DaisypathAnniversary Years Ticker
Lilypie 6th to 18th PicLilypie 6th to 18th Ticker
Lilypie 3rd Birthday PicLilypie 3rd Birthday Ticker
Tampilkan postingan dengan label cerita saja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerita saja. Tampilkan semua postingan

Jumat, Oktober 15

pindah rumah (lagi)

yup kami pindah rumah lagi (huffff....)
tau sendiri dong, namanya pindahan itu butuh extra dalam segala hal; ya dana, tenaga, mental, fisik. apalagi pindahnya antar pulau. capeknya minta ampun deh T__T

kali ini abah ditugaskan kerja di Jakarta, sampai saat ini abah tinggalnya di rumah orang tua abah di tangerang. sementara ibu dan anak-anak memilih tinggal di bandung. karena selain mengisi rumah yang sudah ada. juga ibu lebih familiar dengan suasana kota bandung. jadi abah pulang ke bandung setiap jum'at sore dan kembali ke jakarta pada hari minggu malam.

sedih sih,
karena kami harus tinggal berjauhan, tapi mau gimana lagi. Sampai saat ini, ini adalah jalan yang terbaik bagi kami semua.

sebetulnya keinginan pindah ke pulau jawa sudah ada sejak dulu. hanya kesempatannya baru datang kali ini. tujuan utamanya sih ingin lebih mendekatkan diri pada keluarga besar kami yang semuanya tinggal di pulau jawa. khusunya kami ingin dekat dengan kakek neneknya abang dan adek yang sudah sangat tua. apalagi kakek neneknya dari fihak abah sering sekali sakit. Mungkin karena faktor umur yang mulai uzur.

mudah-mudahan jalan yang telah kami pilih ini di ridhai allah.
go somantries go!!!

Baca selengkapnya......

Jumat, Februari 5

"bu, .. pipis abang berdarah..!".

"buuu, pipis abang berdarah..!", teriak bang fathir dari dalam kamar mandi. sontak ibu langsung berlari menuju kearah kamar mandi. benar saja, air kloset kamar mandi terlihat semerah darah, percikan darah segar lainnya tersebar disekeliling kolset dan lantai. hati ibu terkulai lemas...

saat itu juga abang fathir dibawa ke emergency rs balikpapan husada. hari itu malam senin, sekitar jam 7.30an. abang langsung mendapat perawatan medis dari perawat dan dokter yang jaga di ruang gawat darurat rs balikpapan husada.



abang fathir dianjurkan melakukan tes urin saat itu juga, untuk melihat berbagai kemungkinan yang terkandung dalam urinnya tersebut. lagi2 abang mengeluarkan darah segar dalam pipisnya. tapi reaksi abang tetap tidak berubah, dia masih ketawa-ketawa cengengesan sambil sesekali bertanya "bu.. abang nggak mau disuntikkkk..abang takuutt.." sahutnya berkali-kali. ibu tidak bisa berkata apapun, hati dan fikiran ibu masih diliputi beribu pertanyaan dan rasa cemas yang menyesakan dada.

kurang lebih setengah jam lamanya abah, ibu, abang dan adek menunggu didepan ruang laboratorium. rentang waktu yang terasa sangat lama bagi abah dan ibu. abang mulai terlihat sedikit lemas, dia tergolek dikursi penunggu sambil sesekali menggumam "abang takut.." sahutnya perlahan. abah terus membelai kepala abang yang bersender diatas pangkuannya, menjawab pertanyaan-pertanyaan bang fathir dengan raut wajah yang terlihat dipaksakan. sementara ibu tidak kuasa menahan tetesan air mata yang tidak henti-hentinya memenuhi ruang kelopak mata ibu. ibu lalu berjalan berputar-putar dikoridor rumah sakit untuk menghindar tatapan bang fathir dan juga abah, berusaha menenangkan diri dan berdoa bahwa semuanya akan berakhir dengan baik.

akhirnya hasil tes urin itupun siap. dokter jaga membacakan hasilnya didepan abah dan ibu. sementara abang dan adek terlihat asyik bermain berdua. dokter jaga itu mengatakan bahwa hasil dari tes urin tersebut menyatakan bahwa urin abang positip protein. angkanya menunjukan 250. lalu dokter itu menjelaskan berbagai kemungkinan yang bisa menyebabkan urin terdeteksi mengandung protein. salah satunya yaitu gagal ginjal yang membuat hati abah dan ibu bertambah lemas. tapi untuk lebih memastikannya dokter menganjurkan untuk melakukan tes lain dengan dokter spesial ginjal besok harinya. dan menyarankan agar abang untuk banyak beristirahat dulu dirumah. saat itu abang hanya diberikan obat antibiotik claneksi oleh dokter jaga tersebut. akhirnya kamipun pulang.

sesampainya dirumah abang langsung ibu beri obat antibiotik. malam itu abang kembali pipis berdarah, ruang kamar mandi sampai tercium sedikit bau amis. dalam hati ibu hanya menjerit "ya Allah... tolonglah anaku..". badan ibu sedikit bergetar, tanpa sadar ibu langsung keluar kamar mandi -memanggil abah untuk menggantikan posisi ibu menyirami ceceran darah dilantai dan kloset kamar mandi. ibu tidak sanggup melihatnya. ibu langsung masuk kamar dan menangis perlahan.

karena hari sudah larut malam dan juga karena kecapean, abang dan adek langsung tertidur pulas.

besok harinya, saat bangun pagi abang langsung masuk kamar mandi. pipisnya tetap berwarna darah. dan itu ke-4 kalinya -sejak semalam- pipis abang berdarah.

sekitar jam 9 pagi, kami sudah berada lagi di rs balikpapan husada, untuk bertemu dengan dokter spesialis ginjal disana. dokter tersebut langsung memeriksa seluruh badan bang fathir setelah selesai membaca hasil tes semalam. kemudian dokter tersebut menyarankan agar abang dirontgen, untuk melihat kemungkinan batu yang terkandung dalam kantong kemih abang.

kurang lebih 1/2 jam kemudian foto rontgen tersebut selesai, kami langsung masuk kembali keruang dokter tsb. dokter lalu memeriksa dan mengatakan bahwa semuanya baik2 aja. lalu dokter mengemukakan diagnosa awal penyakit abang tersebut dikaitkan dengan bukti secara fisik. abang didiagnosa ginjalnya terkena virus bukan gagal ginjal seperti perkiraan awalnya. karena melihat tanda2 fisik abang yang terlihat segar bugar, dan ceria. untuk lebih memastikannya abang diharuskan menjalani tes urin lagi 3 hari kemudian. sementara itu abang diberi suplemen untuk meningkatkan daya tubuh. abah dan ibu terlihat sedikit lega.

setelah 4 x pipis berdarah, pipis abang mulai terlihat mengalami perubahan, warna darahnya semakin memudar dan akhirnya sama sekali tidak terlihat. pipis abang kembali terlihat normal -bening. ibu dan abah sangat besyukur jadinya.

3 hari kemudian. kami kembali mengunjungi dokter yang sama, untuk melakukan tes urin-nya abang. dan hasilnya sangat memuaskan/melegakan kami semua. urin abang negatif protein.
(Alhamdulillah hirabbil alamin... puji syukur kehadiratmu ya Allah.. atas dikabulkannya doa-doa kami semua)


catatan penting :

seminggu sebelum kejadian pipis berdarah ini abang terkena batuk pilek. secara fisik abang tidak terlihat parah, jadi ibu tidak memberikan obat2an flu pd abang. tetapi dokter spesialis ginjal menduga bahwa virus tersebut telah menyerang fungsi ginjal abang untuk beberapa saat lamanya. karena beliau tidak melihat adanya batu ataupun pembengkakan pd tubuh abang seperti yang dialami oleh penderita nefrotic syndrom atau gagal ginjal lainnya.

jadi jika tiba2 anak anda pipis berdarah tanpa sebab, tanpa rasa sakit, tanpa disertai perubahan fisik yang mencolok, tidak usah panik dan cemas yang berlebihan. mudah2an bahwa pipisnya tersebut hanya sementara saja. oleh karena itu tetap berikan anak anda makanan dan minuman yang menyehatkan, suplemen peningkat daya tahan tubuh anak, banyak beristirahat agar daya tahan tubuh anak cepat meningkat/pulih. tapi tetap untuk lebih meyakinkannya segera bawa anak anda ke rs terdekat.
















Baca selengkapnya......

Senin, November 16

buku pengantar tidur anak

kurang lebih seminggu yang lalu ibu, abang, dan adek lihat-lihat buku di Gramedia. seperti biasanya abang dan adek senang banget kalau diajak kesana. mereka terus berkeliling rak demi rak buku sambil melihat gambar2 di sampul depan buku2 tersebut. sambil tak henti-hentinya berceloteh bahkan kadang teriak jika melihat gambar sampul buku yang menurut abang/adek bagus.



"woow..ada mikuin ..bagus banget... adek mau mikuin aja.." teriak adek spontan saat melihat buku mewarnai bercover mobil mcqueen.
tangannya yang mungil langsung mendekap buku bersampul merah tersebut erat-erat, sementara tangan satunya tetap memegang buku bersampul mickey mouse dan dinosaurus.
tak kalah hebohnya dari adek abang sibuk mencari-cari serial dinosaurus lain yang berbeda dengan pilihan adek, "bu... abang mau buku dinosaurus.. yang kayak punya temen abang disekolah... tapi koq ga ada sih.." teriaknya berulang-ulang.
"cari yang ada aja..." sahut ibu sambil tetap melihat buku2 didepannya.


begitu juga dengan ibu, tak mau kalah dengan abang dan adek yang semangat mencari buku, ibupun akhirnya menjatuhkan pilihannya pada buku kecil berjudul "laila & majnun", juga sebuah buku hardcover berwarna hijau muda yang sangat cantik.
bukan karena sampulnya ibu memilih buku tersebut, tetapi setelah melihat tulisan dibelakang buku tersebut ibu merasa yakin buku itu layak untuk dibaca bareng abang dan adek dirumah menjelang tidur.

judulnya, 365 hari bersama Nabi Muhammad SAW. karya Nurdan damla & Osman turlan.
buku tersebut menceritakan perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW mulai dari kecil hingga besar, dengan penuturan cerita yang mudah dimengerti anak. didalamnya disertai juga peta mekkah dan sekitarnya yang didesain khas anak-anak.
untuk menambah "hidup" jalan ceritanya kadang ibu suka menyelipkan obrolan2 orang-orang/tokoh didalamnya.

kisah perjalanan Nabi Muhammad tersebut dibuat 365 hari dengan tujuan bahwa anak-anak bisa merasakan hadirnya rasulullah dirumahnya setiap malam selama setahun, yang pada akhirnya mereka bisa mengenalnya dengan baik, memahaminya, bahkan mencontohnya sebagai suri tauladan dalam kehidupan sehari-hari.

diluar tujuan yang ingin dicapai ibu melalui buku ini.
buku ini telah menawarkan kemasan yang eye catching, isinya mudah difahami anak dengan gaya penyampaian cerita yang sederhana tapi indah. selain itu karena memang isi ceritanya menarik untuk disimak. ibu saja yang sudah setua ini baru tau sedetail-detailnya tentang rasulullah saw tersebut dari buku itu.

jadi nggak heran jika abang dan adek selalu minta dibacakan lebih setiap selesai cerita untuk hari ini.

terimakasih bagi penulis serta penerbit buku ini. bukunya sangat indah. mudah2an bisa mengilhami kami sekeluarga setiap saat.







Baca selengkapnya......

Selasa, September 8

mudik..mudikk..

Mudik.
menurut ensiklopedia : Mudik adalah kegiatan perantau/ pekerja migran untuk kembali ke kampung halamannya.
Mudik identik dengan tradisi tahunan yang terjadi menjelang hari raya besar keagamaan misalnya menjelang Lebaran. Uniknya tradisi mudik ini hanya ada di Indonesia.






konon katanya tradisi mudik ini sudah ada sejak zaman prasejarah dan terus berkembang sampai sekarang. Untuk lebih lengkapnya silahkan baca disini.
setiap tahunnya jumlah pemudik ini terus meningkat. diperkirakan kenaikan jumlah mudiker pada lebaran kali ini mencapai 15 % dari tahun sebelumnya. atau kurang lebih sebanyak 2.368.293 orang pada lebaran kali ini.



jadi..
jangan kaget kalau kamu melihat pemandangan antrian ribuan calon penumpang yang berjejalan dihampir setiap terminal bis, stasiun kereta api, di pelabuhan2, dan juga di airport.
jangan tercengang melihat konvoi mobil dan motor disepanjang jalan berpuluh bahkan beratus-ratus kilometer panjangnya.
nggak usah heran juga kalau tiba2 mendengar angka kecelakaan, pelanggaran laulintas, dan segala bentuk kriminal lainnya melonjak tinggi.
dan harap dimaklum juga kalau tiba2 harga tiket, makanan, dan biaya akomodasi lainnya melambung tinggi pada detik2 menjelang lebaran.



karena dari segala bentuk kerepotan diatas kamu akan melihat wajah-wajah penuh senyuman, yang memancarkan aura kebahagian dan rasa haru yang mendalam, dimana semua itu tidak bisa terlukiskan dan tidak akan ternilai oleh harga manapun.



sudahkah kamu merencanakan mudik kali ini..?
kalau sudah..
selamat bergabung.. selamat mudik..
dan tetap berhati-hati yaa....!!






Baca selengkapnya......

Senin, Juli 27

dongeng

ibu : "malem ini abang dan adek yang cerita yah..", "adek yg mulai duluan.."?



adek :

"cuatu ali.. adek keluar rumah... trus adek liat ibu ayam lompat-lompat, larinya lompat2.
ibu ayam lagi cari makan, cari ikan, cari daun-daun.
trus biawaknya sembunyi didalam daun..
trus ayamnya digigit, kakinya berdarah
sama abahnya fikri diobati tapi obatnya ga masuk kedalam badan ayam, jadi jalannya masih lompat-lompat, udah..!"



ibu : "oh gitu ya dek ceritanya, seru banget yah...nah sekarang giliran abang.."


abang :


"judulnya : ulat kecil dan semut yang sombong"


"suatu hari ada seekor ulat kecil, ulat ini sering diledekin sama semut2 yang badannya besar, katanya : "aku nggak mau main sama kamu, karena jalanmu pelan".
trus ulat kecil ini makan banyak2.
abis itu ulat kecil nyamperin semut2 besar. "hai semut kita main yuk..". semutnya langsung pada lari.
trus ulatnya makan lagi yang banyak. tapi semut besarnya masih suka ngeledekin.
trus ada juga semut yang sama kecil. keciiiilll banget. dan jalannya pelan. semut kecil dan ulat kecil itu berteman.
karena ulat kecil itu makan terus. jadinya sekarang badannya besar.
trus ulatnya ngantuk "hoeamm..aku ngantuk.. aku bobo dulu ya.."
trus ulatnya bangun "oh aku ada dimana..?".
trus ulatnya tinju2.
trus kepompongnya robek. ulatnya keluar.
trus ada angin yang sangat besar "huaaa aku terjatuh.." teriak ulat.
tapi ulatnya nggak jatuh. soalnya sekarang sudah jadi kupu2 yang cantik dan besar.
trus semut2 besarnya jadi malu.
trus akhirnya semut besar, kupu2 dan semut kecil berteman semuanya"


ibu : " wow seru banget bang, abang pandai banget bercerita yah.."


abang : "sekarang giliran ibu yg cerita"


ibu : "iya ibu akan cerita tapi nanti kalau pas lagi libur ya.."






Baca selengkapnya......

Senin, Juli 13

yuk ke kebun sayur...

Belum komplit rasanya berkunjung ke Balikpapan, jika tidak menginjakan kaki di Kebun sayur.
banyak orang awam kecele ketika mendengar nama tersebut. "KEBUN SAYUR".
pertama kali mendengarnya, yang terbayang dibenak ibu hanya ada 2 ;
1. sebuah area perkebunan sayuran, atau
2. sebuah pasar yang menjual sayur mayur didalamnya.
tetapi semua bayangan ibu akan sayur mayurnya yang montok2, hiruk pikuk sebuah pasar tradisional, terpupus sudah kala ibu menginjakan kaki di pasar tersebut.


yup, ternyata dihadapan ibu kini sudah berdiri sebuah kompleks pertokoan. terdiri dari puluhan kios kecil semi permanen berderet rapi, bukan sayur mayur yang ibu temui, melainkan ratusan bahkan ribuan bentuk aneka kerajinan tangan cantik terpajang didalamnya.
mulai dari assesoris ; gelang, kalung, bross, ikat pinggang yang terbuat dari batu-batuan khas kalimantan, ada juga batu2 mulia lainnya seperti misalnya berlian, batu akik, batu shafir, batu zamrud, giok, dsb, yang dijual perbutir.




di beberapa toko ada juga yang menjual pernak-pernik khas dayak, mulai dari baju-baju tradisional suku dayak, pedang, tameng, tas manik, dompet manik, tas rajut, sampai puluhan cendramata lainnya seperti misalnya lampit rotan, ukiran dari kayu ulin yang dibentuk gelas, piring, atau perahu2an, batik kalimantan, sarung samarinda dan banyak lagi.
semua benda-benda tersebut terpajang menarik mata siapa saja yang berkunjung kesana.


dikawasan pertokoan itu bisa dijumpai juga warung-warung yang menjajakan makanan khas banjar, dengan aneka seafood yang menggugah selera.


bagi pengunjung yang akan berbelanja, harus pintar-pintar menawar harga. karena pada umumnya para pemilik toko tersebut menawarkan dengan harga selangit, sampai 2 atau 3 x lipatnya pada wisatawan dari harga biasanya.


jadi bagi yang akan memborong oleh2 atau yang akan membeli dengan jumlah yang banyak, triknya bisa dengan mengatakan "barangnya untuk dijual lagi" pada si pemilik toko. dengan begitu biasanya pelayan/pemilik toko akan meberikan diskon lebih besar bagi orang yang akan menjualnya lagi ditempat lain.


atau kita juga bisa merangkainya sendiri gelang dan kalung tersebut, hitung-hitung mengasah kreatifitas dan mengisi waktu senggang.
untuk bahan bakunya bisa kita jumpai ditoko danau (yang terlengkap) dan toko alaska.
mulai dari bahan batu aneka warna dan bentuk, bahan mutiara air tawar, karet elastis untuk gelang, tali kenur untuk kalung, kalung rantai, sekat perak, atau sekat emas sepuhan, aneka bentuk tang, sampai pernak-pernik lainnya yang bisa mempercantik gelang dan kalung kita.
soal harga tentu jauh lebih murah jika kita rangkai sendiri dong.


jadi siap-siap saja merogoh kocek dalam-dalam, karena keindahannya, keunikan, dan ke-eksotikan semua cendra mata disana sanggup membutakan mata pengunjung manapun yang berbelanja disana.
hmmm...sekali-kali nggak apa-apa lah.. hitung2 menyenangkan hati saudara dan teman2 dikampung, ya kan..? :-)






Baca selengkapnya......

Rabu, Maret 4

Pantai Tanah Merah

Balikpapan adalah kota tepian pantai. karena terbentang hampir di sepanjang pantai. jadi tidaklah heran kalau pemandangan balikpapan didominasi oleh pantainya yang luas dan tenang. oleh karena itu banyak objek wisata pantai yang bisa dikunjungi, salah satunya yaitu pantai Manggar, pantai Lamaru, atau pantai Tanah Merah.


Tiap pantai itu mempunyai kelebihan masing-masing. Pantai Manggar letaknya lebih dekat dengan kota Balikpapan, punya tempat parkiran yang lebih luas, mempunyai banyak kamar bilas/mandi yang lumayan bagus, pokoknya pantainya lebih terawat karena dikelola oleh pemda balikpapan. Banyak perahu wisata, Banana Boat, dan ban untuk berenang yang bisa disewa disana. ongkos masuknya hanya Rp.3000,-/mobil.




Pantai Lamaru, letaknya lebih jauh sedikit dari pantai Manggar. kurang lebih 10-15 menit perjalanan selanjutnya. Pantainya lebih menjorok dari jalan raya. dan jalan menuju kesana masih berupa tanah yang bergelombang. Tidak ada kamar bilas. tapi masih ada penjual makanan serta perahu sewa. pantai lamaru tidak serapi pantai manggar. mungkin karena belum dikelola sepenuhnya oleh pemerintah. tidak ada biaya masuk bagi para pengunjung pantai itu.





Pantai Tanah Merah, letaknya lebih jauh dari pantai Lamaru dan pantai Manggar. untuk mencapai pantai itu dibutuhkan waktu kurang lebih 1 jam dari kota balikpapan. jalan aspal menuju kesana masih banyak yang berlubang. tapi kita disuguhkan pemandangan alam yang menawan sepanjang perjalanan. Bukit ilalang, semak belukar, sisa-sisa hutan hujan tropis, kebun singkong, diselingi rumah-rumah penduduk yang sederhana.





Tidak ada papan petunjuk keberadaan pantai Tanah Merah. Jadi bagi pengunjung yang belum pernah kesana memang harus banyak bertanya pada penduduk setempat, kalau tidak kita bisa tersesat kearah samarinda.
biaya masuk kawasan itu Rp.5000,-/mobil, itupun kalau ada penjaga yang sedang bertugas.




pantai tanah merah lebih besar dibanding pantai lainnya. saat pertama kali datang kita akan disambut oleh hutan pinus yang lebat dan sejuk, tidak akan terbayangkan bahwa ada sebuah pantai yang indah disana. setelah masuk kawasan pohon pinus itu barulah kita bisa melihat tepian pantai dari sela-sela pohon pinus yang tumbuh subur disepanjang pantai.





Pantainya sangat lebar dan landai, pohon bakau dan akar-akarnya yang menjulur masih banyak dijumpai disana. suasananya masih sangat asri dan tenang. ada juga beberapa warung kayu sederhana yang menjual aneka snack dan lontong pecel disana. kadang sekawanan sapi tiba-tiba melintas diantara lebatnya hutan pinus tersebut. jadi jangan heran kalau melihat banyak kotoran sapi yang tersebar dimana-mana.




biasanya pantai itu akan lebih ramai disaat hari libur. kebanyakan mereka datang sambil membawa bekal makanan. ada juga yang sambil membakar ikan atau ayam. kalau dihari biasa, pengunjung relatif sepi. paling-paling hanya ada pasangan muda yang berpacaran.





kumang disanapun lebih besar ukurannya. biasanya mereka dapat ditemukan disekitar akar pohon bakau. tidak ada perahu sewa, tidak ada penjual jasa sewa ban, tidak ada banana boat. tapi pemandangan alamnya lebih asri dibanding pantai lamaru dan pantai manggar.




Jadi tinggal milih saja, liburan kali ini akan mengunjungi pantai manggar kah...?, pantau lamaru..?, atau pantai tanah merah..? :-)






Baca selengkapnya......

Sabtu, Februari 21

Balikpapan








Ada satu hal menarik tinggal di Balikpapan (BPN). Yaitu, kami bisa mendengar suara horn-nya kapal-kapal laut, saat tengah malam atau menjelang pagi.

Sungguh, kami tidak menyangka bisa menjadi bagian dari kota tepi pantai di Kalimantan Timur ini.




Dulu, saat ibu masih tinggal di Subang, ibu harus menempuh perjalanan belasan km untuk mencapai tepian pantai. Dan tentu saja pantainya Subang tidak selebar pantai di BPN. Tipikal Pantura lah...







Begitupun dengan abah, kampung tempat abah tinggal waktu kecil berada cukup jauh pula dengan pantai. Jadi bisa dibilang jarang sekali ibu ataupun abah melihat pantai.





Semenjak tinggal di BPN, setiap saat kami bisa melihat pantai dan lautnya yang terbentang luas. Apalagi jarak antara rumah dengan pantai cukup dekat, kurang lebih 1 km saja. Jadi nggak heran disaat suasana sepi kami bisa mendengar suara horn-nya kapal yang sedang lewat. bahkan dari salah satu kamar dibagian atas rumah kami, pemandangan laut BPN bisa terlihat jelas (walau dalam bentuk sudut kecil saja).




Tidak hanya itu pemandangan laut BPN juga bisa terlihat diantara deretan bangunan sepanjang jalan menuju sekolah abang fathir ataupun arah menuju kantornya abah.





Saat berbelanja di pasar tradisional maupun di Mall, saat jajan di warung/kafe, ketika di airport, di Hotel, belakang gedung olah raga, dan banyak tempat lagi, semuanya berlatar belakang sama, pantai...pantai...dan pantai..., dengan lautnya lepasnya yang tenang.




keren bukan..!








Baca selengkapnya......

Minggu, Januari 25

gojot, ceg-ceg kah-kah, kotot, ilas-ilas, hia-hio

bingung kan baca judul diatas..? hehe..
sebetulnya judul diatas adalah gabungan beberapa istilah ciptaan mamang kakang (adek ibu paling kecil), abang fathir, dan adek karan yang sering diucapkan disaat-saat tertentu.


masih banyak istilah karangan mamang kakang lainnya, tapi yang paling sering diucapkan dan yang masih teringat oleh ibu hanya kata "gojot". ntah apa maksudnya, mamang kakang saat kecil cukup sering menyelipkan kata aneh itu saat berbicara ataupun saat sedang marah. jadi nggak heran julukan mamang kakang waktu dulu yaitu "si gojot", bahkan adek kedua tertua dari ibu sampai sekarang tetap memanggilnya "adik gojot".




lain lagi dengan istilah karangannya abang fathir.
awalnya abah dan ibu nggak ngeh maksud dari istilah "ceg-ceg kah-kah". kata itu biasanya lebih sering diucapkan ketika dalam perjalanan. abang bilang "ayo bu/bah berangkat/pulangnya lewat ceg-ceg kah-kah yah.." pintanya, setiap akan melakukan perjalan. "apa sih ceg-ceg kah-kah itu maksudnya?", bathin ibu penasaran setiap kali mendengar abang mengucapkan kata yang cukup aneh tersebut. sebanyak apapun abang menjelaskan maksud dari kata itu, ibu tetap saja tidak mengerti. Dan ibu baru menangkap maksudnya saat ketika melewati sebuah jalan yang agak menonjol permukaannya, abang akan langsung menggumam, "ceg-ceg kah-kah...".



akh... ya ampun, rupanya abang menggunakan istilah ceg-ceg kah-kah itu pada polisi tidur tho. ibu jadi geli mendengarnya. sampai sekarang abang masih menggunakan "ceg-ceg kah-kah", walaupun abang sudah tau istilah resminya. Sampai-sampai adek karanpun terbawa-bawa menggunakan istilah karangan abang fathir pada sebuah gundukan jalan yang melintang. "ceg-ceg kah-kah..." ucapnya serius.



kotot..? nah ini yang masih menimbulkan pertanyaan hingga sekarang. sampai detik ini ibu dan juga abah belum menemukan maksud kata tersebut. biasanya abang mengucapkan kata ini ketika sedang kesal. "abang marah sama adek.., adek ngambil mainan abang, kotot..., sudah.. abang tidak mau main sama adek lagi, kita ga usah temenan dengan adek ya bu.., kotot..!!!". kira-kira begitulah istilah kotot ketika diucapkan abang fathir saat marah.



kalau istilah "ilas-ilas"-nya adek karan, sebetulnya diambil dari sebuah lagu religi yang sangat bermakna buat adek, ibu akan membahasnya pada suatu saat nanti (insyaAlloh). sebuah senandung puji-pujian yang sering dilantunkan ibu-ibu pengajian yang menyentuh hati. beberapa penyanyi religi terkenal pernah menyanyikannya dengan beragam versi. "ILA HILLAS TULIL FIRDAUSI AHLAN………WA LA AKWA A’LA NARIL JAHIIMII………FAHABBLI TAUBATAWWAGHFIR ZUNUBI.....FA INNAKAGHO FIRUN ZANBI A’ZIIMII……" (duh Gusti sim abdi...sanes ahli syurga...nanging moal kiat.... lebet kanaraka....mugi Gusti kersa maparinan taubat....da Gusti nu sok ngahampura dosa rosa...).



setiap adek karan bersedih hati, adek akan bilang "bu ilas..ilass...", pintanya sambil memeluk ibu. awalnya tentu saja ibu kebingungan. tapi setelah tahu maksudnya adek tersebut, ibu langsung memeluk adek sambil menyenandungkan lagu tersebut... dan adek akan menangis dalam pelukan ibu.



baru-baru ini, adek memproklamirkan istilah baru dirumah "hia-hio..". waduh apapula tuh maksudnya..? istilah barunya adek ini cukup populer dirumah. bahkan anak kucing yang baru seminggu ini betah dirumah, dijuluki "si hia-hio" oleh abah. adek mengucapkan istilah ini ketika sedang menangis, "huaaaa..hu..hu..huaaa..hiaaa..hiiooo..huaaa.." sahut adek sambil berurai air mata. tidak saja saat sedang menangis, kadang adek memintanya sebagai tema dongeng pengantar tidur. "celitain hia-hio..." begitu katanya. saat ditanya "dek, hia-hio itu apa..?", adek akan langsung menjawab "hiaaaa...hioo...hiaaa...hiooo....!!" serunya lantang sambil tertawa-tawa. hmmm... sepertinya istilah itu digunakan adek sebagai pengganti kata menangis...(???)



tauk ah... ada ada ajah emang...anak anak tuh... ^_^!






Baca selengkapnya......

Rabu, Januari 21

arti sebuah pelukan..

"sudahkah kamu memeluk anakmu sendiri hari ini? berapa banyak pelukan yang sudah kamu berikan untuk mereka setiap harinya..?"
sebetulnya pertanyaan diatas lebih ditujukan pada diri ibu sendiri. sebuah pertanyaan yang membuat ibu berhenti sejenak untuk merenung.


***


ibu baca artikel tentang arti sebuah pelukan disini, disebutkan salah satunya bahwa pelukan bisa membuat anak tumbuh lebih sehat.
tidak dipungkiri pelukan itu sangat menyenangkan, bahkan bagi orang setua ibu. ibu sangat senang saat abah memeluk ibu, atau ketika mamah/mamah mertua; bibi; nenek; memeluk ibu, tidak terkecuali pada teman yang baru ibu kenal tetapi dengan tanpa canggungnya teman tersebut memeluk erat ibu. seperti menemukan sebuah sandaran, sebuah perlindungan, merasa dihargai, dicintai dan sangat berarti jadinya.



apa yang ada dalam benak anak-anak yah saat mereka dipeluk...? mungkin apa yang dirasakan ibu tidak akan jauh berbeda dengan perasaan abang dan adek saat mereka dipeluk. pada intinya akan memunculkan berbagai perasaan menyenangkan setelahnya.




tubuh manusia terdiri dari milyaran syaraf yang saling berhubungan, tiap syaraf tersebut berpusat diotak. ketika jari tangan kita teriris pisau, dalam hitungan persekian ribu detik otak kita menyampaikan pesan "sakit". Mungkin kita tidak menyadarinya, tetapi dalam rentang waktu tersebut sebuah pesan dari jari tangan disampaikan kepada otak melalui sistem syaraf atau yang lebih dikenal neuron dalam pelajaran biologi. Bandingkan dengan piranti komputer yang selama ini diagung-agungkan sebagai benda tercanggih saat ini. berapa detik komputer bisa mengakses;menyimpan;memunculkan data yang kita butuhkan. tentunya jauh lebih lambat dari perangkat (neuron) yang telah Alloh ciptakan dalam tubuh manusia.


begitupun saat tubuh kita dipeluk, syaraf2 disekeliling tubuh (kulit) kita akan merasakan semua sentuhan tersebut, meresponnya, dan mengirimkan pesan tersebut pada otak hingga timbulah perasaan senang, bahagia dan sejenisnya dikepala. tentu saja hal tersebut bisa menimbulkan hormon positif yang berguna untuk kesehatan.
tidak hanya itu sebuah pelukan bisa membuat hati menjadi damai, tenang, nyaman selain perasaan dicintai dan dihargai tentunya.


jauh sebelum para peneliti menemukan pentingnya sebuah pelukan. Suri tauladan kita, Nabi Besar Muhammad S.A.W, telah banyak mencontohkan perilaku penuh kasih sayang tersebut pada istri, anak, cucu, teman-temannya beliau. Tanpa ragu Rasulullah akan memeluk siapa saja yang membutuhkan kasih sayang saat itu. seperti kisahnya seorang anak kecil yang kedua orang tuanya yang telah bercerai dan menelantarkan si anak yang malang tersebut. Dengan penuh kasih sayang Rasulullah memeluk erat anak kumal yang baru dijumpainya itu sambil berkata : "Wahai anak kecil yang dikasihi Allah, maukah jika engkau menjadi anakku, aku menjadi ayahmu, dan Aisyah menjadi ibumu?", anak kecil itu sampai meneteskan air mata bahagia mendengarnya. kemudian Rasullulah menggendongnya, dan membawanya pada Sayidatina Aisyah untuk dimandikan. atau ketika Rasulullah memeluk Amar bin said dengan penuh haru atas semangat jihadnya yang tinggi padahal Amar baru saja ditinggal mati syahid bapaknya. Dan banyak kisah lainnya yang telah Rasulullah contohkan....


***


hari ini ibu berjanji, hal pertama kalinya yang akan ibu lakukan adalah memeluk abang dan adek ketika mereka bangun pagi.
dan untuk mengingatkan ibu (dan juga abah), ibu menulis didalam kertas putih bertuliskan huruf besar yang ditempel didinding kamar tidur ibu dan abah : SUDAHKAH ABAH & IBU MEMELUK ABANG DAN ADEK HARI INI..!!!







Baca selengkapnya......

Jumat, Desember 19

cerita tentang si "butikeuk"

masih tentang kucing, ibu teringat kisah dimasa lalu, saat ibu masih duduk dibangku SMP. Saat itu kucing betina ibu mulai memasuki usia puber, beberapa kali ibu melihat "butikeuk" -nama panggilan kesayangan keluarga ibu pada kucing betina itu- sedang kejar-kejaran dengan kucing jantan liar.


terusterang saat awal nama "butikeuk" diusulkan, ibu dan adik-adik yang terhasut provokasi ibu sempat protes, menurut ibu nama itu begitu aneh, janggal, dan sedikit memalukan. selain itu ibu merasa jerih payah ibu mencari nama yang tepat untuk kucing betina itu sia-sia. ibu sendiri sudah memproklamirkan nama "florentina" buat kucing itu jauh-jauh hari. sebuah nama yang keren dan terdengar lebih cantik. hanya saja mamah keukeuh pada pendiriannya bahwa nama kucing tersebut adalah "butikeuk", sesuai dengan karakternya yaitu pendek, gendut, dan lincah. akhirnya semua orang dirumah memanggilnya dengan panggilan pilihan mamah. bahkan sampai paman, bibi dan semua sepupupun ikut memanggilnya dengan nama kampungan itu. akhirnya ibu menyerah dan ikut-ikutan memanggilnya "butikeuk". *_*



kembali ke masalah pubernya si butikeuk...!


kebanyakan orang menganggap kucing itu adalah sebagai binatang peliharaan saja, tidak lebih. sehingga kebanyakan orang memelihara hanya terbatas pada memberi makan saja atau sesekali memandikannya. bagi ibu dan adek-adek kehadiran butikeuk dirumah sudah melampaui batasan diatas tersebut. ibu dan adik-adik merasa butikeuk sudah menjadi bagian dari keluarga. oleh karenanya ibu tidak ingin ada sesuatu hal yang buruk terjadi padanya. salah satunya seperti hamil dan mempunyai anak.
bagaimanapun dengan bertambahnya jumlah kucing dirumah, tentu akan menambah masalah, jadi sebisa mungkin Butikeuk tidak boleh HAMIL..!


untuk itu ibu rela mencari informasi tentang keberadaan dokter hewan sebanyak-banyaknya, saat itu sangat jarang sekali terdengar keberadaan dokter hewan, apalagi dikota kecil tempat ibu tinggal. untung saja rumah ibu satu komplek dengan dinas peternakan. jadi dari sanalah ibu mengenal dokter agus. dokter hewannya butikeuk dikemudian hari.


****


suatu sore, sepulang sekolah, ibu berencana membawa butikeuk ketempat prakteknya dokter agus di jalan. otista. ibu sudah duduk manis didalam becak, sambil menggendong kardus yang berisikan butikeuk yang tampak sedikit gelisah. sampai ditempat praktek, ibu langsung dipersilahkan masuk oleh sang dokter yang terlihat tidak seperti dokter pada umumnya. begitupun ruang perakteknya betul-betul tidak mirip tempat praktek dokter seperti yang ibu pernah lihat selama itu, maklum hari itu adalah pertama kalinya ibu bertemu dan mendatangi tempat praktek dokter hewan. sepertinya ruangannya lebih mirip kamar kost yang penuh dengan baju-baju bekas pakai bergelantungan dibalik pintu.


"ehm.." dokter hewan itu berdehem agak keras, mengagetkan ibu dan butikeuk yang asyik memperhatikan sekeliling ruangan praktek. "ada perlu apa de..?" tanyanya ramah. "erm..ini dok, kucingnya pengen disuntik biar ga bisa hamil.." sahut ibu sedikit gugup. "oh..gitu..sekalian aja, suntik rabies dan suntik biar ga cacingan yah..?" ujar pak dokter sambil sibuk mempersiapkan alat dan obat-obatannya. "boleh deh..." jawab ibu setelah berfikir beberapa saat. "oya namanya siapa..?" tanya dokter itu lagi. "evi dok.." jawab ibu sambil tersenyum manis. "wah nama kucingnya bagus yah..." sahut dokter itu ikut tersenyum. "oh.. evi itu nama saya dok, kalau nama kucingnya butikeuk.." sahut ibu agak terbata-bata antara kaget dan malu. "oh... kirain nama kucingnya evi..." lanjut dokter itu lagi sambil tetap tersenyum. Ya ampuunn...ibu merasa sangat konyol dan bodoh sekali saat itu.


(bersambung) ^_^




Baca selengkapnya......

Jumat, Desember 12

diam

manusia tidak bisa tidak berkomunikasi, hingga "diam" pun adalah bentuk komunikasi.


percaya deh, diam itu adalah bagian dari komunikasi.

salah satu contohnya yaitu, seperti "diam" nya bang fathir saat abang marah sama adeknya. saat mainan abang direbut oleh adek, atau mainan kesayangan abang dipake adek tanpa meminta izinnya terlebih dahulu. Abang akan menutup mulutnya rapat-rapat sambil telungkup diatas kasur, dan tidak menghiraukan semua hal yang ada disekitarnya. termasuk pertanyaan dan bujuk rayu ibu.


atau "diam"nya adek, saat mempunyai makanan atau mainan kesukaannya sambil bersembunyi dibalik pintu. adek tidak ingin dirinya diganggu oleh siapapun saat itu. Atau saat adek terdiam setiap kali mendengar suara petir yang menggelegar.


atau juga, aksi "diam" nya ibu ketika ada hal-hal yang menurut ibu sudah sangat mengecewakannya.


jika anda menemukan anak/suami/istri atau orang-orang di sekeliling anda terdiam dalam beberapa saat lamanya. cobalah anda perhatikan, pasti ada sesuatu yang sedang terjadi dalam diri orang tersebut. ntah apapun itu.. dan orang-orang tersebut (sadar ataupun tidak) sudah memberitahukan pesan yang ingin disampaikan olehnya melalui aksi diamnya itu pada orang disekelilingnya.






Baca selengkapnya......

Jumat, Oktober 17

Kamar 302




Saat di jogja kemarin, keluarga somantri menghabiskan waktu liburannya dikamar ini. sebuah kamar yang sangat bersih dengan peralatan yang lengkap, serta pelayanan-nya yang sangat baik. Para pegawainya yang ramah, menu yang ditawarkan sangat menggugah selera, serta atmosfir di ruangan ini terasa begitu bersahabat. Mencerminkan nilai-nilai Islami yang diusung tinggi oleh para pegawainya. Hingga ibu hampir lupa, bahwa tujuan keluarga somantri bermalam dikamar 302 adalah untuk pemulihan kondisi abang dan adek.



Ya, sesampainya di jogja, kota tujuan bagi keluarga somantri berlibur, abang terpaksa harus dirawat intensif disebuah rumah sakit swasta disana. Karena sejak malam sebelumnya abang mengalami muntah dan diare terus menerus. Melihat kondisi abang yang terlihat lemah, abah dan ibu ditemani Om yoan sebagai penunjuk jalan(adeknya abah, yang sedang menuntut ilmu di jogja), langsung membawa abang fathir kerumah sakit JIH (Jogja International Hospital).

Sebuah rumah sakit bertaraf international tetapi berbiaya sangat terjangkau.
Rumah sakit ini diresmikan pada tanggal 31 maret 2007 oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X, Gubernur Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Dengan mottonya "ultimate value healthcare".

Nilai atau "value" di sini bersumber dari nilai-nilai syariah yang menjadi nilai inti dari rumah sakit ini, meliputi kejujuran, transparansi, keterbukaan dalam memberikan informasi, keramahan dan sentuhan kekeluargaan, sehingga setiap pasien merasa berada di rumah sendiri.

Dan memang terbukti, selama 2 hari menginap di kamar 302, keluarga somantri mendapat perlakuan yang sangat baik. Bayangkan saja, pas pertama kali datang keluarga somantri disambut oleh alunan gending Jawa, dibukakan pintu utama RS oleh seorang bell boy yang berpakaian rapi bak di hotel berbintang, dengan keramahannya mereka akan siap membantu mengangkut semua barang kita sampai dikamar tempat rawat inap.

Di rumah sakit itupun disediakan 'shopping arcade', 'coffee shop' dan salon. Ada pula ruangan khusus untuk anak-anak bermain dengan segala permainannya.

Bermalam di JIH tidak seperti bermalam dirumah sakit lainnya. Kita akan mendapatkan pelayanan yang istimewa dan keramahan yang luar biasa, sehingga siapapun yang berkunjung kesana akan akan memiliki kenangan yang menyenangkan.

Jangan pernah sakit saat di jogja..!, tapi kalau seandainya Alloh berkehendak lain, datang saja ke JIH, karena disana ada banyak saudara/i kita yang siap menolong dengan penuh kasih.





Baca selengkapnya......

Rabu, Agustus 27

Prolog Ramadhan

Beberapa hari lagi umat Islam akan memasuki bulan Ramadhan, bulan yang suci dan penuh barokah. Setiap muslimim dan muslimat tentunya akan berlomba mencari kebaikan dibulan yang penuh rahmat itu. Begitupun dengan keluarga
somantri, berharap tahun ini bisa menjalankan ibadah puasa dengan khusu dan benar. Untuk puasa kali ini, ibu ingin abang fathir mulai mengikuti semua aktifitas ibadah ramadhan. Walaupun masih dalam tahap belajar



Untuk mengenalkan kembali, ibu sudah mulai bercerita tentang semua hal yang berkaitan dengan puasa, bagaimana cara pelaksanaannya, apa yang boleh dilakukan,apa yang tidak boleh dilakukan.

***

"eh bang, sebentar lagi kita akan berpuasa lho..." sahut ibu memulai pembicaraan. "puasaaa...??", "ga boleh makan kan..?" tanya bang fathir. "iya, nggak boleh makan, ga boleh minum, ga boleh marah-marah, mulai dari shubuh sampe sore, kalau untuk anak-anak yang masih belajar boleh puasanya sampai jam 12 siang saja, tapi nanti dilanjutkan lagi puasanya sampai sore..."."puasa ini untuk melatih biar kita jadi orang yang sabar" lanjut ibu lagi.
"kalau nggak makan dan minum siang malam siang malam dan seterusnya boleh ga...?" celetuk abang memotong pembicaraan ibu. "ya nggak boleh dong, nanti bisa meninggal orang yang nggak makan dan minum dalam waktu yang lama, seperti pohon kalau tidak pernah diberi air pasti lama kelamaan pohon itu akan kering lalu mati..", jawab ibu.
"erm... kalau marah-marahnya dikiiiiiiitt gimana bu..?" tanya bang fathir lagi. "mau marahnya dikit apalagi marahnya banyak banget.. tetap... tidak boleh, nanti puasanya batal, jadi nanti pahalanya puasanya hilang..", "kalau ngupil batal ga..." tanya abang sambil cengar cengir. "nggak batal, tapi kalau upilnya di emam baru batal..." jawab ibu sambil cengar cengir juga. Abang fathir tertawa tergelak-gelak.


Setiap ada kesempatan ibu selalu mengulang bahasan tentang puasa itu, ntah sambil nonton tv atau sambil nemenin menggambar, dan waktu senggang lainnya. Kadang ibu menceritakannya melalui dongeng sebelum tidur, tentang anak yang suka berpuasa.


Sampai sejauh ini abang cukup tertarik untuk mengikutinya. Bahkan beberapa hari terakhir ini abang suka menghitung mundur bulan ramadhan tiba.

Mudah-mudahan tahun ini, keluarga somantri bisa menjalankan ibadah puasa dengan lancar dan khidmat, khususnya untuk abang fathir yang baru akan mulai belajar berpuasa



Kami, seluruh anggota Keluarga Somantri, mengucapkan :
Selamat Menjalankan Ibadah Puasa di Bulan Ramdahan, Semoga kita mendapat rahmat dan kasih sayang Alloh yang tiada kira..

Mohon maaf lahir dan bathin...

Taqqobalahu Minna Waminkum, Taqoballahu Ya Karim,
Marhaban Ya Ramadhan
Allaahumma baariklanaa fi Sya’ban wa ballighnaa Ramadhan
Amin.



Baca selengkapnya......

Selasa, Agustus 19

Merdeka!!



Untuk memperingati HUT kemerdekaan RI yang ke 63, tanggal 17 Agustus kemarin diadakanlah upacara militer di lapangan merdeka pertamina. Upacara tersebut dihadiri oleh banyak kalangan, baik dari fihak militer, para pegawai negeri, serta banyak juga anak-anak sekolah yang ikut serta, masyarakatpun diperbolehkan untuk hadir dan ikut berpartisipasi dalam upacara tersebut. Tidak terkecuali Keluarga somantri, yang semenjak pagi sudah bersiap-siap menghadiri upacara yang hanya dilaksanakan setiap satu tahun sekali itu.



Hari itu langit sangat mendung, cuaca terlihat sedikit gelap, gerimis bahkan sudah mulai turun sedikit demi sedikit. "wah gimana nih kayaknya mo hujan bu, jadi nggak kelapangan merdekanya..?"tanya abah sambil memperhatikan langit."jadi lah, kan kita bawa payung, kalau hujannya tambah besar kita berteduh aja dimesjid istiqomah (mesjid disamping lapangan merdeka)" jawab ibu mantap.
Akhirnya berangkat juga keluarga somantri menuju Lapangan Merdeka Pertamina Balikpapan.



Sampai ditempat tujuan, upacara baru akan dimulai, semua peserta upacara banyak yang sudah berbaris rapi dilapangan. tapi ada juga yang masih bergerombol dibawah rindangnya pohon disekitar lapangan itu.Abah memeluk erat tas-nya yang berisi peralatan kamera, ibu memegangi payung, abang asyik memperhatikan orang-orang disekitarnya, adek duduk pasrah menahan kantuk didalam roda, dan hujan turun semakin deras, membasahi seluruh peserta upacara yang tetap berdiri tegak mengikuti jalannya upacara


Karena payung yang ibu pegang sudah tidak mampu menaungi derasnya air hujan, keluarga somantri memutuskan untuk berteduh dikantin disamping mesjid istiqomah. Dari kantin itu upacara masih bisa terlihat walaupun jaraknya jadi semakin jauh. Keluarga somantri harus berdesak-desakan dengan penonton lainnya yang telah berteduh lebih dahulu, para peserta upacara yang takut basahpun banyak yang duduk-duduk disana sambil tetap memperhatikan jalannya upacara.


Abang dan adek tidak begitu antusias memperhatikan upacara yang tengah berlangsung, mereka asyik bermain sambil ngemil makanan ringan yang ibu beli dikantin sebelah. Ibu duduk termangu, ingatannya melayang jauh kebelakang ke masa-masa ibu masih kecil dan masih jadi peserta upacara kemerdekaan yang selalu diperingati setiap tahunnya juga dikampung ditempat ibu dibesarkan.
"ada 3 kategori para peserta upacara itu, yaitu rasa nasionalismenya yang kuat, yang tidak takut basah, dan yang takut sama atasannya, ya bah..?", gumam ibu membuka pembicaraan, abah hanya terkekeh-kekeh saja sambil sesekali memfoto abang dan adek yang berebut cemilan.


Untuk mengurangi kebosanan menunggu hujan, ibu sedikit bercerita tentang upacara dan ulan tahun kemerdekaan pada bang fathir. Ibu bilang "bangsa indonesia sekarang sedang berulang tahun, upacara disana itu sebagai salah satu pertanda kita merayakannya, juga memperingati jasa pahlawan yang sudah susah payah merebut negara ini dari penjajah", "kalau gitu besok tahunnya berubah dong, jadi tahun 2009.." celetuk bang fathir "kan sekarang kita sedang berulang tahun..." lanjutnya lagi sambil mencolek-colek coklat kue nyam-nyam kesukaannya.Ibu jadi senyum-senyum geli, tidak membayangkan pernyataan itu yang keluar dari mulutnya abang fathir, dengan susah payah ibu menerangkan kembali makna hari ulang tahun kemerdekaan RI pada bang fathir. Soal mengerti atau tidaknya nanti, yang terpenting ibu sudah mengenalkan pada bang fathir tentang upacara kemerdekaan, dan maknanya. Seiring waktu bang fathir akan mengerti maksud ibu tadi.


Selamat HUT RI yang ke 63, tetap semangat menjalani semua rintangan yang ada...! Merdeka..!!!

Baca selengkapnya......

Rabu, Juli 16

Hari pertama masuk sekolah (pagi yang sibuk)

Pagi, jam 5.15, bang fathir sudah bangun, begitu juga adek, setelah cuci muka abang langsung ibu suapin, lauknya hanya dengan nugget ayam seperti yang dipesan abang sebelumnya. Tidak biasanya abang sarapan lebih cepat, mungkin abang sudah tidak sabaran untuk segera berangkat sekolah fikir ibu. Sejak malamnya tidur abang memang tidak begitu lelap, beberapa kali abang fathir bangun sambil bertanya hal yang sama, "bu, sudah pagi belum..? katanya abang mau sekolah hari ini..?" sahutnya sambil mengedip-ngedipkan mata menahan kantuk, "belum, masih gelap, bobo lagi aja nanti ibu bangunkan kalau sudah pagi.." sahut ibu sambil melihat jam dinding yang terpasang ditengah ruangan.



Jadi ketika ibu bangunkan, bang fathir langsung menurut saja tanpa ada protes ataupun keluh kesah sedikitpun :-)




Setelah selesai sarapan, abang langsung mandi bareng abah lalu sholat shubuh, sementara ibu nyuapin adek yang sejak dari tadi pagi sudah ikut-ikutan bangun pagi. Tidak begitu susah kalau nyuapin adek, sebentar saja, semangkuk bubur susu hangat sudah adek habiskan. Beres nyuapin dan membersihkan adek, ibu langsung membuat sarapan untuk abah, sepiring mie goreng dengan telor ceplok goreng, dan memberi topping pada donat yang akan abang fathir bawa kesekolah. Sambil menunggu waktu berangkat sekolah, abang nonton film kartun di channel favoritnya sambil tidur-tiduran.


Jam 7 kurang 15 menit, semuanya sudah siap, termasuk ibu yanga akan mengantar abang kesekolah pagi itu. Cuaca sedikit gelap, awan hitam bergulung-gulung diatas kota balikpapan, "wah akan hujan besar nih hari ini.." sahut abah sambil memperhatikan awan-awan tersebut dari teras depan rumah. "abah berangkatnya naik motor saja lah, ibu dan abang naik mobil saja, kalau abah yang bawa mobil nanti takut siang abah ga bisa jemput abang, hari ini abah harus nyelesaikan kerjaan", sahut abah sambil bergegas menghidupkan motornya takut hujan keburu turun, "abah usahakan nengok abang di sekolah, tapi kalau tidak hujan ya...". sahut abah lagi sambil berpamitan pada ibu dan abang. Tidak berapa lama ibu dan abangpun menyusul abah pergi, menuju SDIT Istiqamah, sekolah barunya abang fathir. Sementara adek ditinggal dirumah bersama si mbak, soalnya adek sudah terlihat ngantuk selesai mandi pagi tadi, biarlah adek melanjutkan tidurnya lagi dirumah fikir ibu.



Sampai di sekolah, tempat parkir sudah penuh dengan mobil yang mengantar jemput anak sekolah, maklum dihari pertama masuk sekolah sepertinya semua orang tua ingin mengantar anaknya masing-masing, termasuk ibu, jadi ibu harus memarkir mobil agak lebih jauh jadinya.
Hujan mulai turun rintik-rintik, abang dan ibu bergegas masuk kedalam gedung sekolah, bergabung dengan anak murid baru dan para pengantarnya lainnya. 'selamat ya, abang sudah masuk SD.." bisik ibu sambil menjabat tangan abang dalam rangka membesarkan hati abang fathir yang sedikit terlihat gugup. Abang cuman tersenyum.



7.30, semua anak murid baru berbaris didepan kelasnya masing-masing, termasuk abang fathir yang terlihat asyik memperhatikan semua teman-teman barunya itu.
Setelah semua murid masuk kelas, ruang kelas langsung ditutup oleh ibu guru-nya. Terpaksa para pengantar hanya bisa melihat anaknya masing-masing lewat jendela kelas yang letaknya lumayan tinggi, ibu saja sampai harus berjinjit-jinjit agar bisa melihat abang fathir didalam kelas. Untung saja abang fathir terlihat bisa menyesuaikan dengan suasana barunya, soalnya ada beberapa anak perempuan yang mulai menangis histeris memanggil ibunya masing-masing saat pintu kelas ditutup. Karena terlihat berjalan dengan baik, maka ibu memutuskan pulang lebih awal, lagian waktu menunjukan jam 9 pagi. Saat itu hujan turun dengan deras. Ibu sudah khawatir terjebak banjir saat pulang.




Ditengah perjalanan, beberapa ruas jalan memang dipenuhi air hujan yang sudah tidak tertampungi oleh saluran air disekitarnya. Untung saja tingginya hanya sampai semata kaki, tapi yang membuat resah yaitu kemacetan yang ditimbulkan akibat salah satu kegiatan PON saat itu. rupanya disaat bersamaan, hari itu adalah hari terakhirnya kegiatan PON di Balikpapan, yaitu pertandingan gerak jalan drumband. jadi 1 ruas jalan terpaksa ditutup sementara waktu selama kontingen drumband tersebut melalui jalan tersebut. bisa dipastikan Jl. Sudirman dan jalan-jalan disekitarnya macet total. Sudah 1 jam, ibu dan para pengguna jalan terjebak macet, padahal biasanya waktu tempuh antara rumah dan sekolah abang hanya sekitar 20 menit. Setelah semua kontingen PON tersebut lewat didepan jalan yang polisi blokir, arus lalulintas kembali normal.




Saat ibu berada dipertigaan menuju Jl. MT.Haryono, depan jalan tersebut telah terpasang pagar blokir yang menunjukan dilarang melewati jalan tersebut dikarenakan banjir. Padahal untuk sampai dirumah, ibu harus melalui jalan tersebut, lalu ibu memutuskan untuk membeli bensin terlebih dahulu, sambil menunggu hujan reda dan berfikir kedepannya. Saat itu ibu bertelepon ria dengan abah, abah menyarankan agar ibu pulangnya ke pasir ridge saja (ke kantornya abah) yang letaknya memang lebih tinggi. Tapi karena ibu teringat terus pada adek yang sudah ibu tinggal agak lama, akhirnya ibu memilih pulang kerumah, walaupun harus melalui Jl. MT. Haryono.



Ternyata banjir yang menggenangi jalan MT. haryono bagian depan hanya setinggi setengah lutut orang dewasa saja, sedangkan bagian yang terparah yaitu arah menuju kantor PDAM, banjirnya sampai setengah badan orang dewasa, untung saja ibu tidak harus melalui kantor PDAM untuk mencapai rumah. Jadi walaupun sambil sedikit gemetaran dan penuh keringat, tapi akhirnya ibu bisa membawa mobil sampai dirumah dengan selamat. Fhh..


Baca selengkapnya......

Jumat, Februari 15

Pindah rumah (lagi)

Ini hal kedua kalinya yang akan dilakukan oleh keluarga somantri. Pertama kali pindah rumah yaitu saat pertama datang ke Balikpapan, saat itu keluarga somantri menempati rumah kontrakan yang abah sewa selama 1 tahun. Perlu 2 bulan bagi keluarga somantri untuk membenahi rumah semenjak kepindahan, bukan waktu sebentar untuk memberesi rumah juga bukan pekerjaan yang gampang untuk mengatur semua perabotan sesuai pada tempatnya.
Dan setelah hampir empat bulan keluarga somantri menempati rumah kontrakan, sekarang keluarga somantri harus mulai berkemas dan bersiap-siap direpotkan lagi oleh segala hal menyangkut kepindahan.
Ya, selama ini keluarga somantri terus mencari rumah yang cocok dan sesuai dengan budget. Setelah keluar masuk komplek perumahan, gang-gang perkampungan, sampai kepelosok desa, akhirnya keluarga somantri menetapkan pilihan hatinya pada sebuah rumah yang cukup luas diatas perbukitan, harganya yang terjangkau juga pemandangan alam yang menawan, sampai mengenyampingkan phobia ibu pada ketinggian, telah membuat keluarga somantri memantapkan pilihan pada rumah gunung tersebut, panggilan bagi rumah kami itu.
Rencananya Hari minggu tanggal 17 februari besok, seluruh keluarga somantri akan mulai menempati rumah barunya. Bukan pekerjaan yang mudah pindah rumah dan menempatinya, apalagi setelah selama ini keluarga somantri mulai merasa nyaman dengan lingkungan sekitar kontrakan, hanya saja hal ini sudah menjadi pilihan. Pilihan keluarga somantri untuk menempati rumah gunung, rumah tempat keluarga somantri bernaung. Go Somantries go..!!!!

Baca selengkapnya......

Selasa, September 18

Kabar dari abah

Senin siang, saat abah pulang untuk istirahat jam makan siang, abah memberi kabar "bu surat pindah kerja-nya sudah keluar, tadi abah dipanggil HR perusahaan, dan tgl efektif kerjanya yaitu tanggal 1 okt" sahutnya, "tapi abah sudah kirim email (pd boss baru-nya abah), agar hari kerjanya bisa diundur setelah habis lebaran" lanjut abah lagi.

***

Akhirnya berita itupun datang juga, setelah sekian lama ibu (dan tentunya abah juga) merasa diombang-ambing oleh ketidakpastian kepindahaan kerja abah ke balikpapan. Tidak beberapa lama, telepon rumah berdering, "mbak, jadi suamimu, ikut pindah juga tho ke balikpapan" tanya ghesti temannya ibu terdengar ujung telepon, "soalnya tadi suamiku bilang, saat di kantor HR ketemu sama mas aprie, duh koq ndak bilang-bilang sih mau pindahan, kata suamiku efektif kerjanya tanggal 1 okt, sama ya mbak...? lha pindahan saat puasa koq ya ribet ya, itu bisa diundur nggak sih?... dst.. ", ceroscos ghesti dengan logat jawanya yg kental. Dengan tidak begitu yakin ibu berusaha menjawab pertanyaan itu. Tidak beberapa lama kemudian telepon kembali berdering, dan lagi-lagi dari teman ibu, yang memberi ucapan selamat atas kepindahannya itu. Wah duri memang kecil, kabar sebesar apapun pasti cepat tersebar.

Baca selengkapnya......

Jumat, September 14

Puasa pertama keluarga somantri

Jauh-jauh hari ibu sudah banyak bercerita tentang puasa pada bang fathir, tujuannya agar bang fathir tahu dan tertarik untuk menjalaninya. Dan responnya sangat positif, bang fathir tampak senang dan ga sabaran untuk segera ikut berpuasa, "jadi aku boleh ga makan dan minum ya bu..?" tanyanya sumringah, "iya...bang..., kita tidak boleh makan, minum, juga tidak boleh marah2 sampai maghrib, tapi kalau bang fathir mah gapapa sampai dzuhur saja puasanya" sahut ibu menerangkan, "nggak ah.... aku mau puasa sampai maghrib juga..." katanya lagi sambil terlihat sedikit melamun, lalu mulutnya tersenyum lebar memperlihatkan giginya yang kecil-kecil. Tentu saja bang fathir senang ketika diceritakan puasa, karena selama ini bang fathir selalu disuruh terus -bahkan dengan sedikit paksaan- kalau makan atau minum susu, jadi fikirnya dengan berpuasa bang fathir bisa dengan bebas bermain tanpa harus makan dan minum :)

***

Hari rabu, sehari sebelum puasa ramadhan, bang fathir tidak biasanya mau tidur siang, oh mungkin karena abang ingin ikut teraweh bersama di mesjid ushuludin kali, fikir ibu.
Dan memang selepas shalat maghrib, setelah abang fathir menyelesaikan makan malamnya, abah, ibu, abang dan adek pluzt oman, sudah bersiap-siap untuk sholat taraweh di MAU duri. Sajadah, mukena, botol susunya bang fathir, jus buah nya adek, baju ganti untuk abang dan adek, handuk kecil, semuanya sudah tersimpan rapi dalam tas ibu. "sekalian aja bu bawa kasur-nya juga.." canda abah, ketika melihat bawaan ibu yang berjibun. "wah kalau ada kasur seukuran adek, ibu mau bawa juga tuh hehe.." jawab ibu sambil tersenyum.



Tiba di MAU, azdan isya mulai berkumandang di speaker mesjid tersebut. Adek melonjak-lonjak gembira dipangkuan oman ketika mendengarnya, selama ini adek, sering mendengar azdan tersebut di televisi saja. Maklumlah ini pertama kalinya adek dibawa kemesjid. Mudah-mudahan adek tidak nangis saat sholat nanti, harap ibu berbesar hati.

ketika abah, abang dan oman mulai berderet rapi di shaft laki-laki, adek mulai tampak rewel, "naaaa...naaaaa...!!" jeritnya sambil menunjuk kearah tempat laki-laki sholat. "adek disini aja sama ibu" bisik ibu, tapi bukannya diam, adek malah menjerit nangis ketika ibu pangku untuk diajak sholat isya berjamaah. karena ibu takut menggangu jamaah lainnya oleh tangisan adek, akhirnya ibu mengurungkan niatnya untuk sholat berjamaah dimesjid, kemudian ibu memutuskan untuk pulang lebih awal, meninggalkan abah, abang dan oman yang sedang khusuk sholat berjamaah. Ibu tampak sedikit kecewa tapi mau gimana lagi, adek rupanya belum bisa diajak kemesjid :(

***

jam 3. 30 ibu sudah bangun untuk mempersiapkan sahur, ibu hanya tinggal memasak sayurannya saja, karena lauknya sudah ibu buat dari kemarin sore, jadi hanya tinggal dihangatkan saja.
tidak beberapa lama, satu-persatu penghuni KRT 313 mulai bangun, dengan wajah yang masih terlihat ngantuk, semuanya mulai menghabiskan sahurnya masing-masing. Setelah menghabiskan sahur-nya, ibu bergegas kekamar tidur untuk membangunkan bang fathir. "bang bangun, kita sahur sekarang, katanya abang mau puasa" panggil ibu sambil menepuk-nepuk pipi bang fathir pelan. ughhh.... gumam bang fathir tetap menutup matanya rapat. Karena tidak juga mau bangun, akhirnya ibu menggendong bang fathir menuju tempat makan.

"aku nggak mau emam bu..., ngantuk.."sahut bang fathir sedikit merujuk, matanya sesekali masih ditutupnya rapat. "kalau nggak mau makan dan minum, besok abang akan lemas", bujuk ibu "pilih deh, mau mam nasi atau mam roti aja dicelup susu..?" lanjut ibu lagi. "hhmm.... mam roti aja lah..".
Akhirnya dengan susah payah bang fathir mulai memasukan sedikit-demi sedikit roti dan susu kedalam mulutnya. Karena jam menunjukan hampir menjelang adzan shubuh, akhirnya acara makan sahur-nya bang fathir ibu hentikan, padahal saat itu abang hanya baru menghabiskan sepotong roti dan segelas susu saja. "ingat ya, besok abang mulai berpuasa, jadi kalaupun haus ataupun lapar, abang tidak boleh makan dan minum ya.." sahut ibu mengingatkan lagi. "sebelum tidur lagi, ayo kita sholat subuh dulu bareng-bareng.." ajak ibu sambil menuntun bang fathir kearah kamar mandi.

***

Jam 9 pagi, abang sudah duduk didepan tv menonton channel kesukaannya, "bu tenggorokannku sakit, perutnya juga sakit, sepertinya abang mau muntah.." seru bang fathir agak sedikit serak. "sabar ya, baru juga jam 9, nanti kalau sudah jam 12, abang boleh buka.." jawab ibu tidak menghiraukan bang fathir yang mulai merengek-rengek, minta minum. tidak beberapa lama, abang fathir tampak berlari kearah kamar mandi, terdengar abang memuntahkan isi perutnya. Ibu kaget dan langsung menghampiri bang fathir, saat ibu pegang tangan dan keningnya, terasa panas. Wajah bang fathir terlihat pucat dan tampak lemas, ibu langsung memberi segelas air hangat. setelah itu ibu langsung menghubungi medical untuk membuat janji bertemu dengan dokter spesialis anak.

***

"Jangan berpuasa dulu ya bu, anti biotiknya dihabiskan, saya sertakan juga obat anti mual, dan obat maag -nya", "fathir jangan makan yg dingin2 dulu ya, jangan dulu makan permen juga, banyak istirahat..dst.." dokter sustiyanto menjelaskan pada bang fathir. "iya terimakasih dok, assalamu'alaikum..." lalu ibu dan abang berpamitan.
"huhu...tanganku sakit.." rengek bang fathir sambil memegangi tangannya yang ditempeli kapas dan plester sehabis diambil darah dilaboratorium. Menurut hasil test darah, leukosit nya bang fathir menunjukan angka 9800, ibu tidak tahu apa artinya itu, tapi dokter sus bilang, leukositnya abang cukup tinggi, jadi abang harus minum antibiotik dengan dosis yang lebih tinggi dari sebelumnya.

***

sesampainya dirumah, abang muntah lagi, setelah itu abang ibu beri obat, dan langsung tertidur lelap. Malam harinya, abang merajuk minta ikut sholat terawih di mesjid lagi, "nanti kalau abang sudah sembuh benar ya.." hibur abah. akhirnya malam itu abang fathir dan adek tidur lebih awal.
"bu kalau aku ga puasa, nanti pahalaku sedikit dong.." sahut bang fahtir suatu saat. "Tidak, karena abang kan lagi sakit, jadi kalau orang sedang sakit boleh tidak berpuasa, lagian sakit juga bisa menghapuskan dosa-dosa asal saat sakitnya bersabar, tidak suka marah-marah.." sahut ibu menerangkan. "oh..gitu ya bu.., jadi nanti aku nggak punya dosa ya bu..." sahut bang fathir matanya menerawang ntah kemana, tapi lagi-lagi mulutnya tersenyum lebar, memperlihatnya giginya yang hampir ompong :)

Baca selengkapnya......

Selasa, Juli 24

Liburaaann...(bagian II)

libur tlah tiba..libur tlah tiba.. horrree..horreeee....!!
19 Juni 2007, tepatnya Hari Kamis, kami sekeluarga berencana berlibur di Pulau Jawa, abahnya ngabil cuti 5 hari kerja.
Jam 4 pagi, kami semua sudah bangun, maklum... mau naik pesawat gratisan, jadi jam 5 mesti dah siap dijemput hehe, padahal take off nya jam 9 pagi lho. akhirnya bis jemputan pun datang, telat 1 jam-an deh. Bis travel itu membawa kami dan para penumpang lainnya menuju Bandara Pangkal Pinang Dumai, dengan tujuan yang sama Halim Perdana Kusuma Jkt.
Sesampainya di Jakarta, hari sudah siang, waktu menunjukan hampir jam 12 siang. Abah langsung mencarter taxi. Karena kami ingin segera sampai ditujuan, Tangerang, tempat nenek kakeknya abang dan adek.
Sepanjang perjalanan seperti biasanya yang terlihat adalah gedung gedung yang menjulang tinggi, spanduk yang mulai terlihat usang berderet disepanjang jalan, mempromosikan partai-partai yang siap beradu dalam pemilu berikutnya. Debu, asap, dan suara klakson kendaraan, menambah penatnya badan kami. Tidak terasa kami telah tertidur lelap dalam hingar bingarnya kota Jakarta.
***
(bersambung...)
lagi nginget2 dulu.. ^_^,

Baca selengkapnya......