DaisypathAnniversary Years Ticker
Lilypie 6th to 18th PicLilypie 6th to 18th Ticker
Lilypie 3rd Birthday PicLilypie 3rd Birthday Ticker

Jumat, Oktober 17

Kamar 302




Saat di jogja kemarin, keluarga somantri menghabiskan waktu liburannya dikamar ini. sebuah kamar yang sangat bersih dengan peralatan yang lengkap, serta pelayanan-nya yang sangat baik. Para pegawainya yang ramah, menu yang ditawarkan sangat menggugah selera, serta atmosfir di ruangan ini terasa begitu bersahabat. Mencerminkan nilai-nilai Islami yang diusung tinggi oleh para pegawainya. Hingga ibu hampir lupa, bahwa tujuan keluarga somantri bermalam dikamar 302 adalah untuk pemulihan kondisi abang dan adek.



Ya, sesampainya di jogja, kota tujuan bagi keluarga somantri berlibur, abang terpaksa harus dirawat intensif disebuah rumah sakit swasta disana. Karena sejak malam sebelumnya abang mengalami muntah dan diare terus menerus. Melihat kondisi abang yang terlihat lemah, abah dan ibu ditemani Om yoan sebagai penunjuk jalan(adeknya abah, yang sedang menuntut ilmu di jogja), langsung membawa abang fathir kerumah sakit JIH (Jogja International Hospital).

Sebuah rumah sakit bertaraf international tetapi berbiaya sangat terjangkau.
Rumah sakit ini diresmikan pada tanggal 31 maret 2007 oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X, Gubernur Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Dengan mottonya "ultimate value healthcare".

Nilai atau "value" di sini bersumber dari nilai-nilai syariah yang menjadi nilai inti dari rumah sakit ini, meliputi kejujuran, transparansi, keterbukaan dalam memberikan informasi, keramahan dan sentuhan kekeluargaan, sehingga setiap pasien merasa berada di rumah sendiri.

Dan memang terbukti, selama 2 hari menginap di kamar 302, keluarga somantri mendapat perlakuan yang sangat baik. Bayangkan saja, pas pertama kali datang keluarga somantri disambut oleh alunan gending Jawa, dibukakan pintu utama RS oleh seorang bell boy yang berpakaian rapi bak di hotel berbintang, dengan keramahannya mereka akan siap membantu mengangkut semua barang kita sampai dikamar tempat rawat inap.

Di rumah sakit itupun disediakan 'shopping arcade', 'coffee shop' dan salon. Ada pula ruangan khusus untuk anak-anak bermain dengan segala permainannya.

Bermalam di JIH tidak seperti bermalam dirumah sakit lainnya. Kita akan mendapatkan pelayanan yang istimewa dan keramahan yang luar biasa, sehingga siapapun yang berkunjung kesana akan akan memiliki kenangan yang menyenangkan.

Jangan pernah sakit saat di jogja..!, tapi kalau seandainya Alloh berkehendak lain, datang saja ke JIH, karena disana ada banyak saudara/i kita yang siap menolong dengan penuh kasih.





Baca selengkapnya......

Kamis, Oktober 16

Lebaran Fiestaaa....!!

Baca selengkapnya......

Minggu, September 28

teman lama



"ketemuannya di lippo aja yuk, jam 5 sore, sekalian buka bareng, di food court-nya" begitu sms yang ibu kirim sama lisna teman baik ibu saat kuliah dulu. "iya, mertua di ajak juga ya.., soalnya mertu dan ponakanku mo ikut juga.." balasan sms dari lisna. "waks.. kayaknya mertuku ga bisa ikut, adekupun ga mau diajak.., gpp ya..? kalau mertu n ponakanmu mo ikutmah gapapa atuh.." ibu kirim lagi sms berikutnya. "ok deh.. sampe ketemu disana ya..", balas lisna lagi.




jam 16.30,

ibu, abah, dan abang sudah berdandan rapi, wangi sabun mandi, deodorant, dan channel chance tercium bercampur aduk. Maklum ibu ingin terlihat lebih rapi setelah hampir 7 tahun tidak bertemu Lisna, cs ibu saat kuliah dulu.
sementara adek masih terlelap tidur, setelah sebelumnya asyik berlari-larian di empangnya kakek. "udaah.., langsung digantiin bajunya aja bu.., dah sore nih, nanti telat, soalnya malam minggu biasanya lippo padet banget, apalagi mo hari raya gini pasti banyak orang yang berbelanja.." sahut abah sambil menghidupkan mobil.


benar saja, sampai d mall karawaci, food court penuh sesak dengan orang, keluarga somantri bahkan harus berjejalan dengan pengunjung lainnya yang akan makan disana, semua tempat duduk telah penuh disemua lantai yang menjual makanan, akhirnya ibu, abah dan anak-anak naik kelantai paling atas, yaitu menuju counter makanan khas china, dan tempat duduk disanapun hanya tersisa 1 meja saja. "duh padahal lisna akan bawa keluarga besarnya pula, gimana nih...?", bathin ibu agak bingung. sementara orang yang akan membeli makanan masih mengantri menunggu tempat duduk. akhirnya ibu memesan 1 meja dan kursi 6 buah lagi, tapi karena semua tempat duduk penuh, ibu tidak bisa berbuat banyak. Mudah-mudahan pas lisna dan keluarganya datang, ada tempat kosong untuknya harap ibu.


sampai adzan maghrib berkumandang lisna dan keluarganya belum muncul juga, beberapa kali ibu telepon, rupanya mereka telat datang, selain itu karena penuhnya pengunjung membuat lisna dan keluarganya memutuskan untuk shalat maghrib duluan, sambil menunggu kursi dan meja makan ada yang kosong. akhirnya ibu, abah, dan anak-anak terpaksa makan duluan setelah mengunggu sekian lama. setelah acara berbuka selesai, akhirnya lisna dan rombongan muncul juga. untung saja saat itu ditempat itu mulai banyak meja dan kursi kosong. semuanya bersalam-salaman, saling memperkenalkan diri. Tidak banyak yang berubah kecuali sekarang semuanya sudah memiliki pasangan dan juniornya masing-masing. ibu dan lisna banyak bercerita, mengurai kisah dimasa lalu, maupun yang sedang terjadi. ada kisah sedih banyak pula kisah bahagianya. sampai tidak terasa waktu berlalu, dan malam mulai larut. akhirnya dua keluarga berpisah dikarenakan keterbatasan waktu, padahal dihati ibu dan lisna masih terdapat segunung cerita yang belum terungkap.


kapan-kapan kita ketemuan lagi yukk na..!





Baca selengkapnya......

Rabu, September 24

obrolan saat diperjalanan

Rabu, 10.15 ibu, abang fathir, dan adek karan sudah siap-siap pergi kerumah tante Yuni. Saat diperjalanan menuju rumah-nya tante Yuni, abang fathir tiba-tiba nyeletuk

abang : "bu, kalau puasa itu tidak ada pencuri ya..?"

ibu : "kata siapa..?" (tanya ibu dengan nada penasaran..)



abang : "kan kalau puasa tidak boleh nakal, kalau mencuri kan nanti puasanya batal dong.."

ibu : "erm.. pencuri itu tidak takut sama Alloh, makanya dia suka mencuri, dan pencuri pasti tidak suka berpuasa... , makanya kalau orang yang takut sama Alloh pasti tidak akan pernah mencuri, dan selalu berpuasa.." (jawab ibu sedikit ragu)

Abang : "hmm... gitu ya bu..?,eh bu.. abang tau caranya biar puasanya ga lapar.." (sahut bang fathir setelah berfikir sejenak)

ibu : "gimana caranya.."

Abang : "abang melamun saja.."

ibu : "koq melamun.." (tanya ibu sedikit bingung)

abang : "iyaa... abang akan melamunn... yang lamaaaa... nanti tau tau buka deh.."

ibu : " oh...(ibu senyum-senyum), hati-hati kalau suka melamun nanti setan bisa masuk kekepala..., karena saat melamun fikirannya melayang kemana-mana.., dan setan seneng dengan orang yang suka melamun.., dari pada melamun mendingan baca buku, atau main komputer, atau sepedahan.. apapun lah dari pada melamun.."

abang : "maksud abang.. melamun tuh melihat lihat pemandangan... seperti ini.." (abang fathir nemplok dikaca jendela mobil sambil memperhatikan sekitarnya)

ibu : "o..oh (dengan logat riau sambil cengar-cengir), ya ga papa kalau melihat-lihat pemandangan mah hehe.."



Baca selengkapnya......

Rabu, September 17

Rencana mudik 2008

Tanggal 26 september besok, insyaAllah seluruh keluarga somantri akan mudik ke pulau Jawa. Horeee... akhirnya...gitu lho...!!. Dengan segambreng aktifitas :-)) Mudah-mudahan semuanya berjalan lancar, khususnya untuk abang dan adek sehat terus ya nak..!








Tgl 26-28 tujuan Tangerang --> kangen2an sama kakek dan neneknya abang dan adek

Tgl 29 tujuan Bandung --> nengokin rumah

Tgl 30-3 tujuan Subang --> lebaran dirumahnya aki dan ninin-nya abang dan adek

Tgl 4-6 tujuan Jogja --> jalan-jalan

Tgl 7-10 tujuan Bandung --> jalan-jalan, rendezvous dengan temen lama

Tgl 11-12 tujuan Cirebon --> menghadiri nikahan om afton

Tgl 12-14 tujuan Tangerang --> istirahat

Tgl 15 Kembali ke Balikpapan




Baca selengkapnya......

Jumat, September 5

yuk ke penangkaran buaya Tritip..



Balikpapan mempunyai objekwisata lain. Letaknya tidak begitu jauh pula. Horee....senangnya....yuk main kesana...;-)





Nama objek wisatanya : Penangkaran buaya Tritip. Letaknya kurang lebih 25 menit perjalanan dari arah kota Balikpapan. Jalan menuju kesanapun bagus dan mulus. Untuk sampai disana, kita akan melalui 2 objek wisata lainnya, yaitu Pantai Manggar, dan Pantai Lamaru. Jadi setelah kita puas melihat para buaya ternak di tritip, pulangnya kita bisa mampir disalah satu pantai itu. Asyik kan..?






Sabtu lalu, jam 4 sore keluarga somantri kembali berjalan-jalan disekitar Balikpapan. Tujuan kali ini adalah mengunjungi penangkaran buaya tritip. Sepanjang perjalan kita bisa melihat deretan pabrik dan perkantoran alat-alat berat yang berdiri kokoh disepanjang jalan. semakin mendekati arah tritip pemandangan berganti dengan suasana perkampungan. Pepohonan dan semak liar tumbuh subur disekitarnya.






Masuk kekawasan tritip, kita disambut oleh sepasang patung buaya berukuran besar. Biaya masuknya hanya Rp. 10.000,-/org dewasa, dan diskon setengahnya untuk anak-anak. Dibelakangnya ada beberapa kandang besar yang dihuni oleh beberapa ekor gajah dan kerbau. Diseberangnya kita bisa melihat rumah adat dayak yang baru saja dibangun. Untuk digunakan sebagai balai pertemuan, ataupun kegiatan lainnya. Beberapa meter selanjutnya baru kita memasuki wilayah kandang yang dihuni oleh ratusan buaya, berbagai bentuk dan ukuran.






dikandang itu kita bisa melihat beberapa jenis buaya, seperti buaya jenis garial (yang bermoncong panjang dan tipis), buaya muara, juga buaya air tawar. Mulai yang masih kecil sampai yang berukuran raksasa. Untuk yang berukuran raksasa, buaya itu ditempatkan dikandang paling belakang yang sangat luas ukurannya. Disana juga ada beberapa kandang bagi buaya ternak. Buaya ini dikhuskan hanya untuk diambil daging dan kulitnya saja. Jadi jangan heran kalau ditritip kita bisa menjumpai warung yang menjual sate daging buaya dan asesoris yang terbuat dari kulit buaya. Dengan aneka variasi bentuk dan harga. Untuk sebuah tas kulit buaya kecil dijual mulai dari harga Rp.1.080.000,-, kalau dompet dan sabuk sekitar Rp.300.000,- atau lebih.




Pulang dari penangkaran buaya tritip, jangan lupa bawa oleh-oleh sebotol madu asli. Kita bisa membelinya sekitar 3 - 5 menit perjalanan selanjutnya, tepatnya disekitar mesjid Ar Riyadh, kompleks pesantren Hidayatullah. Disebelahnya percetakan "lentera" ada rumah berdinding papan sederhana, nah rumah itulah yang menjual madu asli tersebut. Harganya Rp. 80.000,-/botol aqua. "insyaAllah madunya asli, saya sudah menjualnya bertahun-tahun.." ucap ibu berwajah ramah yang jual madu tersebut ketika ibu menanyakan keasliannya. "madu ini diambil dari hutan sulawesi, kadang dari sangat juga, tapi kalau dari sangata sekarang agak jarang karena sudah susah nyarinya.., yang ngantar saudara saya" lanjutnya lagi dengan suara lembut. Dan karena itulah ibu dan abah selalu menyempatkan datang kembali untuk membeli sebotol madu dikala persediaan dirumah habis.







bersambung...


Baca selengkapnya......

Selasa, September 2

Marhaban ya Ramadhan...



emang ulang tahun aja yang dimeriahkan...? :-) Bulan ramadhan harus dimeriahkan juga dong..., biar yang terekam sesuatu yang indah dan menyenangkan..;-)



keterangan gambar (ki-ka):

1 & 2. Abang n adek depan poster mini buatan abang yang dibuat sehari sebelum puasa tiba

3. main dibawah hiasan warna warni, dalam rangka menyambut ramadhan, yang ibu, mbak, abang, adek persiapkan beberapa hari sebelum puasa


4. abang tusuk balon, saat selesai berbuka puasa dihari pertama

5. kertas tugas untuk abang yang berada disetiap balon

6. akhirnya abah yang nusuk balon, karena abang ngeri nusuk sendiri hehe..





Baca selengkapnya......

Rabu, Agustus 27

Prolog Ramadhan

Beberapa hari lagi umat Islam akan memasuki bulan Ramadhan, bulan yang suci dan penuh barokah. Setiap muslimim dan muslimat tentunya akan berlomba mencari kebaikan dibulan yang penuh rahmat itu. Begitupun dengan keluarga
somantri, berharap tahun ini bisa menjalankan ibadah puasa dengan khusu dan benar. Untuk puasa kali ini, ibu ingin abang fathir mulai mengikuti semua aktifitas ibadah ramadhan. Walaupun masih dalam tahap belajar



Untuk mengenalkan kembali, ibu sudah mulai bercerita tentang semua hal yang berkaitan dengan puasa, bagaimana cara pelaksanaannya, apa yang boleh dilakukan,apa yang tidak boleh dilakukan.

***

"eh bang, sebentar lagi kita akan berpuasa lho..." sahut ibu memulai pembicaraan. "puasaaa...??", "ga boleh makan kan..?" tanya bang fathir. "iya, nggak boleh makan, ga boleh minum, ga boleh marah-marah, mulai dari shubuh sampe sore, kalau untuk anak-anak yang masih belajar boleh puasanya sampai jam 12 siang saja, tapi nanti dilanjutkan lagi puasanya sampai sore..."."puasa ini untuk melatih biar kita jadi orang yang sabar" lanjut ibu lagi.
"kalau nggak makan dan minum siang malam siang malam dan seterusnya boleh ga...?" celetuk abang memotong pembicaraan ibu. "ya nggak boleh dong, nanti bisa meninggal orang yang nggak makan dan minum dalam waktu yang lama, seperti pohon kalau tidak pernah diberi air pasti lama kelamaan pohon itu akan kering lalu mati..", jawab ibu.
"erm... kalau marah-marahnya dikiiiiiiitt gimana bu..?" tanya bang fathir lagi. "mau marahnya dikit apalagi marahnya banyak banget.. tetap... tidak boleh, nanti puasanya batal, jadi nanti pahalanya puasanya hilang..", "kalau ngupil batal ga..." tanya abang sambil cengar cengir. "nggak batal, tapi kalau upilnya di emam baru batal..." jawab ibu sambil cengar cengir juga. Abang fathir tertawa tergelak-gelak.


Setiap ada kesempatan ibu selalu mengulang bahasan tentang puasa itu, ntah sambil nonton tv atau sambil nemenin menggambar, dan waktu senggang lainnya. Kadang ibu menceritakannya melalui dongeng sebelum tidur, tentang anak yang suka berpuasa.


Sampai sejauh ini abang cukup tertarik untuk mengikutinya. Bahkan beberapa hari terakhir ini abang suka menghitung mundur bulan ramadhan tiba.

Mudah-mudahan tahun ini, keluarga somantri bisa menjalankan ibadah puasa dengan lancar dan khidmat, khususnya untuk abang fathir yang baru akan mulai belajar berpuasa



Kami, seluruh anggota Keluarga Somantri, mengucapkan :
Selamat Menjalankan Ibadah Puasa di Bulan Ramdahan, Semoga kita mendapat rahmat dan kasih sayang Alloh yang tiada kira..

Mohon maaf lahir dan bathin...

Taqqobalahu Minna Waminkum, Taqoballahu Ya Karim,
Marhaban Ya Ramadhan
Allaahumma baariklanaa fi Sya’ban wa ballighnaa Ramadhan
Amin.



Baca selengkapnya......

Jumat, Agustus 22

Jalan-jalan ke penangkaran beruang madu Sungai Wain



Ada banyak tempat wisata yang bisa dikunjungi di Balikpapan, selain pantainya yang indah. Salah satunya adalah penangkaran beruang madu Sungai Wain. Disana kita bisa melihat tingkah laku binatang beruang madu yang sudah sangat langka, selain udaranya yang sejuk dan alamnya yang masih asri begitu mempesona, juga jaraknya yang tidak begitu jauh menjadikan tempat ini menjadi salah satu tujuan wisata favorit bagi keluarga somantri disaat libur.






Beruang madu adalah satwa asli balikpapan. Sifatnya yang mandiri, cerdas dan pantang mundur, serta penampilannya yang kekar, bersih, cantik, kuat serta lincah, menjadikan binatang ini dijadikan sebagai maskot kota Balikpapan. Populasinya yang terus menurun membuat beruang madu dilindungi oleh pemerintah maupun oleh persatuan konservasi dunia. Di penangkaran inilah, beruang madu dilindungi dan diteliti, ada kurang lebih 9 ekor beruang madu yang menempati area itu, semua beruang ini didapat dari hasil sita dari masyarakat. Setiap beruang mempunyai sejarahnya masing-masing, ada yang matanya buta sebelah, ada juga yang kukunya dan gigi taringnya habis dicabuti, ada juga yang mempunyai bekas luka disekeliling perutnya, dsb.




Jika ingin menyaksikan secara langsung, datang saja sekitar jam 9 pagi atau jam 3 sore, karena saat itu para beruang sedang diberi makan oleh pengelola. Tapi pengunjung tidak boleh ribut ya, karena beruang ini merupakan hewan yang pemalu. Mereka sebisa mungkin menghindar dari konflik, tetapi jika nyawanya terancam beruang madu tidak segan-segan maju melawan musuhnya. Jadi anggapan beruang madu adalah hewan yang buas adalah tidak benar. Mereka akan buas jika ada bahaya yang mengancam dirinya saja. Selain itu pengunjungpun dilarang keras memberi makanan secara langsung kepada para beruang itu. Jika ada yang ingin memberinya, maka makanan itu harus dititipkan pada relawan pengelola. Beruang madu sangat menyukai buah-buahan yang rasanya manis, mereka juga menyukai madu. Sekali makan, mereka diberi buah-buahan kurang lebih 5 kg yang disebar diseluruh kawasan perlindungan. Daya penciumannya yang tajam membuat beruang madu ini bisa mengetahui letak makanan itu, bahkan yang tersembunyi didalam tanah sekalipun.




Berlibur ke penangkaran beruang madu sungai wain sangat menyenangkan, keindahan alamnya, semilir angin yang berhembus sejuk, lingkungannya yang tenang, juga beruang madu-nya yang lucu nan menggemaskan. Sekali-kali jika ada kesempatan mainlah kesana, pasti kita akan sangat bersyukur karena masih diberikan kesempatan untuk bisa mengenal mereka secara lebih dekat.






(duh maaf ya, foto beruang madunya malah ga ada hehe....)

Baca selengkapnya......

Selasa, Agustus 19

Merdeka!!



Untuk memperingati HUT kemerdekaan RI yang ke 63, tanggal 17 Agustus kemarin diadakanlah upacara militer di lapangan merdeka pertamina. Upacara tersebut dihadiri oleh banyak kalangan, baik dari fihak militer, para pegawai negeri, serta banyak juga anak-anak sekolah yang ikut serta, masyarakatpun diperbolehkan untuk hadir dan ikut berpartisipasi dalam upacara tersebut. Tidak terkecuali Keluarga somantri, yang semenjak pagi sudah bersiap-siap menghadiri upacara yang hanya dilaksanakan setiap satu tahun sekali itu.



Hari itu langit sangat mendung, cuaca terlihat sedikit gelap, gerimis bahkan sudah mulai turun sedikit demi sedikit. "wah gimana nih kayaknya mo hujan bu, jadi nggak kelapangan merdekanya..?"tanya abah sambil memperhatikan langit."jadi lah, kan kita bawa payung, kalau hujannya tambah besar kita berteduh aja dimesjid istiqomah (mesjid disamping lapangan merdeka)" jawab ibu mantap.
Akhirnya berangkat juga keluarga somantri menuju Lapangan Merdeka Pertamina Balikpapan.



Sampai ditempat tujuan, upacara baru akan dimulai, semua peserta upacara banyak yang sudah berbaris rapi dilapangan. tapi ada juga yang masih bergerombol dibawah rindangnya pohon disekitar lapangan itu.Abah memeluk erat tas-nya yang berisi peralatan kamera, ibu memegangi payung, abang asyik memperhatikan orang-orang disekitarnya, adek duduk pasrah menahan kantuk didalam roda, dan hujan turun semakin deras, membasahi seluruh peserta upacara yang tetap berdiri tegak mengikuti jalannya upacara


Karena payung yang ibu pegang sudah tidak mampu menaungi derasnya air hujan, keluarga somantri memutuskan untuk berteduh dikantin disamping mesjid istiqomah. Dari kantin itu upacara masih bisa terlihat walaupun jaraknya jadi semakin jauh. Keluarga somantri harus berdesak-desakan dengan penonton lainnya yang telah berteduh lebih dahulu, para peserta upacara yang takut basahpun banyak yang duduk-duduk disana sambil tetap memperhatikan jalannya upacara.


Abang dan adek tidak begitu antusias memperhatikan upacara yang tengah berlangsung, mereka asyik bermain sambil ngemil makanan ringan yang ibu beli dikantin sebelah. Ibu duduk termangu, ingatannya melayang jauh kebelakang ke masa-masa ibu masih kecil dan masih jadi peserta upacara kemerdekaan yang selalu diperingati setiap tahunnya juga dikampung ditempat ibu dibesarkan.
"ada 3 kategori para peserta upacara itu, yaitu rasa nasionalismenya yang kuat, yang tidak takut basah, dan yang takut sama atasannya, ya bah..?", gumam ibu membuka pembicaraan, abah hanya terkekeh-kekeh saja sambil sesekali memfoto abang dan adek yang berebut cemilan.


Untuk mengurangi kebosanan menunggu hujan, ibu sedikit bercerita tentang upacara dan ulan tahun kemerdekaan pada bang fathir. Ibu bilang "bangsa indonesia sekarang sedang berulang tahun, upacara disana itu sebagai salah satu pertanda kita merayakannya, juga memperingati jasa pahlawan yang sudah susah payah merebut negara ini dari penjajah", "kalau gitu besok tahunnya berubah dong, jadi tahun 2009.." celetuk bang fathir "kan sekarang kita sedang berulang tahun..." lanjutnya lagi sambil mencolek-colek coklat kue nyam-nyam kesukaannya.Ibu jadi senyum-senyum geli, tidak membayangkan pernyataan itu yang keluar dari mulutnya abang fathir, dengan susah payah ibu menerangkan kembali makna hari ulang tahun kemerdekaan RI pada bang fathir. Soal mengerti atau tidaknya nanti, yang terpenting ibu sudah mengenalkan pada bang fathir tentang upacara kemerdekaan, dan maknanya. Seiring waktu bang fathir akan mengerti maksud ibu tadi.


Selamat HUT RI yang ke 63, tetap semangat menjalani semua rintangan yang ada...! Merdeka..!!!

Baca selengkapnya......