bu berpisah itu.." ujarnya tiba-tiba, suaranya terdengar serak. Sejenak ibu memandangi bayangan bang fathir lagi. tidak menyangka bahwa kalimat yang barusan ibu dengar itu keluar dari bibirnya yang belum genap berusia 7 tahun. "memangnya abang merasa gimana..?" tanya ibu pelan menyembunyikan emosi. "erm...ga tau..ga enak aja..." abang fathir sedikit menunduk sambil mempermainkan jemarinya, suaranya masih terdengar serak dan sedikit bergetar. "hei..abang kan masih bisa ketemu bu Umi setiap harinya..., diruang guru...atau abang bisa main ke kelas barunya bu umi kalau abang mau.." suara ibu terdengar riang. "kelasnya bu Umi nggak di Istiqomaaahhh lagi buuuu..." ucapnya jengkel "besok bu Umi udah ga masuk sekolah lagi...." nadanya masih terdengar antara jengkel dan sedih.

"eh tadi bu umi kasih kenang-kenangan lho buat semuanya.." tiba-tiba suara abang fathir berubah riang. tanpa ditanya abang langsung nyeroscos. "semuanya dikasih es krim dan kacang ijo.." abang fathir terkikik geli -membayangkan larangan ibu yang dilanggarnya dengan sukses hari ini-. fhh ibu menahan nafas, tapi mengingat peristiwa yang sudah dialami bang fathir disekolah tadi cukup membuat ibu sedikit ikhlas untuk melupakan larangan -mengkonsumsi es disaat sedang batuk pilek- itu sesaat.



"trus abang dan teman-teman ngasih kenang-kenangan apa sama bu Umi..?" tanya ibu tenang. "ga ngasih apa-apa..", "abang cuman bilang makasih aja..., dua kali.." sahut abang fathir datar. "kenapa abang bilang makasih...?" tanya ibu lagi. "erm...karena abang sudah dikasih ilmu....dikasih lain-lain...dikasih banyak deh..." suara abang memelan dan bergetar lagi. "teman abang yang nangisnya gede banget malah ga bilang makasih.., abang aja yang bilang makasih..aneh..." ceroscosnya lagi lebih ringan.



"bang kalau abang dikasi uang sama ibu, abang mau beliin apa buat bu umi..?" tanya ibu sambil memperhatikan arus lalulintas didepan. "ga tau..., lagian bu umi kan besok udah ga masuk sekolah lagi.." ujarnya datar. ibu tidak berkata apa-apa lagi. hanya berkonsentrasi mengemudi. setitik air menggenang dipelupuk mata ibu.






Baca selengkapnya......

Kamis, Februari 12

egois

ya..ibu memang nyontek salah satu sub judul yang ada dalam bukunya stepheni meyer -ntah serial yang mana (lupa)-.


setelah membaca 3 bukunya -seri terakhir belum sempet kebeli- ibu mulai kesel dengan sikapnya si bela yang sok menjadi pusat dari segalanya.
seharusnya dengan kapasitas otaknya yang cemerlang, dengan kebiasaan menjaga ibunya bertahun-tahun -yang digambarkan sangat kekanak-kanakan itu- itu sudah menjadi cukup alasan bahwa dia seharusnya berbuat lebih bijak/dewasa dalam melakukan sesuatu.
apalagi ditambah kondisi tubuhnya yang sangat rapuh - dikit-dikit berdarah, dikit-dikit tulangnya remuk/patah, dikit-dikit benjol- dan berada dekat sekali dengan sekawanan vampire harusnya membuat dia sedikit sadar diri akan kelemahannya itu. tapi lagi-lagi si bela melakukan kesalahan yang sama, berbuat hal-hal yg konyol dan bodoh dan ga masuk akal, mungkin karena dia tau bahwa dia sangat dicintai dan juga dibutuhkan. (huh sebel..!)




ok, ibu tahu bela emang ceroboh -diluar kenyataan bahwa dia memiliki IQ jenius- dan juga pembawa sial (itu sih emang pasti..). tapi hal yang paling menyebalkan bagi ibu yaitu ketika dia tidak bisa memilih diantara dua pilihan -setidaknya sampai serial ke3 dalam bukunya-, antara edward atau jacob. dua pria yang mempunyai kepribadian dan latar belakang yang bertolak belakang. bagaimana mungkin disaat yang bersamaan dia bisa mencintai dua sosok mahluk legenda tersebut? ibu tidak percaya bahwa ada orang yang bisa mencintai 2 orang -dalam hubungan percintaan orang dewasa- dalam satu waktu dengan kadar yang sama. setidaknya harus ada salah satu yang memiliki poin lebih tinggi atau lebih rendah. dan sesulit apapun SEHARUSNYA bela menentukan pilihan...!



dan lagi-lagi karena kebodohannya atau mungkin lebih tepatnya keserakahannya. bella mengombang-ambingkan perasaan keduanya, mengulur-ulur waktu hanya demi kepuasan dirinya semata, berdalih atas nama belas kasihan atau apapunlah namanya.
tapi yang ada hanya memperpanjang penderitaan dari kedua belah fihak. (huh menyebalkan...!!)


setelah melewati buku ke-3 ini, ibu malah menyesal karena pernah berkeinginan untuk menjadi sosok Bella Swan. Hmm.. ibu lebih baik dari dia kayaknya... tapi tentu saja itu tidak mengubah keadaan, tau kan maksud ibu...?? (LOL)




Baca selengkapnya......

Minggu, Februari 8

ibu jatuh cinta lagi....

Hari ini dimulai ibu dengan penuh gairah.

Setelah bangun pagi, ibu bertukar baju dengan baju yang terlipat rapi didalam lemari, ibu sudah menggosok gigi, sedikit "bersih-bersih" dikamar mandi, walaupun tidak sampai mandi, karena alasan klise –dingin-, dan heii...ini kan hari libur.., saatnya bersenang-senang dong.


Selesai melakukan shalat subuh, ibu kembali disibukan dengan sesuatu yang membuat ibu berdebar karena gembira.



Tangan ibu sudah menggenggam erat, sebuah buku yang lumayan tebal, twilight. Novel yang telah membuat ibu penasaran –setelah ibu membaca resensinya pluzt sedikit terhasut opini orang tersebut diblognya- sehingga ibu memutuskan untuk membelinya di gramedia tadi malam.


Lembaran demi lembaran dalam buku itu ibu lalui dengan perasaan campur aduk, ada beberapa bagian yang membuat ibu merasa gelisah –untuk segera membaca halaman berikutnya- tetapi selebihnya ibu merasa banyak bunga bertaburan didalam hati, sempat ibu berfikir; alangkah menyenangkan jadi seorang Isabella Swan, yang dicintai sepenuh hati oleh orang seseorang yang sangat tampan dan anggun, hingga ibu berharap bahwa Bella adalah ibu tapi tentu saja tanpa ada kata vampire didalamnya ...!! (akh...ibu memang penakut yang pandai berkhayal hehehe...)


Hingga tidak terasa ibu telah menghabisakan waktu berjam-jam, tanpa melakukan kegiatan apapun, untung saja abah bisa mengerti kebiasaan ibu yang satu ini, dan lagi-lagi ibu beruntung mempunyai asisten seperti si mbak dirumah yang selalu siap siaga melakukan semua intruksi ibu :-)


Jantung ibu tidak pernah behenti berdebar, andai saja ibu dipasang alat pendeteksi jantung seperti yang dipakai bella saat koma di RS tentu bunyinya tidak kalah nyaring dan kacau dari grafik punyanya. Tapi tanpa memakai alat itu abah cukup tahu apa yang sedang dirasakan ibu, “kayaknya ibu melalui masa remaja kurang bahagia nih” ledek abah ketika melihat ekspresi wajah ibu yang berubah-ubah terus.


“ughhh ibu ingin lihat filem nyaaaa...” lenguh ibu sambil sesekali berganti posisi membaca, kadang sambil telungkup, kadang telentang, duduk, bahkan jongkok didepan meja ruang TV. Sayang filmnya sudah tidak diputar lagi di ceneplex, dan ini yang sangat ibu sesali -karena ibu telah terperdaya pada kata Vampire dalam display image yang pernah ibu lihat sekilas di ceneplex- . Ibu berharap bisa mencocokan gambaran sosok Edward Cullen dalam benak ibu dengan aktor pemeran dalam filemnya, pasti sangatlah menyenangkan duduk selama kurang lebih 2 jam, menikmati adegan romantis yang mendebarkan sambil ngemil sekantong pop corn dan sebotol kecil diet coke.


Sore hari -ibu tidak tahu tepatnya- saat langit berubah keemasan dan angin mulai berhembus sejuk, ibu telah menamatkan Twilight seri 1 dengan sedikit rasa pening dikepala.


Tapi bunga-bunganya itu masih melekat didalam hati ibu. Dan ibu tidak sabaran untuk segera membeli dan membaca lagi serial berikutnya. Untung saja ibu melihatnya kemaren –masih bertumpuk- di Gramedia. Aihhh...ibu senang sekali hari iniiiii.........!!!!








Baca selengkapnya......

Kamis, Februari 5

Pasir Ridge Boot Camp '09

Baca selengkapnya......

Minggu, Januari 25

gojot, ceg-ceg kah-kah, kotot, ilas-ilas, hia-hio

bingung kan baca judul diatas..? hehe..
sebetulnya judul diatas adalah gabungan beberapa istilah ciptaan mamang kakang (adek ibu paling kecil), abang fathir, dan adek karan yang sering diucapkan disaat-saat tertentu.


masih banyak istilah karangan mamang kakang lainnya, tapi yang paling sering diucapkan dan yang masih teringat oleh ibu hanya kata "gojot". ntah apa maksudnya, mamang kakang saat kecil cukup sering menyelipkan kata aneh itu saat berbicara ataupun saat sedang marah. jadi nggak heran julukan mamang kakang waktu dulu yaitu "si gojot", bahkan adek kedua tertua dari ibu sampai sekarang tetap memanggilnya "adik gojot".




lain lagi dengan istilah karangannya abang fathir.
awalnya abah dan ibu nggak ngeh maksud dari istilah "ceg-ceg kah-kah". kata itu biasanya lebih sering diucapkan ketika dalam perjalanan. abang bilang "ayo bu/bah berangkat/pulangnya lewat ceg-ceg kah-kah yah.." pintanya, setiap akan melakukan perjalan. "apa sih ceg-ceg kah-kah itu maksudnya?", bathin ibu penasaran setiap kali mendengar abang mengucapkan kata yang cukup aneh tersebut. sebanyak apapun abang menjelaskan maksud dari kata itu, ibu tetap saja tidak mengerti. Dan ibu baru menangkap maksudnya saat ketika melewati sebuah jalan yang agak menonjol permukaannya, abang akan langsung menggumam, "ceg-ceg kah-kah...".



akh... ya ampun, rupanya abang menggunakan istilah ceg-ceg kah-kah itu pada polisi tidur tho. ibu jadi geli mendengarnya. sampai sekarang abang masih menggunakan "ceg-ceg kah-kah", walaupun abang sudah tau istilah resminya. Sampai-sampai adek karanpun terbawa-bawa menggunakan istilah karangan abang fathir pada sebuah gundukan jalan yang melintang. "ceg-ceg kah-kah..." ucapnya serius.



kotot..? nah ini yang masih menimbulkan pertanyaan hingga sekarang. sampai detik ini ibu dan juga abah belum menemukan maksud kata tersebut. biasanya abang mengucapkan kata ini ketika sedang kesal. "abang marah sama adek.., adek ngambil mainan abang, kotot..., sudah.. abang tidak mau main sama adek lagi, kita ga usah temenan dengan adek ya bu.., kotot..!!!". kira-kira begitulah istilah kotot ketika diucapkan abang fathir saat marah.



kalau istilah "ilas-ilas"-nya adek karan, sebetulnya diambil dari sebuah lagu religi yang sangat bermakna buat adek, ibu akan membahasnya pada suatu saat nanti (insyaAlloh). sebuah senandung puji-pujian yang sering dilantunkan ibu-ibu pengajian yang menyentuh hati. beberapa penyanyi religi terkenal pernah menyanyikannya dengan beragam versi. "ILA HILLAS TULIL FIRDAUSI AHLAN………WA LA AKWA A’LA NARIL JAHIIMII………FAHABBLI TAUBATAWWAGHFIR ZUNUBI.....FA INNAKAGHO FIRUN ZANBI A’ZIIMII……" (duh Gusti sim abdi...sanes ahli syurga...nanging moal kiat.... lebet kanaraka....mugi Gusti kersa maparinan taubat....da Gusti nu sok ngahampura dosa rosa...).



setiap adek karan bersedih hati, adek akan bilang "bu ilas..ilass...", pintanya sambil memeluk ibu. awalnya tentu saja ibu kebingungan. tapi setelah tahu maksudnya adek tersebut, ibu langsung memeluk adek sambil menyenandungkan lagu tersebut... dan adek akan menangis dalam pelukan ibu.



baru-baru ini, adek memproklamirkan istilah baru dirumah "hia-hio..". waduh apapula tuh maksudnya..? istilah barunya adek ini cukup populer dirumah. bahkan anak kucing yang baru seminggu ini betah dirumah, dijuluki "si hia-hio" oleh abah. adek mengucapkan istilah ini ketika sedang menangis, "huaaaa..hu..hu..huaaa..hiaaa..hiiooo..huaaa.." sahut adek sambil berurai air mata. tidak saja saat sedang menangis, kadang adek memintanya sebagai tema dongeng pengantar tidur. "celitain hia-hio..." begitu katanya. saat ditanya "dek, hia-hio itu apa..?", adek akan langsung menjawab "hiaaaa...hioo...hiaaa...hiooo....!!" serunya lantang sambil tertawa-tawa. hmmm... sepertinya istilah itu digunakan adek sebagai pengganti kata menangis...(???)



tauk ah... ada ada ajah emang...anak anak tuh... ^_^!






Baca selengkapnya......

Rabu, Januari 21

arti sebuah pelukan..

"sudahkah kamu memeluk anakmu sendiri hari ini? berapa banyak pelukan yang sudah kamu berikan untuk mereka setiap harinya..?"
sebetulnya pertanyaan diatas lebih ditujukan pada diri ibu sendiri. sebuah pertanyaan yang membuat ibu berhenti sejenak untuk merenung.


***


ibu baca artikel tentang arti sebuah pelukan disini, disebutkan salah satunya bahwa pelukan bisa membuat anak tumbuh lebih sehat.
tidak dipungkiri pelukan itu sangat menyenangkan, bahkan bagi orang setua ibu. ibu sangat senang saat abah memeluk ibu, atau ketika mamah/mamah mertua; bibi; nenek; memeluk ibu, tidak terkecuali pada teman yang baru ibu kenal tetapi dengan tanpa canggungnya teman tersebut memeluk erat ibu. seperti menemukan sebuah sandaran, sebuah perlindungan, merasa dihargai, dicintai dan sangat berarti jadinya.



apa yang ada dalam benak anak-anak yah saat mereka dipeluk...? mungkin apa yang dirasakan ibu tidak akan jauh berbeda dengan perasaan abang dan adek saat mereka dipeluk. pada intinya akan memunculkan berbagai perasaan menyenangkan setelahnya.




tubuh manusia terdiri dari milyaran syaraf yang saling berhubungan, tiap syaraf tersebut berpusat diotak. ketika jari tangan kita teriris pisau, dalam hitungan persekian ribu detik otak kita menyampaikan pesan "sakit". Mungkin kita tidak menyadarinya, tetapi dalam rentang waktu tersebut sebuah pesan dari jari tangan disampaikan kepada otak melalui sistem syaraf atau yang lebih dikenal neuron dalam pelajaran biologi. Bandingkan dengan piranti komputer yang selama ini diagung-agungkan sebagai benda tercanggih saat ini. berapa detik komputer bisa mengakses;menyimpan;memunculkan data yang kita butuhkan. tentunya jauh lebih lambat dari perangkat (neuron) yang telah Alloh ciptakan dalam tubuh manusia.


begitupun saat tubuh kita dipeluk, syaraf2 disekeliling tubuh (kulit) kita akan merasakan semua sentuhan tersebut, meresponnya, dan mengirimkan pesan tersebut pada otak hingga timbulah perasaan senang, bahagia dan sejenisnya dikepala. tentu saja hal tersebut bisa menimbulkan hormon positif yang berguna untuk kesehatan.
tidak hanya itu sebuah pelukan bisa membuat hati menjadi damai, tenang, nyaman selain perasaan dicintai dan dihargai tentunya.


jauh sebelum para peneliti menemukan pentingnya sebuah pelukan. Suri tauladan kita, Nabi Besar Muhammad S.A.W, telah banyak mencontohkan perilaku penuh kasih sayang tersebut pada istri, anak, cucu, teman-temannya beliau. Tanpa ragu Rasulullah akan memeluk siapa saja yang membutuhkan kasih sayang saat itu. seperti kisahnya seorang anak kecil yang kedua orang tuanya yang telah bercerai dan menelantarkan si anak yang malang tersebut. Dengan penuh kasih sayang Rasulullah memeluk erat anak kumal yang baru dijumpainya itu sambil berkata : "Wahai anak kecil yang dikasihi Allah, maukah jika engkau menjadi anakku, aku menjadi ayahmu, dan Aisyah menjadi ibumu?", anak kecil itu sampai meneteskan air mata bahagia mendengarnya. kemudian Rasullulah menggendongnya, dan membawanya pada Sayidatina Aisyah untuk dimandikan. atau ketika Rasulullah memeluk Amar bin said dengan penuh haru atas semangat jihadnya yang tinggi padahal Amar baru saja ditinggal mati syahid bapaknya. Dan banyak kisah lainnya yang telah Rasulullah contohkan....


***


hari ini ibu berjanji, hal pertama kalinya yang akan ibu lakukan adalah memeluk abang dan adek ketika mereka bangun pagi.
dan untuk mengingatkan ibu (dan juga abah), ibu menulis didalam kertas putih bertuliskan huruf besar yang ditempel didinding kamar tidur ibu dan abah : SUDAHKAH ABAH & IBU MEMELUK ABANG DAN ADEK HARI INI..!!!







Baca selengkapnya......

Kamis, Januari 8

Save Children of Palestine !!!!




beberapa hari terakhir ini, sering muncul pemberitaan tentang konflik Gaza Palestina baik di media massa lokal, nasional, maupun international.
berita memilukan tersebut mampu mencuri perhatian dari segenap penjuru dunia.
ntah apa yang ada dalam benak zionis Israel sampai sedemikian tega memborbardir warga sipil palestina yang tidak berdosa. Alasan klisenya (yang selalu dipakai oleh para penjahat perang) untuk menghancurkan senjata dan para pejuang Palestina, zionis Israel berhasil dengan sukses membantai lebih dari 600 rakyat palestina, kebanyakan korban terdiri dari anak-anak dan wanita, serta ribuan orang luka-luka, dalam sepekan ini.









setiap hari, setiap detik puluhan nyawa meregang ditanah gaza, anak-anak kecil yang tidak berdosa, yang tidak mengerti apa yang sedang terjadi harus ikut menanggung penderitaan, hidup dalam penuh ketakutan, dan kepedihan. lebih dari 30 % korban yang meninggal adalah anak-anak. dalam umur sekecil itu mereka harus menerima cobaaan yang begitu berat atas keangkuhan dan kebiadaban dari para pemimpin Israel, dan antek-anteknya.






Sekarang, selain ancaman serangan bom, warga gaza-pun terancam kekurangan bahan makanan, air bersih, obat-obatan, listrik, dan pakaian. Karena lebih dari setahun Zionis Israel dibantu Mesir telah memblokir seluruh akses menuju gaza baik melaui laut maupun udara. Karena larangan bala bantuan masuk oleh pemerintah Mesir ini lah, kondisi pengungsi dan korban agresi militer Israel semakin buruk. karena mereka tertahan di daerah konflik Gaza.




Bahkan presiden Mesir Hosni Mubarak, seperti yang diberitakan oleh Eramuslim, mengatakan bahwa : "'Hamas tidak boleh menang dalam perang melawan Israel", tegas Mubarak. Berfihaknya Mesir pada zionis Israel merupakan sebuah bentuk penghianatan terhadap tragedi kemanusiaan, dan seluruh umat islam pada umumnya.


Banyak protes yang dilancarkan dari berbagai belahan dunia, tetapi tidak menyurutkan langkan Zionis Israel untuk tetap menghancurkan warga palestina.


****


apa yang anda rasakan kalau hal itu menipa anak-anak kita, orang tua, saudara2 kita..??
Tidakah para pemimpin Zionis Israel itu mempunyai hati nurani....??? bukankan setiap manusia yang terlahir dibekali oleh hati nurani dan akan fikiran..??
Apa yang telah Tuhan mereka katakan..sehingga kedzaliman terus terjadi..??? bukankan setiap agama, setiap wahyu, setiap Tuhan selalu mengatakan hal yang sama..?? atau "kasih sayang" itu hanya ada dalam agamaku sajakah..?? Tuhan itu hanya ada dalam agamaku sajakah..?? surga dan neraka itu hanya ada dalam agamaku sajakah..???

Ya Alloh Yang Maha Pengasih dan Penyayang,
andaikan aku diberi kemampuan dan kesempatan,
aku ingin mengundang mereka ya Alloh, anak-anak palestina, dan para orang tua itu untuk berlindung dirumahku.
sekedar terlepas dari kelaparan, ketakutan, dan rasa sakit.

Tapi jika itu tidak mungkin terjadi,
berikanlah kekuatan pada diri mereka, kesabaran dalam menerima cobaan, jauhilah mereka dari rasa sakit, lapar, dan takut. Limpahilah rahmatMu bagi semua orang yang terdzalimi itu, dan berilah tempat terbaik baik disisimu bagi para korban perang itu.
Tunjukilah Kasih SayangMU ya Alloh yaa rahmaan yaa rahyym..








Baca selengkapnya......

Rabu, Januari 7

nonton "laskar pelangi"

Telah hadir Cineplex XXI di Balikpapan. yippii...

sebetulnya launching nya sudah sejak bulan desember lalu, tapi baru kali ini kami bisa mengunjungi bioskop XXI tersebut, itupun setelah temannya abah ngasih tahu ada film "laskar pelangi" yang sedang diputar disana.

siang itu juga, ibu langsung browsing, cari judul-judul filem yang diputar hari itu. dan dari 4 judul film yang diputar, memang terdapat "laskar pelangi" didalamnya.

setelah menyusun rencana, akhirnya waktu tayang yang jam 4.40 lah yang kami pilih. "ibu beli dulu ajah tiketnya duluan..nanti biar sepulang abah dari kantor, kita langsung bisa nonton.." sahut abah.
"oki doki.." jawab ibu penuh semangat.

****

3.50

ibu, abang, dan adek sudah duduk rapi dalam mobil.
ibu berangkat lebih awal, karena sudah ada janji ketemu dengan mbak lukie terlebih dahulu, setelah itu baru ibu jemput abah di kantor.




Bioskop XXI itu terletak dilantai 6 gedung Pasar Baru Square (PaBas) yang baru saja dibangun. Sebuah gedung bertingkat yang sangat megah yang kedepannya akan dipergunakan sebagai tempat jual beli bagi warga balikpapan dan warga kaltim pada umumnya.


Gedung ini bersebelahan dengan gedung hypermart yang rampung lebih awal. Dan telah dibuka sejak awal bulan desember lalu juga. Tetapi tidak seperti gedung hypermart yang pembangunannya telah hampir 100% selesai, gedung Pabas masih dalah tahap finishing, jadi jangan heran saat menuju bioskop XXI, selama perjalanan dalam gedung Pabas tersebut, masih terlihat perbaikan disana sini, masih banyak pekerja yang lalu lalang dengan segala peralatannya, dan belum terlihat satupun toko yang dibuka kecuali cinema XXI itu saja.


Tapi semua pemandangan yang menurut ibu sedikit "horror" (karena kami harus menyusuri 6 lantai parkir yang berliku dan masih kosong, kayak gedung berhantu dalam filem2 gitu deh..^_^!) itu tergantikan dengan kemewahan ala Cinaplex XXI, saat kami sampai dipintu utama hall bioskop tersebut.
Beberapa rangkaian bunga sisa peresmian dibagian depan, menyambut kedatangan para pengunjung yang masih belum begitu banyak. Udara AC yang berhembus sejuk, dan suasana interior gedung yang berkilau keemasan, diselingi aroma kopi dan popcorn panggang sedikit menghilangkan ketegangan ibu saat diperjalanan tadi.


Akhirnya kami langsung masuk kedalam gedung bioskop, setelah sebelumnya abah dan ibu membujuk abang dan adek yang keukeuh ingin main di "time zone" yang tersedia dibagian depan loket pembayaran. "pokoknya setelah selesai nonton, abang mau main disitu dulu..!" rengek abang fathir.

***

kurang lebih jam 18.30 sore filem tersebut selesai. filem yang sangat menginspirasi, menyentuh sekaligus sangat menyedihkan menurut ibu. potret buruk pendidikan di Indonesia. soal benar atau tidaknya referensi filem tersebut, ibu yakin sampai saat ini kejadian dalam filem tersebut masih ada dalam kehidupan sehari-hari kita di Indonesia.

Tidak seantusias ibu, abang dan adek terlihat tidak begitu menikmati tayangan filem. beberapakali abang bilang "lama bangeettt sih filemnya..", "abang ngantuk bu..", "abang mau main di time zone ajah.." serunya berulang-ulang. begitupun adek kerjanya ngoceh sambil sesekali hilir mudik disekitar bangku penonton yang kosong. Sepertinya abah dan ibu salah pilih filem deh. Laskar pelangi adalah filem yang bagus, tapi filem tersebut baru bisa dinikmati oleh umuran tertentu. Untuk abang, apalagi adek sepertinya belum memahami isi cerita filem tersebut.
Tapi ga papa..lain kali kita bisa nonton lagi, jenis filem yang lebih "menghibur" seru abah pada ibu. wow tentu saja ibu senang banget dengarnya... :-)







Baca selengkapnya......