DaisypathAnniversary Years Ticker
Lilypie 6th to 18th PicLilypie 6th to 18th Ticker
Lilypie 3rd Birthday PicLilypie 3rd Birthday Ticker
Tampilkan postingan dengan label cerita ibu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerita ibu. Tampilkan semua postingan

Senin, Januari 11

posting pertama diawal tahun

huff... dah tahun baru lagi.., ga kerasa.. tau-tau dah taun 2010. kombinasi angka yang keren -menurutku-.
dulu saya membayangkan ditahun 2010 kehidupan bak di film star trek, orang banyak hilir mudik keluar angkasa, mobil/ kendaraan semuanya pada melayang, banyak robot bersiliweran, dan banyak lagi.. tapi ternyata sampai detik ini semuanya masih terlihat biasa saja -seperti tahun2 sebelumnya- atau... apa sayanya saja yang ga tau ya..? heehe..


hidup diluar pulau jawa memang cendrung datar2 aja, semuanya terlihat hampir selalu sama dari tahun ke tahun ; hutan, belukar, padang ilalang, jalanan provinsi yang kecil dan berlubang, gubuk kayu yang reyot, dan banyak hal lainnya yang hanya bisa dilihat didaerah diluar jawa.
ada sih gedung bertingkat yg besar dab megah juga, tetapi hanya mendominasi wajah ibukotanya saja.
jadi, lupakan saja star trek atau... tahun 1980-nya di negara maju deh...hehe

sepertinya terlihatannya menyedihkan, tapi... mungkin nggak juga, ada beberapa hal yang menarik yang mungkin tidak bisa ditemukan ditempat-tempat yang saya anggap daerah canggih/modern tersebut.
yup, tentu saja nilai ketidak canggihannya/ ke kampungannya itu yang berharga disini.
alamnya yang masih asli, orang-orang kampung nan eksotik-nya yang ramah dan bersahaja, dan banyak deh..

jadi tinggal ditempat yang cendrung tidak mengalami banyak perubahan ternyata tidak buruk juga. hmmm...mungkin masih jauh lebih menyenangkan hidup di zaman ini dibanding hidup dizaman star trek nanti kayaknya ya...?? ;-)

(posting ga penting.. tp biarin ah... yang penting posting) ^__^!




Baca selengkapnya......

Rabu, Juli 15

berfikir positif

pernah ngerasa jadi orang yang paling nggak berguna, ga bermutu, dalam hidup ini ga..?
kalau pernah, berarti sama dong, sering saya juga suka ngerasa gitu.
tapi.... itu dulu :-)

***


setiap hari adalah sama, selalu diisi dengan hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaanku sebagai Ibu Rumah Tangga.
kantorku di dapur, dan seluruh ruangan didalam rumah.
tidak ada penjelasan secara tertulis akan pekerjaanku, tidak ada pertanggungjawaban secara langsung akan hasil kerjaku.
posisiku adalah sebagai boss, sekaligus merangkap sebagai operator juga.
sebuah jabatan yang aneh jika dilihat dalam hierarki kepegawaian.
untung saja nggak ada yang meperdulikan hal tsb, termasuk saya sendiri.
hidup saya hanya berputar dari waktu kewaktu pada tempat yang sama, dengan kondisi yang hampir selalu sama.
tapi saya menikmati dunia saya,
hingga suatu saat....
ketika saya mulai membuka diri pada dunia luar...



begitu banyak informasi yang tidak saya ketahui, begitu banyak hal-hal lain -yang besar- diluar rutinitas hidup saya,
lalu tiba-tiba saya melihat bahwa dunia saya sangat kecil.
saya merasa kerdil, miskin, dan tidak berarti.
disaat yang sama, saya mulai berfikir betapa hebatnya orang lain, teman-teman saya, betapa pintarnya mereka dengan dunianya.



mulailah saya berandai-andai,
"andai saja saya dulu........" dan beratus-ratus andai-andai lainnya.
kemudian saya berkomitmen, bahwa saya harus bisa melakukan apa yang orang lain bisa! apapun caranya.
dan mulailah saya berlomba dengan waktu, memacu diri untuk menjadi bisa dan sejajar dengan orang-orang yang saya anggap hebat tersebut.
hingga saya sampai pada satu titik. Jenuh, bosan, capek!
padahal apa yang saya capai belum seberapanya dibanding orang-orang besar itu.
kemudian rasa putus asa, rendah diri itu mulai merayapi diri ini.
berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan..



hingga pada suatu saat ketika saya dalam perjalanan, dengan tanpa sengaja saya mendengar sebuah acara di radio, dengan nara sumber yaitu seorang motivator hidup.
berawal dari acara tersebut, saya rubah cara pandang saya.
bukan orang lain sebagai patokan "Hebat" dalam kepala saya. melainkan saya sendiri pada hari ini sebagai patokannya.



benar saja, tiba-tiba mata saya terbuka,
betapa banyak hal-hal yang telah saya raih, betapa besar kemajuan yang telah saya lakukan, dibanding beberapa tahun sebelumnya.
selama ini saya dibutakan akan prestasi/keberhasilan orang lain, tanpa sedikitpun pernah menghargai prestasi yang telah saya capai selama ini.




sekarang, saya lebih menghargai diri sendiri, terutama bisa mensyukuri semua hal yang telah saya lalui dan saya dapatkan. tentu saja dunia saya sekarang jauh lebih indah dan berwarna dibanding sebelumnya :-)


mudah-mudahan bisa menginspirasi ya..


Baca selengkapnya......

Sabtu, Februari 14

Surat untuk abah

dear abah,


ibu tidak tahu apakah ibu nulis surat ini karena terpengaruh tanggal 14 februari, sebuah tanggal yang bermakna bagi segolongan orang. atau karena memang lagi ingin nulis saja.


hmm..ok deh.., mungkin sedikit terpengaruh, gimana nggak gitu coba... saat bangun tidur pagi ibu sudah mendapatkan sms berisikan "happy valentine" dari nomor asing yang tidak tercantum dalam daftar contact ibu. saat mengantar bang fathir sekolah, beberapa spanduk kecil dengan tulisan pink-nya yang menyala terpampang menarik perhatian diatas beberapa toko. begitupun lagu-lagu lembut penuh cinta yang diriquest seseorang untuk someone spesialnya mengalun merdu dibeberapa gelombang radio yang ibu dengar. bantal pink bulu berbentuk cinta bergelayutan dengan indahnya, bunga mawar imitasi aneka warna terbungkus plastik bening begitu mudahnya dijumpai hampir disepanjang toko selama perjalanan. belum lagi ketika menyalakan TV begitu banyak iklan dan program acara yang berhubungan dengan hari ini. Bahkan sampai sore, saat membuka milist..saat membaca postingan blog-nya orang lain.. hampir semuanya bertemakan sama, "Valentine" dalam beragam versi dan sudut pandang. Jadi gimana ibu tidak terpengaruh seharian ini...? Bagaimana remaja muslim sekarang tidak terbuai dengan moment 14 februari ini..? semuanya begitu mencolok, begitu mudah, dan ada disekeliling kita.



yahh...bagaimanapaun ibu hidup dizaman sekarang, zaman yang sedikit lebih maju dibanding abad sebelumnya, dimana semua informasi bisa didapat dengan mudah tanpa terkecuali. dan ibu tidak bisa membendungnya. ibarat seperti saat sedang berenang ditepi pantai -ketika semua ombak itu datang, ibu tidak bisa menolak kedatangannya, ibu hanya bertahan, berusaha agar tidak terseret lebih jauh arus gelombang, itu saja.


abah sayang,

ibu menulis surat ini bukan untuk mencari pembenaran atas apa yang sudah ibu dapatkan hari ini, juga bukan untuk menghakimi para remaja (muslim) itu.


Sepertinya memang tidak adil melihat kenyataan bahwa bangsa yang memperkenalkan budaya ini begitu menggagung-agungkan hari ini, sementara disaat yang bersamaan mereka sama sekali tidak berbuat apa-apa untuk mencegah kejahatan kemanusian di palestina yang terang-terangan sudah berlawanan dengan kasih sayang yang selalu mereka gembor-gemborkan setiap saat.


Benar-benar tidak adil ketika melihat hampir semua orang (muslim) dibuai dengan momen valentine ini. Sementara jauh-jauh hari sebelum hari kasih sayang ini ditetapkan, Rasul kita sepanjang zaman, Nabi Muhammad SAW, telah begitu banyak mencontohkan perilaku kasih sayangnya, tidak hanya terhadap keluarganya tetapi juga berlaku bagi musuh-musuhnya, orang yang terhina dalam masyarakat kala itu, semua binatang, dan mahluk hidup lainnya. sehingga tidaklah heran Allah SWT membuatnya menjadi suri tauladan, panutan, contoh yang benar dalam kehidupan ini, karena dedikasinya yang tinggi terhadap kasih sayang, baik secara vertikal maupun horizontal.


abah ganteng,

sudah lebih dari sehari ibu membuat surat ini, tetapi ibu masih belum bisa menuliskan kata-kata indah, kalimat yang penuh cinta untuk menunjukan perasaan ibu saat ini.
ibu hanya ingin berterimakasih atas perhatian dan pengertiannya abah yang begitu besar pada ibu dan anak-anak selama ini.
Makasih untuk semuanya. Mudah-mudahan Allah mendengarkan dan mengabulkan semua doa ibu. Mudah-mudahan kita akan terus bersama, bersama anak-anak, dan keluarga besar kita, didunia dan disyurga nanti.







dengan penuh cinta,

ibu

Baca selengkapnya......

Minggu, Februari 8

ibu jatuh cinta lagi....

Hari ini dimulai ibu dengan penuh gairah.

Setelah bangun pagi, ibu bertukar baju dengan baju yang terlipat rapi didalam lemari, ibu sudah menggosok gigi, sedikit "bersih-bersih" dikamar mandi, walaupun tidak sampai mandi, karena alasan klise –dingin-, dan heii...ini kan hari libur.., saatnya bersenang-senang dong.


Selesai melakukan shalat subuh, ibu kembali disibukan dengan sesuatu yang membuat ibu berdebar karena gembira.



Tangan ibu sudah menggenggam erat, sebuah buku yang lumayan tebal, twilight. Novel yang telah membuat ibu penasaran –setelah ibu membaca resensinya pluzt sedikit terhasut opini orang tersebut diblognya- sehingga ibu memutuskan untuk membelinya di gramedia tadi malam.


Lembaran demi lembaran dalam buku itu ibu lalui dengan perasaan campur aduk, ada beberapa bagian yang membuat ibu merasa gelisah –untuk segera membaca halaman berikutnya- tetapi selebihnya ibu merasa banyak bunga bertaburan didalam hati, sempat ibu berfikir; alangkah menyenangkan jadi seorang Isabella Swan, yang dicintai sepenuh hati oleh orang seseorang yang sangat tampan dan anggun, hingga ibu berharap bahwa Bella adalah ibu tapi tentu saja tanpa ada kata vampire didalamnya ...!! (akh...ibu memang penakut yang pandai berkhayal hehehe...)


Hingga tidak terasa ibu telah menghabisakan waktu berjam-jam, tanpa melakukan kegiatan apapun, untung saja abah bisa mengerti kebiasaan ibu yang satu ini, dan lagi-lagi ibu beruntung mempunyai asisten seperti si mbak dirumah yang selalu siap siaga melakukan semua intruksi ibu :-)


Jantung ibu tidak pernah behenti berdebar, andai saja ibu dipasang alat pendeteksi jantung seperti yang dipakai bella saat koma di RS tentu bunyinya tidak kalah nyaring dan kacau dari grafik punyanya. Tapi tanpa memakai alat itu abah cukup tahu apa yang sedang dirasakan ibu, “kayaknya ibu melalui masa remaja kurang bahagia nih” ledek abah ketika melihat ekspresi wajah ibu yang berubah-ubah terus.


“ughhh ibu ingin lihat filem nyaaaa...” lenguh ibu sambil sesekali berganti posisi membaca, kadang sambil telungkup, kadang telentang, duduk, bahkan jongkok didepan meja ruang TV. Sayang filmnya sudah tidak diputar lagi di ceneplex, dan ini yang sangat ibu sesali -karena ibu telah terperdaya pada kata Vampire dalam display image yang pernah ibu lihat sekilas di ceneplex- . Ibu berharap bisa mencocokan gambaran sosok Edward Cullen dalam benak ibu dengan aktor pemeran dalam filemnya, pasti sangatlah menyenangkan duduk selama kurang lebih 2 jam, menikmati adegan romantis yang mendebarkan sambil ngemil sekantong pop corn dan sebotol kecil diet coke.


Sore hari -ibu tidak tahu tepatnya- saat langit berubah keemasan dan angin mulai berhembus sejuk, ibu telah menamatkan Twilight seri 1 dengan sedikit rasa pening dikepala.


Tapi bunga-bunganya itu masih melekat didalam hati ibu. Dan ibu tidak sabaran untuk segera membeli dan membaca lagi serial berikutnya. Untung saja ibu melihatnya kemaren –masih bertumpuk- di Gramedia. Aihhh...ibu senang sekali hari iniiiii.........!!!!








Baca selengkapnya......

Senin, Desember 29

Met Tahun Baru..

bertambah tetapi pada hakikatnya berkurang..., coba tebak apa maksudnya..?

yup, jawabannya umur. dengan bertambahnya tahun makan berkurang pula jatah umur kita di dunia. artinya semakin berkurang juga kesempatan untuk menikmati segala keindahan dalam hidup. biarpun ada yang berpendapat bahwa keindahan dunia itu adalah semu dan keindahan yang hakiki dan abadi hanya dialam akhirat nanti. tapi ibu lebih memilih untuk bisa hidup seribu tahun lagi :-)
Masih banyak hal-hal yang belum ibu tahu, masih banyak hal-hal yang ingin ibu lakukan, dan masih banyak hal-hal yang ingin ibu pelajari.


berawal dari iseng, ibu brwosing tentang lama hidup orang indonesia, dan ternyata menurut data statistik, rata-rata harapan hidup orang indonesia untuk thn 2007 antara 64,4 dan yang tertinggi 74.0 tahun.




andaikata data statistik itu benar, yuk kita hitung angka harapan umur kita sendiri. berapa lama lagi waktu kita didunia...? berapa banyak lagi kesempatan kita mengerjakan hal-hal yang masih tertunda....?


berdasarkan data statistik diatas, untuk umur terpendek ibu masih punya kesempatan 34,4 tahun lagi, dan untuk umur terpanjang ibu masih punya kesempatan 44.0 tahun lagi. itupun dengan catatan bahwa takdir umur hidup ibu sesuai dengan data statistik tersebut. tapi bagaimana jika takdir umur ibu berkata lain, bisa saja umur ibu lebih pendek dari rata-rata harapan hidup orang indonesia atau bahkan bisa lebih lama. Hanya Alloh yang tahu.


jadi selama nafas masih dikandung badan (ceilah..kayak lagu ajah..) yuk kita manfaatin sisa waktu kita, sebelum semua kesempatan itu hilang.



Selamat Tahun baru Islam 1430 H, selamat tahun baru 2009 juga.
Mudah-mudahan apa yang akan kita lakukan di tahun baru ini lebih baik dibanding tahun sebelumnya.






Baca selengkapnya......

Kamis, Desember 18

bertemu si kucing malang

hari rabu siang, saat ibu ngambil uang di atm mandiri PLN Klandasan, tidak sengaja ibu bertemu anak kucing tepatnya bayi kucing dengan ciri-ciri layaknya anak kucing terlantar; kotor, kurus kering, mata belekan, dan loyo.
anak kucing itu beberapa kali menggesek2an badannya di mata kaki ibu. tadinya ibu nggak mau perduli, cuman karena dia rebahan ditengah jalan (ntah tidur, atau saking lemesnya dia jadi pingsan, atau bisa jadi acting kucing itu ajah)tiba-tiba ibu merasa iba dan ga tega untuk tidak membawanya kerumah.
sambil agak ngedumel menyesali nasib sial yang mempertemukan antara ibu dan anak kucing itu, ibu menyimpan kucing kecil malang itu dalam tempat sampah mobil dan membawanya pulang. ibu tahu akan ada banyak perubahan yang akan terjadi dirumah setelahnya. minimalnya akan tercium bau kucing di rumah, bau yang bisa bikin ibu tambah cerewet seharian. fhhh.... :-(






benar saja, setengah hari kucing itu tinggal ditempat barunya - sebuah kardus bekas mie yang diberi lubang sebagai jendela, sesuai permintaan abang fathir- ternyata anak kucing itu tidak mau minum susu sedikitpun, bahkan sampai sore, dia hanya tiduran sambil sesekali mengeong keras. Ibu jadi agak khawatir dan sedikit merasa bersalah. untung saja si mbak dirumah, mau menyusui (memberikan susu dengan sedikit paksaan)pada anak kucing itu, ntah karena dia penyuka kucing atau karena menghormati perintah ibu saja yah...? :-D. mungkin disinilah hubungan simbiosis mutualisma itu berjalan, ibu membutuhkan si mbak untuk membantu pekerjaan ibu dirumah, dan si mbakpun membutuhkan ibu untuk membantu perekonomian keluarganya, tapi apapun itu yang terpenting si mbak mau merawat anak kucing malang tersebut ^_^.

tidak hanya sampai disitu, malam harinya badan adek terasa panas, dan mencret2. abah menduga bahwa itu ada hubungannya dengan kehadiran kucing kotor dirumah. memang sejak kedatangannya adek dan abang bermain-main terus dengan kucing itu. beberapa kali bahkan adek menggendongnya tanpa merasa jijik ataupun takut. walaupun setelahnya abang dan adek mencuci tangan dan langsung mandi. abah sampai bilang "buang ajah anak kucing itu, disini cuman bikin penyakit saja.." serunya sambil melihat kearah ibu. ibu hanya terdiam dan berfikir banyak hal.

hari ini, badan adek masih terasa panas, bahkan tadi sore suhunya sampai 40.02 C, dan adek masih mencret-mencret juga, padahal adek sudah dibawa kedokter dan diberi obat-obatan. begitu juga dengan abang, tiba-tiba (ntah ketularan adek atau beda kasus) menjelang sore badan abang terasa hangat, dan malam ini suhu badan abang mencapai 39.04 C , padahal besok abang masih menghadapi ulangan umum disekolahnya.

ibu tidak tahu apa yang akan terjadi lagi selanjutnya, ibu tidak tahu apakah demamnya abang dan adek ini ada hubungannya dengan kehadiran kucing kecil itu dirumah. tapi setiap melihat sosok kecilnya, setiap mendengar erangan suaranya. ibu merasa tidak ada tempat yang lebih baik untuknya selain rumah ini.

ada saran untuk ibu..???





NB :
senin 22 des, pagi hari, saat si kucing malang itu dibangunin si mbak untuk diberi susu. anak kucing itu terus tertidur, badannya mulai kejang-kejang, si mbak menyelimutinya dengan baju bekas pemberian abah. tidak setetespun susu yang masuk kemulutnya.

menjelang siang, kucing itu masih tetap tidur, dan badannya mulai kaku.
ketika hari mulai masuk maghrib dan udara mulai terasa sejuk, abah bilang "bu, kayaknya anak kucing itu sudah mati, abah kubur saja ya..?". "iya..." jawab ibu akhirnya.

dan sekarang, disamping rumah kami, masih terlihat gundukan tanah segar tanpa taburan bunga, sebagai pertanda bahwa anak kucing malang itu, pernah hadir dan tinggal dirumah ini untuk beberapa saat.


Baca selengkapnya......

Senin, November 17

cheers..

kemarin adalah sejarah, besok adalah misteri, hari ini adalah berkah..” (Kungfu Panda)


sudah dua hari ini, matahari terus menerus menerangi kota tempat tinggal kami dengan sinarnya yang hangat saat pagi, dan panas menjelang siang. Awan cumulus putih berarak-arakan menuju suatu tempat, tertiup angin pantai yang berhembus kencang.





Hari yang ditunggu-tungu oleh para ibu yang mempunyai setumpuk cucian baju, hari yang indah bagi anak-anak, dan hari yang tepat bagi para pekerja bangunan.


Begitupun bagi ibu.…


Hari ini begitu sempurna.. dengan semua hal yang ibu lihat dan rasakan. Saatnya tersenyum pada dunia……cheersss…!!!





Baca selengkapnya......

Jumat, Juli 25

Belajar bikin "readmore"

Ibu sedang belajar bikin "readmore" atau "baca selengkapnya.." yang pernah ibu baca diantara postingan, di blog-nya orang lain. ibu baru tahu istilah itu dari blogfam'ers yang pinter-pinter dan baik hati yang mau berbagi ilmunya dengan ibu yang super duper gaptek ini (fhh... gaptek koq dipelihara...)



Setelah ngikuti semua petunjuk trik membuatnya, ibu langsung coba praktekan, dan hasilnya... eng...ing...eng... jadi seperti ini deeehh....
"ugh senang-nya.... akhirnya gitu lho....!!!", pekik ibu dalam hati saja, ga berani diluar hati takut adek ikut-ikutan memekik juga. Tau sendiri adek selalu ikutan memekik kencang tiap ada orang yang berteriak kegirangan.


Makasih banyak mbak-mbak dan mas-mas yang baik hati dan pinter, mudah-mudahan ilmunya bermanfaat... khususnya buat ibu yang tiap mau nulis suka kebingungan cari ide, tapi setelahnya... selalu kebingungan nutup tulisannya :-)
jazakumullahu khairan katsiran..



Baca selengkapnya......

Selasa, Maret 4

Rumah Gunung

Sudah 2 minggu keluarga somantri menempati rumah gunungnya.

Ada satu hal yang membuat ibu terkesan dengan rumah ini yaitu suara kokok ayam-nya tetangga sekitar. Hampir setiap saat ibu selalu mendengar suara kokok ayam, apalagi saat subuh tiba, hal ini mengingatkan pada suasana desa tempat ibu dibesarkan. Selama tinggal di Duri ibu tidak pernah mendengar suara kokok ayam sedikitpun, karena ada peraturan bahwa tidak boleh memelihara unggas didalam komplek perumahan. Jadi hampir 6 tahun lamanya ibu tidak pernah mendengar suara kokok ayam dipagi hari, kecuali kalau sedang berlibur di rumah nenek kakek atau nini aki -nya abang dan adek.
Sekarang setelah 2 minggu lamanya ibu tinggal di rumah gunung, setiap saat ibu bisa mendengarkan suara kokok ayam tersebut, selain itu juga ibu bisa mencium lagi bau asap orang yang membakar sampah, atau asap kayu bakar dari tungku bakar tetangga sekitar, tentunya aroma yang tercium beda jauh dengan asap kebakaran hutan yang selama tinggal di Duri tidak pernah ibu lewatkan sedikitpun.


Bagi sebagian orang mungkin ibu terlihat sedikit berlebihan, bagi sebagian orang mungkin hal ini tidak begitu istimewa, bahkan terkesan biasa saja. Tapi dari hal kecil inilah ibu menjadi bersemangat untuk segera menikmati hari-hari kedepannya.

Baca selengkapnya......

Sabtu, Januari 26

Hari Kamis yang menyebalkan

Kamis pagi seperti biasanya ibu sudah sibuk didapur, mempersiapkan bahan-bahan untuk membuat sarapan, rencananya hari itu ibu akan membuat mie goreng makanan kesukaan abang dan abah, setelah siap semua bahan ibu kemudian menyalakan kompor gas untuk mulai memasak, olala rupanya gasnya habis, tidak sedikitpun ada api yang keluar, dengan kecewa ibu mengurungkan niatnya membuat mie goreng. Ugh padahal dirumah lagi tidak ada roti, jadi sarapannya apa dong..? bathin ibu bingung.
Akhirnya pagi itu keluarga somantri sarapan hanya dengan segelas susu saja.


Jam 8 pagi, ibu, abang, dan adek terlihat sudah berpakaian rapi, pagi itu ibu memang berencana berobat ke medical clinic yang berada di pasir ridge, jauh sih, tapi mau gimana lagi, semenjak tanggal 1 Januari 2008, kartu berobat yang biasanya bisa dipakai untuk berobat ke berbagai rumah sakit yang bekerjasama dengan perusahaan tempat abahnya kerja tidak berlaku lagi, jadi terpaksa ibu harus berangkat ke pasir ridge lebih awal, menghindari macet sepanjang Jalan Sudirman.



Sampai di klinik jam menunjukan angka 9, waktu yang ditempuh lebih lama dari sebelumnya, karena ibu harus mampir dibeberapa toko untuk membeli beberapa bekal makanan dan minuman buat abang dan adek. Saat itu juga ibu langsung daftar ke resepsionis. Beberapa pasen (bapak-bapak) terlihat asyik ngobrol satu sama lain diruang tunggu. Satu persatu bapak-bapak itu mulai dipanggil oleh dokter yang akan memeriksanya. Abang dan adek tampak senang berada ditempat itu, mereka asyik berlari kesana kemari, sambil sesekali memperhatikan ikan-ikan kecil dalam aquarium diruangan tersebut.

Jam 10 ibu masih belum dipanggil, padahal ibu merasa sudah mulai bosan, tapi belum ada tanda-tanda ibu akan dipanggil, sementara orang yang berobat semakin bertambah, ugh...
Iseng-iseng ibu tanya pada pegawai resepsionis tentang hal itu, tapi si ibu resepsionis cuman menjawab, sabar, tunggu dipanggil aja, file nya sudah masuk koq. Fhh.. sudahlah... rupanya ibu harus belajar bersabar, seperti yang dikatakan si ibu itu.

Setengah jam berlalu, ruang tunggu semakin lengang oleh pengunjung, sesekali orang keluar masuk ruangan, tapi ibu masih belum dipanggil juga, "mas, saya koq belum dipanggil juga yah..? padahal sudah 1 jam lebih, mungkin file saya belum masuk ke meja dokter kali, ini pertama kali saya berobat" tanya ibu pada resepsionis satunya lagi. "maaf ya bu, dokter yang meriksa cuman satu, dan yang diutamakan pegawai dulu" jawabnya sambil tersenyum ramah.
Oh... nasib ! sampai kapan ibu dan anak-anak menunggu..??? Sementara pasen pegawai terus berdatangan. Sungguh tidak adil bathin ibu kesal, kepala ibu terasa berdenyut-denyut jadinya.
11.15 dokter yang bertugas akhirnya memanggil nama ibu, bergegas ibu, abang dan adek memasuki ruangan pemeriksaan.
Tidak beberapa lama, ibu keluar dengan membawa secarik kertas resep obat. Lagi-lagi ibu harus kembali menunggu antrian obat, untung saja hanya sebentar. Setelah mendapatkan obatnya, saat itu juga ibu, abang, dan adek masuk kedalam mobil yang akan membawa mereka kembali kerumah.
Sampai dirumah jam menunjukan hampir jam 1 siang, perut ibu sudah melilit lapar, abang dan adekpun tampak kelelahan setelah sekian jam berlari-larian didalam ruangan di medical. Tiba-tiba ibu teringat tidak ada makanan apapun dirumah, gara-gara isi tabung gas habis sejak tadi pagi. Karena kompor tidak bisa menyala akhirnya ibu mengeluarkan alat memasak yang selama ini jarang ibu pakai, dikarenakan cara pemakaiannya yang boros listrik. Dulu sewaktu ibu masih tinggal di duri camp, ibu tidak pernah peduli dengan daya listrik dari setiap barang dirumah, karena perusahaan sudah menanggung biaya listrik dari masing-masing rumah yang ada di camp. Begitupun dengan pemakaian air bersih, begitu melimpah ruah air yang tersedia disetiap rumah, bagaimana tidak begitu, perusahaan mempunyai water treatment plant dengan standar luar negeri sendiri, kontras dengan penduduk sekitar camp yang kesulitan mendapatkan air bersih, dikarenakan kondisi geografis, dan juga kurang adanya perhatian dari pemerintah akan prasarana air bersih disana. Makanya ibu dan mungkin semua penghuni camp duri tidak pernah dipusingkan dengan listrik dan air. Tapi semenjak ibu pindah ke balikpapan, ibu mulai memperhatikan daya listrik dari masing-masing barang listrik dirumah, ibu tidak ingin biaya listrik membengkak hebat, jadi sedikit-sedikit ibu mulai belajar berhemat khususnya dalam pemakaian listrik dan air. Saat membuka kran air, air yang keluar tidak sederas biasanya, hanya sebesar jari kelingking, lama-kelamaan air menetes sesekali dan selanjutnya tidak sedikitpun air yang keluar dari kran itu. "Ya Alloh..." gumam ibu, saat itu ibu bisa merasakan bagaimana orang yang kesusahan mendapatkan air bersih. Saatnya menggunakan tandon air!
Ada nasihat yang diberikan beberapa teman abah dan ibu saat ibu memutuskan akan tinggal di balikpapan, yaitu membeli tandon air, dan genset. Dan inilah saatnya ibu mempergunakan tandon air yang abah beli saat pertama kali sampai dibalikpapan.
Air tandon mengalir terasa lebih dingin dari air sebelumnya. Panci listrik berdaya besar yang sudah lama tersimpan dilemari akhirnya terpakai juga hari itu. Ibu mengisinya dengan sedikit air, 2 bungkus mie instan dan beberapa telur ayam berserak disampingnya. Tidak ada pilihan lagi, ibu akan memasak mie dan telur-telur itu dalam panci listrik tersebut, membayangkannya saja perut ibu semakin melilit-lilit. Beberapa saat setelah menyambungkan kabel listrik lampu tanda memasak tidak menyala seperti biasanya. Ibu mencabut dan mencucukan kabelnya berkali-kali tetapi tetap lampu itu masih mati. "aduhh rus.... o..ow... jangan... jangan.." gumam ibu sambil menyalakan lampu kontak disebelahnya. Dan lampu save energy diatas ibupun ikut-ikutan mati, bibir ibu terasa kelu, setetes air mengalir dari sudut mata ibu. Perut ibu semakin melilit pedih. Welcome to the real world bu..!!

Baca selengkapnya......

Selasa, Januari 8

sisi lain (dilihat dari sudut pandang ibu)

Ada satu hal yang kurang sreg ibu rasakan saat berbelanja di balikpapan.

Pertamakali ibu berbelanja dipasar klandasan, ibu ingin membeli hati ampela untuk nasi tim buat adek, si ibu penjual menawarkan Rp. 5.000,- untuk 3 buah hati ampela, setelah sepakat ibu langsung membeli 3 buah saja, saat itu ibu memberi uang Rp. 10.000,-, dan si ibu penjual memberi kembalian berupa lembaran uang ribuan. ketika ibu periksa uang kembaliannya itu yang ada cuman ada Rp.4000,- dalam tangan, tapi berhubung ibu sudah jauh meninggalkan penjual itu akhirnya ibu ikhlaskan saja, ibu berfikir mungkin si penjual salah menghitung uang kembaliannya.

Kali berikutnya ibu berbelanja lagi dipasar yang berbeda, saat itu ibu membeli tahu 5 buah dengan harga Rp.5000,-, ibu memberi uang pada sipenjual dengan pecahan Rp. 20.000,-, seperti sebelumnya ibu diberi kembalian uang ribuan lecek yang bergulung-gulung, saat itu ibu tiba2 saja ingin menghitungnya kembali, dan setelah dihitung ulang (dihadapan si penjual) rupanya uang hanya ada Rp. 13.000,-, tentu saja ibu menagih sisa uang kembalian yg masih kurang, si ibu penjual tahu hanya bilang "maaf, gini kalau sudah tua, lali aku..." katanya sambil tersenyum malu, ibu pun ikut tersenyum jadinya.



Berikutnya lagi, ibu membeli kain disebuah toko bahan dipasar bpp, pada awalnya si abang penjual menghargai Rp. 20.000,-/meternya, lalu ibu tawar menjadi Rp. 15.000,- , si abang bilang "18ribu ajah deh mbak" katanya. "nggak ah 15ribu aja yah" bujuk ibu, "ya sudahlah, ambil berapa meter" kata si abang sambil membentangkan kain pilihan ibu. Saat si abang penjual kain bilang "ya sudahlah.." ibu fikir sudah ada kesepakatan harga antara ibu dan penjual di harga Rp. 15.000,-/m, saat ibu memberi uang Rp. 50.000,- untuk 2 meter kain, si abang penjual memberi kembalian sebanyakRp. 14.000,-, Terang saja ibu bingung "lho koq kembaliannya segini, harusnya kan 20ribu", protes ibu, "tadi kan saya bilang satu meternya 18ribu rupiah" sahutnya membela. oh........., ibu hanya melongo dan langsung pergi.

Dan kemarin siang, saat ibu belanja lagi kepasar, abang merajuk ingin dibelikan permen disebuah toko didepan ibu, abang, adek berdiri. Saat ibu tanya harga satuannya, si ibu penjual menjawab "seribu tiga" pada permen berbentuk telapak kaki yang ibu pegang, lalu ibu bertanya harga permen loli disebelahnya yang berbeda bentuk dan kemasannya, lagi-lagi si ibu penjual menjawab "seribu tiga". Lalu ibu membawa 2 buah permen kaki dan 1 permen loli, saat itu ibu fikir harga semuanya cuma Rp.1000,- saja, untuk meyakinkannya ibu tanya kembali pada si ibu penjual "kalau dicampur gimana bu, 2 permen kaki, dan satu permen loli bulat, harganya sama..?" tanya ibu, "iya boleh, harganya sama saja". Lalu ibupun mengambil 3 permen bertangkai tersebut. Saat itu si ibu penjual disibukan dengan pembeli yang lain, akhirnya ibu menunggu beberapa saat untuk membayar ketiga permen itu. Setelah pembeli yang lain pergi ibu langsung memberi selembar uang ribuan pada si ibu penjual, sambil bilang "permennya 3 ya bu". "Wah kurang dong bu, harusnya 2 ribu bayarnya, permen yang bulat itu harganya seribu/satunya, yang kaki harganya seribu tiga.." seru si ibu penjual. "lho katanya tadi sama harganya" sahut ibu kebingungan. "nggak, permen bulat itu harganya seribuan, jadi sampean bawa satu permen kaki lagi biar genap 2 ribu" sahut sipenjual menegaskan. Oh.... , lagi-lagi ibu melongo heran.

Ada kejadian lain lagi yang bikin greget hati ibu.
Saat itu ibu dan abah sedang keluar rumah, dirumah hanya ada nenek, kakek, abang dan adek.
Ketika sedang dalam perjalanan, tiba2 ponsel ibu berdering, tertulis nama kakek dalam display ponsel tersebut. "Hallo pak ada apa..?" tanya ibu, "teteh pesen lontong sayur yah..?" tanya kakek dari ujung tlp, "lontong..??? nggak tuh pak, kenapa gitu..?" tanya ibu kebingungan. "didepan rumah ada penjual lontong, dia mau nganterin lontong pesanan teteh, banyak banget lontongnya, untuk apa teh..?" kata kakek lagi "ah...saya ga pesen lontong kok pak, ga usah diterima, saya ndak pesen apa2 hari ini" sahut ibu lagi menerangkan. Untung saja kakek menelepon ibu terlebih dahulu, kalau tidak, abah harus mengeluarkan beribu-ribu rupiah untuk mengganti pesanan yang tidak pernah ibu pesan.
Beberapa hari berikutnya, ketika ibu sampai di rumah setelah berpergian. Tiba-tiba kakek bicara "teh, tadi ada tukang servis, dia bawa mesin cuci rusak yang dibelakang rumah itu, katanya disuruh aa". Tentu saja ibu agak kaget dibuatnya, seingat ibu, abah tidak pernah bicara tentang servis mesin cuci sebelumnya. Untuk meyakinkan Ibu langsung menghubungi abah, dan yang lebih mengagetkan ibu adalah bahwa abah tidak pernah menyuruh siapapun untuk memperbaikin mesin cuci rusak dirumah.
Tidak beberapa lama kemudian orang berbeda tetapi masih menggunakan seragam yang sama datang lagi, kali ini ibu yang membukakan pintunya. Orang itu bilang, "bu saya dari toko .... servis, mau bawa kulkasnya yang rusak" katanya menerangkan kedatangannya. "maaf pak, kulkas dirumah tidak rusak, bapak salah alamat" sahut ibu. "tapi saya dapat laporan bahwa kulkas dirumah ini rusak" kata tukang servis itu lagi. "kulkasku tidak rusak pak, yang ada mesin cuci kami yang rusak tapi itupun sudah dibawa sama teman bapak" sahut ibu agak ketus, "oya ngomong2, darimana bapak tahu mesin cuci kami rusak..?" lanjut ibu lagi sambil melihat tajam kearah si tukang servis didepannya. "emm... tadi kami mendapat laporan dari... aduh siapa yah namanya..?" sahut tukang servis didepan ibu gagap. Belum lagi ibu bicara, ponsel ibu berdering, rupanya abah yang menelepon "bu, barusan toko.... servis, menelepon katanya mesin cuci kita mau dibetulin atau nggak..?" tanya abah, wah ibu jadi bertambah bingung, tetapi akhirnya ibu ngambil keputusan untuk tidak diperbaiki, karena berbagai alasan. Setelah itu akhirnya tukang servis dan mobilnya pergi. Saat itu ibu tidak bisa berfikir banyak, yang ada ibu sudah mengikhlaskan kalau seandainya mesin cuci rusak itu tidak kembali. Sore harinya, mobil servis barang2 elektronik itu datang lagi sambil membawa mesin cuci rusak. Si tukang servisnya bilang "maaf ya pak, kami salah alamat". (terakhir ibu tahu bahwa tukang servis tau nomor ponsel abah dari kakek).
***
Bukan uang seribu, dua ribu yang ibu permasalahkan, tetapi kejujuran, keterusterangan yang ibu jungjung tinggi. dan sekarang ibu jadi lebih berhati-hati kalau belanja atau apapun itu, dan satu yang pasti ibu tidak akan pernah mendatang lagi penjual yang sama yang -menurut ibu- telah melakukan ketidak jujuran atau ketidak terusterangan.

Baca selengkapnya......

Senin, Januari 7

Sebuah keinginan

Ibu teringat keinginan ibu waktu dulu, saat itu ibu masih sangat kecil, saking kecilnya sampai tangan ibu-pun belum bisa menjangkau rak lemari yang berada dikamar apa dan mamah. Menurut ibu saat itu, banyak benda2 menarik didalam rak lemari tersebut, mulai dari peniti, benang, majalah bergambar pesawat, dan banyak hal lainnya yang selalu membuat ibu ingin selalu memanjat lemari itu. Ada satu keinginan ibu saat itu ; ibu ingin tangan ibu cepat tumbuh panjang hingga ibu bisa menjangkau kedalam lemari tersebut tanpa harus repot menggeser bangku2 berat didekatnya sebagai pijakan ibu memanjat.
Dengan seiring waktu, tanpa ibu sadari, untuk mengambil benda2 menarik dalam rak lemari itu ibu hanya cukup menjulurkan tangan ibu saja. Dan saat ibu menyadarinya ibu sangat senang sekali, dan saat itulah ibu mulai memikirkan hal lainnya.
***



Ketika ibu senang dengan barang2 nya mamah, hampir setiap hari ibu selalu menggunakan barang2 kepunyaan mamah, ntah itu bajunya mamah, sepatu hak tingginya, lipstik, bahkan -maaf- bh mamahpun ibu pakai. Dengan bergaya seperti mamah, ibu merasa sudah menjadi orang besar. Saat itu ibu berfikir "gimana rasanya punya dada besar seperti mamah ya? pasti menyenangkan".
***
Memasuki tahun kedua di sekolah menengah pertama, dada ibu mulai terasa sakit, apalagi saat tersentuh, bahkan sepelan apapun, saat itu mamah membelikan ibu miniset kecil berwarna peach beberapa buah, mamah bilang "dadamu sudah tumbuh teh", dan saat itulah ibu baru merasakan arti mempunyai dada bagi seorang perempuan.

Ketika itu ibu kembali berfikir hal lainnya, hal yang betul2 ibu tidak tahu jawabannya. Dan ibu bersemangat untuk mengingat-ingat hal itu, agar dimana suatu saat ibu mengalaminya ibu bisa menjawab semua teka-teki itu. Saat itu berfikir "gimana rasanya menjadi seorang pengantin, dan gimana rasanya mempunyai perut yang sangat besar (hamil)".
***

8 tahun kemudian, ketika ibu duduk dipelaminan, tunduk dalam kebahagaiaan dan rasa haru yang mendalam, ibu kembali teringat akan keinginan ibu dulu. Saat itu ibu tersenyum karena tinggal 1 lagi pertanyaan yang ibu belum tahu jawabannya.
***
Masuk umur trimester ke-3 kehamilan, perut ibu terlihat sudah semakin besar, dan janin kecil didalamnya semakin lincah bergerak, saat itu hanya satu keinginan ibu, ibu ingin segera melihat dan menimang mahluk kecil yang ada dalam perut ibu tersebut. Dan ibu menjadi sangat tidak sabar karenanya.
***
Mahluk kecil itu sekarang telah tumbuh menjadi anak yang sempurna, dan mempunyai nama, hanya satu keinginan ibu sekarang, ingin melihat dan mendampinginya menjadi manusia dewasa yang berbahagia dan berguna. ***

Baca selengkapnya......

Selasa, Januari 1

Selamat Tahun Baru 2008

Detik-detik menjelang pergantian tahun ibu lalui dengan biasa saja, diluar rumah terdengar bunyi kembang api menggelegar diudara berkali-kali, letupannya yang berwarna-warni membayang dijendela sebelah kiri sofa tempat ibu duduk, sesekali ibu memperhatikan cahaya kembang api dari balik jendela. Sayang keindahan kembang api itu hanya ibu saja yang menikmatinya, abah, adek, abang, nenek dan kakek telah terlelap tidur sejak tadi sore.

Sejak jam 8 malam, keluarga somantri memang sudah keluar rumah, pergi kelapangan merdeka pertamina balikpapan untuk menikmati suasana malam menjelang tahun baru. Dan baru pulang sekitar jam 10 malam, setelah semua orang merasa ngantuk, terkecuali ibu.

Tadi siang ibu memang tidur lama sekali, akhirnya malam ini ibu tidak bisa tidur, untuk menghilangkan rasa bosan sendirian, ibu surfing di internet, sambil sesekali ngotak-ngatik blog yang ibu buat. Sesuatu hal yang membuat kepala ibu puyeng, soalnya ibu tidak begitu tahu tentang hal yang berkaitan dengan blog atau situs. Bisa ditebak setelah sekian jam berkutat dengan blog, hasil akhirnya masih seperti itu juga. Untung saja warna-warni kembang api dilangit cukup menghibur hati ibu yang sedang kebingungan dan sedikit putus asa itu.
Tidak terasa waktu terus berlalu, dan pesta kembang api itupun telah usai. Suasana kembali hening dan gelap, ibu menutup notebook-nya, dan berusaha untuk memejamkan matanya, agar bisa kembali beraktifitas di hari baru, ditahun yang baru.
Selamat Tahun Baru 2008...!!!

Baca selengkapnya......

Senin, September 3

treadmill ibu

Bulan april lalu abah beliin ibu treadmill di counter fitness di mall ska pekan baru, harganya lumayan mahal -menurut ibu, tapi karena ibu memang ingin sekali punya treadmill, dan kebetulan ibupun baru dapat arisan jula-juli, jadi abah cuman tinggal nambahin kekurangannya saja. Awalnya ibu rajin menggunakan alat olahraga itu, karena waktu itu motivasi ibu ingin mengurangi berat badan sangat kuat, maklum lah ibu ingin terlihat sedikit lebih kurus saat liburan di pulau jawa, jadi biar ga malu kalau ketemuan dengan teman-teman ibu :-), dan alhamdulillah, berkat kerja keras ibu selama dua bulan menggunakan treadmill juga diselingi dengan berenang, dan sepedahan (fhhhh..), berat ibu bisa turun 5 kg. Senangnyaaa.....^_^



Selain ibu yang bergembira punya treadmill, abang fathir pun ikut senang dengan adanya alat olahraga itu di rumah, bahkan tidak jarang ibu dan abang rebutan memakainnya. Adek juga sering main-main diatasnya, ntah itu sambil main mobilan, atau kadang cuman duduk-duduk saja.
***
Akhir agustus kemarin, abah sudah menerima kabar dari atasannya, bahwa lamaran abah yang di balikpapan sedang dalam proses, dan mulai tanggal 1 oktober abah sudah harus masuk kerja dikalimantan sana.
Antara senang dan sedih ibu mendengarnya, senangnya ibu bisa keluar dari kota duri dan mendapat pengalaman baru ditempat lain, sedihnya ibu harus meninggalkan semua kenangan yang sudah ibu alami di duri.
Setelah mempertimbangkan berbagai alasan, akhirnya ibu dan abah memutuskan, bahwa keluarga pindah rumahnya di awal november saja, saat itu abah memberi ide untuk menjual treadmill dan beberapa peralatan yang sekiranya tidak terpakai lagi, dengan berbagai alasan pindahannya bisa lebih praktis dan tidak menyita tempat baru kami nanti. Setelah ditimbang-timbang, akhirnya ibu pun setuju untuk menjual barang-barang itu termasuk treadmill ibu yang baru ibu beli 5 bulan yang lalu.
***
Tadi sore, calon pembeli treadmill-nya ibu datang untuk melihat-lihat barangnya. Setelah dicoba dan diperiksa calon pembeli itu, akhirnya treadmill itupun terjual sudah.
Sambil menerima uang DP, abah dan ibu berjanji akan segera mengirimkan treadmill itu besok malam, dan si pembeli itupun pulang.
Saat itu bang fathir masih asyik main-main diatas treadmill yang sekarang sudah terjual. "bang sudah ya, jangan dipakai lagi, kan treadmill nya sudah dijual" sahut ibu mengingatkan bang fathir. tiba-tiba bang fathir menjawab, "nggak mauu, treadmillnya nggak boleh dijual, nanti kita nggak punya lagi.." jawab bang fathir sendu sambil memegang erat treadmill itu.
***
"Bah kalau treadmill nya ga jadi dijual gimana..enak nggak yah sama orang itu? uang dp nya kita kembalikan saja" sahut ibu pada abah sedikit berkaca-kaca, masih terbayang-bayang kata-kata bang fathir oleh ibu, "nggak enak lah bu sama orangnya, nanti kalau ada rejeki, kita beli lagi ya" sahut abah menghibur ibu.
Tapi sampai sekarang ibu masih bersedih, biarpun cuman 5 bulan ibu dan keluarga menikmati treadmill itu, tapi ibu merasa benda itu sudah jadi bagian dari hidup keluarga ibu.
"maafin ibu ya bang, insyaallah kalau ada rezeki lagi, kita beli treadmill lain ditempat baru" bisik ibu dalam hati sambil mencium kening bang fathir yg sudah terlelap tidur.

Baca selengkapnya......

Jumat, Agustus 31

Ponakan Baru


Tadi pagi ibu nelpon ke Bandung, niatnya mau nanya kabar auntie tina yang sedang hamil tua. Saat itu ibu taunya auntie tina sedang ada dirumah, setelah sehari sebelumnya masuk rumah sakit karena perutnya mulai mulas lagi. Saat itu dokter bilang, masih lama proses melahirkannya, bisa 2 atau 3 hari lagi. Akhirnya auntie tina pulang lagi kerumahnya.


Jadi ketika ibu mendengar kabar auntie sudah melahirkan dan sekarang sedang ada di RS lagi, ibu benar-benar kaget dan tentunya ikut berbahagia mendengarnya.


Naurah Qanita illahiyah nama bayi mungil itu, lahir normal di RSHS dengan berat 2,85 grm, panjang 27,5 cm, dan ini adalah cucu perempuan kedua ninin dan aki subang, setelah dua bulan yang lalu lahir cucu perempuan lain, putranya tante ani yang sekarang beken dengan nama kecilnya De Ola.


Seluruh keluarga sangat senang menyambut kehadiran bayi mungil itu, termasuk ibu dan keluarga di Duri, hanya saja, ibu sekeluarga belum bisa menjenguk auntie dan naurah karena jarak yang memisahkan keluarga ibu dengan saudara2 di pulau jawa sana. Sedih juga sih kalau ingat itu, karena ibu tidak bisa merasakan kebahagiaan secara langsung. Tapi om hendra suaminya auntie tina sudah mengirimkan foto2 haura kecil. Hmm.. lucu banget, ibu jadi melamun, "kapan ya.. ibu punya anak perempuan..?" ***





disamping ini foto2nya Haura (ola), de ola ini anak kedua tante ani dan om irwan, anak pertamanya adalah dimas, umurnya 1 thn diatas bang fathir, setiap bertemu dimas dan abang fathir selalu bermain bersama, tapi kadang rebutan mainan juga.


















Baca selengkapnya......

Jumat, Agustus 17

Oh..Duri Duriii...

Lagi-lagi yang dipermasalahkan abah dan ibu saat jalan-jalan adalah jalanan yang terbentang sepanjang Duri. Ibu pernah posting tentang kondisi jalan di Duri di (http://dapurvie.multiply.com/journal/item/27/oH_DuRi_yg_MaLAnG.. ), saat itu ibu mengisahkan beberapa ruas jalan sedang dalam perbaikan, yang menimbulkan efek samping beberapa bagian jalan yang menjadi rusak karenannya. Hari ini, 17 agustus 2007, ibu, abah, adek, abang, kembali berjalan-jalan menelusuri jalan sudirman, dengan tujuan membeli bensin, dan beli mainan anak di swalayan mandiri -satu-satunya swalayan terlengkap yang ada di Duri-. Niat awalnya membeli bensin dahulu, trus pulangnya baru mampir di swalayan mandiri, karena untung jalannya searah. Sesaat sebelum masuk gerbang pom bensin, berderet beberapa bapak-bapak berseragam DLLAJR, didampingi bapak-bapak Polantas tentunya. Mereka memblokir jalan didepannya agar lalulintas tidak bisa melewati arah pom bensin dan arah seterusnya. "pom bensin tutup, beli bensinnya di Hang tuah saja" seru pak polisi, menjawab pertanyaan abah yang kebingungan melihat para bapak ini berjalar rapi memblokir jalan raya. Akhirnya dengan sedikit menggerutu abah membelokan mobil kearah kiri, mengikuti ekor mobil didepannya, walapun kami tidak tau ujung arah dari jalan kecil tersebut. "oh tau deh kenapa diblokir, mungkin karena ada upacara atau kegiatan menyambut 17-an didepan kecamatan kali.." seru ibu tiba2 membuyarkan lamunan abah. "kan disebelah atas pombensin itu kantor kecamatan duri" lanjut ibu lagi. "hmm... iya, tapi kan ga usah ditutup ginih jalannya, jadi riweuh deh, mana jalan Hangtuah kan masih jelek, hp deeehh.." gerutu abah...


Sudah lama tidak terdengar gema para demonstran menyerukan kebebasan Duri dari kekuasaan Bengkalis -ntah apa alasannya..?-, hanya saja semenjak mobil-mobil raksasa pembuat jalan raya mulai bekerja disepanjang jalan Hang tuah yang terkenal dengan "kolam" nya beberapa bulan yang lalu, masyarakat seolah terbius dengan pertunjukan tersebut, dan sekarang setelah lebih dari 1/2 tahun, mobil-mobil tersebut parkir dipinggir jalan, tidak ada lagi kegiatan membetulkan jalanan, tidak ada lagi tumpukan kerikil, atau pasir. Yang ada hanya spanduk propaganda bertemakan Bengkalis tetap Jaya, disetiap kantor-kantor pemerintahan.
























































Dan foto2 diatas diambil saat tanggal 17 agustus 2007, menggunakan kamera hp, lokasi disepanjang jalan Hang tuah yang dilalui oleh keluarga kami. Tidak mewakili kondisi jalanan Duri pada umumnya, tetapi mudah-mudahan bisa mewakili isi hati Keluarga Somantri yang selalu dipusingkan saat berjalan-jalan disekitar Duri.

Baca selengkapnya......

Kamis, Juni 14

Liburaaannn....(bagian I )

Bagi ibu semua hari adalah sama, yaitu Hari Minggu. Ibu tidak pernah ambil pusing setiap harinya, bahkan istilah "i hate monday!" yang sering ibu dengan di Radio Mendoza, satu-satunya radio "sah" yang ada di Duri yang selalu menemani ibu saat memasak, tidak begitu ibu fahami maksudnya..? "apa seeh... ?,koq sampe segitunya, biasaa aja deehh...." batin ibu, sambil tetap mengiris sayuran.
Bagi ibu semua hari adalah sama, selalu diisi dengan kegiatan ngurusin anak, ngurusin abahnya, belanja, masak, buat kue, olahraga, nggosip, dan kerjaan lainnya seperti ibu-ibu lain pada umumnya.
Bagi ibu semua hari adalah sama, bisa tidur siang sepuasnya, atau bisa sibuk seharian.
Bagi ibu sem..." bu, tanggal 19 Juni abah ambil cuti, kita liburan di Tangerang, Bandung, dan Subang.." suara abah, terdengar dari ujung telepon.
"liburr..??, wah...asyikk, liburr euuy...!!" teriak ibu dalam hati.
Biarpun ibu tahu, aktivitas ibu tidak akan jauh beda saat liburan di Jawa atau dimanapun, tapi bathin ibu tetap senang. Karena dengan bersenang hati bagi ibu semua hari adalah sama, yaitu Hari Minggu, saatnya bersenang senang :-)

Baca selengkapnya......